
👻
👻
👻
👻
👻
Entah mengapa Bunga sangat sedih dan tidak rela berpisah dengan Ilham.
"Aku memang hantu, tapi apakah hantu tidak boleh merasakan jatuh cinta? bisakah aku menjadi seorang manusia?" gumam Bunga.
Saat ini Bunga sedang berada disebuah rumah sakit, entah kenapa disaat tadi Bunga menghilang tiba-tiba rohnya sampai dirumah sakit.
Bunga terus saja berjalan tanpa arah, tidak tahu harus kemana, Bunga tidak punya tujuan. Disaat Bunga melewati sebuah ruangan rawat pasien, dia tidak sengaja mendengar tangisan seorang wanita yang meraung-raung.
Bunga merasa sangat penasaran, hingga akhirnya Bunga pun masuk ke dalam ruangan rawat itu.
"Dokter, saya mohon jangan lepas alat-alat ditubuh anak saya, saya yakin anak saya pasti akan siuman," seru wanita itu seperti memohon kepada si Dokter.
"Nyonya, anak Nyonya sudah mengalami koma selama lima tahun dan selama itu anak Nyonya tidak ada perubahan sama sekali, kami hanya akan melepaskan alat yang tidak dibutuhkan oleh anak Nyonya."
"Tapi Dokter saya mohon, beri waktu satu malam ini saja, saya janji kalau malam ini tidak ada perubahan dalam diri anak saya, saya akan mengizinkan Dokter melepaskan alat-alat itu."
"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu."
Dokter dan suster pun pergi meninggalkan ruangan rawat itu. Perlahan Bunga menghampiri wanita yang sedang menangis itu, dan betapa terkejutnya Bunga saat melihat siapa yang sedang terbaring diatas ranjang pasien dengan tubuhnya penuh dengan alat-alat medis.
"Bu--bukankah itu aku," gumam Bunga.
"Mawar, Mama mohon sadarlah Mama sudah tidak punya siapa-siapa lagi didunia ini kecuali kamu. Kakak kamu Bunga sudah tidak ada lagi didunia ini, Mama tidak ingin kehilangan anak Mama untuk kedua kalinya, Mama mohon sadarlah Mawar," seru wanita itu dengan tangisannya.
"Ma--war...."
Tiba-tiba Bunga memegang kepalanya, lagi-lagi kepalanya terasa sakit. Bunga ingat dalam mimpinya kalau wanita yang menangis dalam mimpinya itu adalah wanita yang saat ini ada dihadapannya.
***
Flash back on....
Lima tahun yang lalu...
Sepasang anak kembar sedang asyik sarapan dengan sesekali mereka bersenda gurau menceritakan hari-hari mereka disekolah.
Anak kembar cantik itu tidak lain adalah Bunga dan Mawar, keduanya sangat kompak dan sangat menyayangi Mamanya.
__ADS_1
"Ma, nanti siang kita ada kerja kelompok dirumah teman jadi kita akan pulang telat," seru Bunga dengan mulut penuh makanan.
"Baiklah, tapi setelah selesai langsung pulang jangan keluyuran dulu."
"Siap Mama," sahut Bunga dan Mawar bersamaan.
Bunga merupakan Kakak Mawar, mereka hanya berbeda sepuluh menit. Dari kecil sampai dewasa, keduanya memang terlihat sangat kompak dan saling menyayangi.
Dengan riang keduanya pun berangkat sekolah dengan menggunakan sepeda masing-masing. Mama mereka tampak melambaikan tangan kearah kedua puteri cantiknya itu.
"Ya Alloh, kenapa perasaanku dari tadi merasa tidak enak? mudah-mudahan saja tidak terjadi apa-apa," gumam sang Mama.
Waktu pun berjalan dengan cepat, seperti yang dikatakan Bunga kalau siang ini mereka akan kerja kelompok dirumah salah satu temannya. Mereka tidak menyadari kalau dari tadi ada seseorang yang sedang mengikuti mereka.
"Kak, tunggu disini sebentar aku mau beli minum dulu," seru Mawar.
"Iya, hati-hati Dek."
Mawar tampak celingukkan lihat kiri kanan, setelah dirasa aman Mawar pun mulai menyebrang. Tapi disaat Mawar menyebrang, entah datang darimana tiba-tiba sebuah bus melaju dengan kencangnya.
"Dek, awaaaaaasssss...." teriak Bunga.
Bunga ingin menolong Mawar tapi entah kenapa kakinya terasa berat dan susah untuk digerakkan.
Bruuuuaaaakkkk...
"Mawaaaaaarrrrr....."
Kaki Bunga kembali bisa digerakkan, Bunga segera berlari untuk menolong Mawar tapi sayang Mawar sudah tidak sadarkan diri. Disaat Bunga sedang berusaha membangunkan adik kembarnya, tiba-tiba seseorang dari belakang memukul kepala Bunga dengan sangat keras.
Darah langsung mengalir dari kepala Bunga, dibawah guyuran hujan Bunga langsung ambruk, dengan setengah sadar Bunga samar-samar melihat seseorang itu dan tampak berjongkok disampingnya.
"Katakan dimana benda itu?"
Suara seorang pria yang entah siapa, hingga akhirnya Bunga tidak sadarkan diri. Sesampainya di rumah sakit, Mawar dinyatakan koma sedangkan Bunga meninggal karena benturan keras dikepalanya membuat pembuluh darahnya pecah.
Flash back off...
Tes...
Airmata Bunga menetes...
"Apa itu aku? kenapa aku sama sekali tidak ingat apapun?" gumam Bunga dengan deraian airmata.
Perlahan Bunga menghampiri sosok wanita yang dia rasa adalah Mamanya.
"Mama...." lirih Bunga.
__ADS_1
Mama Bunga yang bernama Melati itu tampak mendongakkan kepalanya, dia melihat kesemua sudut ruangan ada rasa dingin yang tiba-tiba menusuk tubuhnya.
"Bunga...barusan ada suara Bunga," gumam Mama Melati.
Mama Melati bangkit dari duduknya dan mencari sumber suara tapi tetap saja tidak menemukan siapa-siapa. Bunga hanya bisa menangis, entah kenapa Bunga merasa sangat merindukan sosok yang ada dihadapannya ini.
"Bunga, Mama sangat merindukanmu Nak."
Mama Melati terdudu dikursi dengan deraian airmata.
"Maafkan Mama Nak, tidak bisa menjaga kalian. Sekarang adik kembar kamu belum juga ada tanda-tanda sadar dan kalau malam ini adikmu tidak sadar juga, alat-alat medis yang menempel ditubuhnya akan dilepas. Apa yang harus Mama lakukan Nak? Mama tidak mau kehilangan adik kamu, cukup kamu yang sudah meninggalkan Mama, Mama hanya punya Mawar," seru Mama Melati dengan deraian airmata.
Perlahan Bunga menghampiri ranjang Mawar, diperhatikannya dengan seksama dan benar saja tidak ada sedikit pun yang membedakan mereka berdua.
"Jadi kamu adik kembarku? ternyata aku punya kembaran."
Sementara itu...
Ilham seperti orang gila, dia mencari ke tempat-tempat yang mungkin didatangi oleh Bunga tapi tetap hasilnya nihil. Bahkan Ilham tidak memperdulikan perutnya yang belum makan sama sekali.
Ilham terduduk di taman kampus dengan penampilan yang acak-acakkan.
"Bunga, kamu ada dimana? kenapa kamu meninggalkanku? aku sangat merindukanmu, Bunga. Pulanglah jangan buat aku seperti ini," gumam Ilham.
Ilham sangat yakin dengan perasaannya, entah kenapa Ilham tidak memperdulikan tentang perbedaan mereka. Ilham sangat yakin kalau ia sangat mencintai Bunga apapun yang akan terjadi Ilham akan menanggung akibatnya.
👻
👻
👻
👻
👻
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU