OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Kedatangan Akbar


__ADS_3

👻


👻


👻


👻


👻


Kiwil pun menyusul Joko...


"Wil, kamu kemana saja kenapa menghilang?" bisik Joko.


"Barusan aku bertemu malaikat cantikku, Jok."


"Apa? dimana?" seru Ilham yang langsung duduk mendengar pembicaraan Kiwil dan Joko.


"Dia dirawat disini, Am," sahut Kiwil.


"Astaga Kiwil ternyata kali ini otak kamu memang sudah benar-benar geser, mana ada hantu dirawat di rumah sakit," seru Joko.


"Aku juga bingung, tapi dia sangat mirip dengan Bunga tapi dia menggunakan pakaian pasien. Tapi----"


"Tapi apa?" tanya Ilham penasaran.


"Bunga tidak mengenalku, dan kata orang yang menemaninya tadi, namanya Mawar bukan Bunga," sahut Kiwil.


Ilham ingin turun dari ranjang pasien tapi dengan sigap Joko dan Kiwil melarangnya.


"Kamu mau kemana, Am?"


"Aku ingin melihat Bunga, Jok."


"Iya, tapi kamu masih lemah tunggu sebentar lagi. Kata Dokter kalau cairan infusnya sudah habis, kamu sudah bisa pulang," seru Joko.


Tiba-tiba pintu ruangan rawat Ilham terbuka...


"Astaga Ilham, kamu kenapa sampai bisa seperti ini?" seru Wahid panik.


"Tadi dia pingsan, kata Dokter dia kurang asupan makanan," sahut Joko.


"Ya ampun Ilham, aku kan sudah bilang jangan mikirin hantu itu lagi, kamu terlihat konyol tahu ga sakit hanya gara-gara sesosok hantu," bentak Wahid.


Joko dan Kiwil tersentak, Kiwil baru tahu ternyata Ilham menyukai Bunga juga dan Kiwil juga sekarang mengerti kalau yang Bunga sukai adalah Ilham bukan dirinya.


"Am, karena sekarang kamu ada yang jaga, kami permisi pulang dulu ya."


"Terima kasih kalian sudah membawa Ilham kesini," seru Wahid.


"Sama-sama Mas, kalau begitu kami permisi dulu."


Joko dan Kiwil pun pergi meninggalkan rumah sakit. Selama dalam perjalanan menuju luar, Kiwil terus saja celingukkan berharap dia akan bertemu lagi dengan Bunga tapi Kiwil tidak melihat sosok Bunga.


Sementara itu diruangan rawat Bunga..

__ADS_1


"Sayang, Mama mau pulang dulu membawa baju ganti kamu karena kan besok kamu sudah bisa pulang, ga lama kok cuma sebentar," seru Mama Melati.


"Iya Ma, Bunga...eh maksudnya Mawar bisa sendiri kok."


"Kalau kamu butuh sesuatu, kamu panggil suster saja ya. Mama janji, Mama tidak akan lama."


Bunga pun menganggukkan kepalanya...


Disaat Mama Melati membuka pintu, Mama Melati tampak terkejut karena seseorang sudah berdiri disana.


"Maaf, anda siapa ya?" tanya Mama Melati.


"Saya temannya Mawar, boleh saya melihat Mawar? dengar-dengar dia sudah sadar," sahut seseorang itu.


"Ah, tentu saja silakan masuk tapi maaf tante harus pulang dulu."


Seseorang itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Tanpa merasa curiga sedikit pun, Mama Melati pun pergi meninggalkan rumah sakit.


Orang itu pun melangkahkan kakinya memasuki ruangan rawat Bunga. Bunga terbelalak saat melihat siapa yang datang.


"Akbar...kenapa dia ada disini?" batin Bunga.


"Hallo Mawar, apakabar?" seru Akbar.


Bunga masih tidak percaya dengan kedatangan Akbar, dia tidak mengerti kenapa Akbar ada disini dan kenal dengan Mawar. Akbar pun mendekat dan duduk disamping Bunga membuat Bunga tersadar.


"Apa kamu masih ingat denganku, Mawar?" tanya Akbar.


"A--aku, kamu Akbar kan?"


Akbar tampak tersenyum penuh arti kepada Bunga, seakan Akbar tahu kalau itu bukan Mawar melainkan Bunga.


"I--iya, aku baik-baik saja."


Akbar terus saja menatap Bunga membuat Bunga merasa takut dengan tatapan yang Akbar berikan kepada Bunga.


"Sebenarnya siapa Akbar ini? ada hubungan apa dia dengan Mawar?" batin Bunga.


Cukup lama Akbar berada diruangan itu, hingga akhirnya Akbar pun pamit pulang dan itu membuat Bunga merasa lega. Akbar melangkahkan kakinya, tapi disaat didepan pintu Akbar menghentikan langkahnya, lagi-lagi Akbar menyunggingkan senyuman misteriusnya hingga akhirnya Akbar pun keluar.


"Huufftt...astaga, si Akbar menyeramkan sekali. Siapa sih dia, sungguh Akbar sangat aneh," gumam Bunga.


Tiba-tiba Bunga teringat tentang Ilham yang tadi pagi dibawa kesini.


"Ilham kenapa ya, kenapa dia dibawa ke rumah sakit? apa dia sedang sakit? aku cari Ilham dan tanya kenapa dia sampai dibawa ke rumah sakit."


Perlahan Bunga pun turun dari ranjang pasien dan meraih tongkat untuk membantunya berdiri dan berjalan. Bunga berjalan perlahan dan mencari keberadaan Ilham.


"Am, aku tebus obat dulu kamu diam disini jangan kemana-mana," seru Wahid.


Ilham menganggukkan kepalanya, saat ini infusannya sudah habis dan Ilham sudah boleh pulang. Wahid keluar bersamaan dengan Bunga yang ada disana, Bunga sangat terkejut dan langsung menundukkan kepalanya saat melihat Wahid.


Bagaimana pun Bunga sangat takut kepada Wahid, Wahid hanya melirik ke arah Bunga sesaat dan akhirnya langsung pergi meninggalkan Bunga.


Bunga pun segera masuk ke dalam ruangan itu, dilihatnya Ilham sedang duduk sembari memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Ilham..."


Ilham pun mendongakkan kepalanya saat mendengar namanya dipanggil.


"Bunga..."


Ilham segera menghampiri Bunga dan langsung memeluknya.


"Kamu kemana saja? kenapa kamu menghilang?"


"Maaf."


Ilham melepaskan pelukkannya dan memperhatikan penampilan Bunga dari atas hingga bawah. Terlihat Bunga memakai pakaian pasien rumah sakit.


"Bunga, kenapa kamu pakai pakaian pasien? memang disini semuanya bisa melihat kamu? atau jangan-jangan ini rumah sakit gaib."


Bunga terkekeh mendengar ocehan Ilham...


"Sini duduk dulu, aku mau cerita semuanya sama kamu."


Bunga dan Ilham pun duduk diranjang pasien, kemudian Bunga menceritakan semua yang dia alami semenjak dia menghilang sampai sekarang.


"Jadi kamu masuk ke dalam tubuh adik kembaranmu?"


Bunga mengangguk...


"Terus kenapa kamu bisa meninggal?"


"Nah, itu yang mau aku cari tahu. Kata adikku, seharusnya aku belum meninggal tapi sepertinya ada yang membunuhku dan aku harus menemukan siapa pembunuh aku dan apa tujuan orang itu membunuhku," sahut Bunga.


Ilham kemudian menggenggam tangan Bunga dan itu membuat Bunga terkejut. Ilham tersenyum kearah Bunga begitu pun dengan Bunga yang tampak malu-malu.


Sementara itu, Akbar tampak menjalankan motornya menuju rumah susunnya dengan kecepatan tinggi.


"Bunga Anggraeni, apa kamu siap mati untuk kedua kalinya?" gumam Akbar dengan senyumannya.


👻


👻


👻


👻


👻


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2