OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Introduction My New Friends.


__ADS_3

Introduction my new friends.


.


.


.


Kami masih berada didalam perjalanan menuju kerumah, hanya saja berhenti disebuah warung, hari sudah senja


Mengapa kami kewarung?


Kak Eva haus, dia pengen minum minuman bersoda. Makanya pergi berhenti dulu diwarung. Tapi kak Eva malah duduk di kursi diwarung tersebut sambil nikmatin minuman soda ya.


Aku buka kaca mobil, pengen liat, ngapain dia disana? Udah malem juga. Brian? Asik makan cemilan dari kentang dia.


"Kak! Ngapain!" Teriak ku kepadanya.


"Bentar, mau nyantai dulu." Ucap nya


Karena jawabannya, yaudah aku nunggu didalam mobil sambil perhatiin Brian makan dibelakang.


"Makannya pelan pelan bro, anak orang kaya ko makannya gitu?" Sindir ku.


"Udah lama ga makan kripik ini, terakhir aku makan seminggu sebelum aku mutusin buat minum 2 botol obat tidur sama deterjen." Jelasnya dan aku ngangguk menandakan bahwa aku paham sama yang dia maksud.


"Lagian aku bukan anak orang kaya lagi, aku udah jadi hantu gentayangan." Ucapnya lagi.


"Eh? Yan, coba kamu liat dipohon itu." Aku melihat ada benda hitam melayang kearah pohon besar disebelah mobil kami.


"Itu hantu yang suka jahilin orang, jenis itu bahaya. Mereka suka buat orang ketakutan sampai kecelakaan." Ujar Brian menjelaskan.


"Kalo dia datang berarti kita jadi target dia buat celakain kita, berdoa aja Res, agar kamu sama kakak mu selamat!" Sambung Brian yang membuat ku sedikit ketakutan.


Sedetik kemudian bayangan hitam itu berubah menjadi sosok menyeramkan tanpa rambut dan dia bertelanjang. Namun tidak memiliki alat kelamin. Aku terus berdoa sambil fokus melihatnya.


Demi tuhan, aku rela bahwa hantu itu masuk kedalam neraka paling panas.


Bagaimana tidak?


Dia memegang kedua kepalanya, matanya menatap kearah ku. Lalu, kejadian yang tak pernah kalian duga terjadi.


Dia berdiri diatas ranting pohon mangga yang kecil, lalu dia memegang kepalanya dan...kepalanya diangkat keatas hingga putus dan dia putar menggunakan tangannya yang panjang.


"Kyahahhahahhaha!!!!!" Suaranya yang ku dengar.


"AAAAKKKKKHHHHHH!!!!" dan suara menyeramkan ku lebih menyeramkan.


"Ngeri..." Ucap Brian menatap datar hantu itu.


Kak Eva yang mendengar langsung kearah mobil dan menanyai ku.


"Kenapa dek?!"


"Hantu!!" Aku berucap spontan.


"Hantu?!"


"Dipohon itu ada hantu jelek yang lepasin kepalanya!" Jelas ku tanpa sadar.


"Kamu mimpi nih! Udah, ayo kita lanjutin." Ucap kak Eva yang tak percaya, Brian mentertawakan ku.


Mobil kembali berjalan, ku lihat hantu itu masih mengikuti mobil kami.

__ADS_1


Dan aku teringat kalimat yang diucapkan oleh Brian bahwa kami akan menjadi targetnya. Aku terus berdoa kepada Tuhan agar selamat.


"Cristy..tolong datang..." Entah pikiran dari mana aku menyebut nama Cristy.


Brian mengerutkan dahinya, Cristy? Temen hantunya Faresta?


Semenit berlalu, aroma sejuk datang. Sebuah pelindung berwarna hijau menyelimuti mobil yang kami gunakan.


Ku lihat kebelakang, ternyata Cristy menggunakan wujud menyeramkannya itu sedang bertarung dengan hantu jelek itu..


Brian terkejut bukan main mendapati sosok hantu!


"Ares? Dia Cristy?" Tanya Brian dan aku menganggukkan kepala.


Aku masih setia menatap kebelakang dan disana Cristy yang menang terbang kearah mobil sambil merubah wujudnya menjadi seorang wanita.


"Astaga! Cewe cakep!" Teriak Brian melihat Cristy yang terbang di belakang mobil.


"Namanya Cristy, dia itu temen ku. Salah satu ratu dari hutan." Jelas ku dan mata Brian menatap tak percaya kepada ku.


"Queen of forest?! Oh my God! I'm dreaming?" Ucapnya menggunakan Inggris. Aku sedikit terkejut ketika mendapatinya bisa menggunakan bahasa Inggris. Ouh iya, dia anak kaya..berduit..anak pintar..pastilah bisa bahasa Inggris. Arti dari perkataannya adalah, ratu hutan?! Ouh tuhan! Apa aku bermimpi?


"You don't dreaming..its real." Sahut ku dengan menggunakan bahasa Inggris yang berarti, kamu tidak bermimpi..ini nyata.


"She's so beautiful..to good to be true!".


"Udah, jangan sampe suka sama dia..umurnya udah ratusan ribu tahun, kamu mau sama nenek nenek tua?..." Ucap ku dan kembali menatap kearah depan.


"Astaga. Ratusan ribu?..so cool!" Dan aku enggan membalas kalimat yang dia keluarkan tersebut.


Aku memilih memejamkan mata dan tidur.


.


.


.


.


Kami tiba di rumah ketika malam hari, tentu kami disambut dengan ratusan hantu yang melihat kami.


Namun ketika Cristy muncul.


Dengan sekejap mata hantu hantu itu menghilang.


Karena kelelahan, kami langsung masuk kerumah dan menuju ke kamar masing masing.


"Gila, kamu temenan sama mahkluk sekelas dia?" Tanya Brian yang duduk disisi ranjang.


"Kenapa?" Bukan aku yang menjawab, tapi Cristy.


"Hanya sedikit penasaran saja, aku tau jika mahkluk sekelas mu tidak terlalu suka berinteraksi dengan manusia." Ucap Brian.


Aku yang malas mendengarkan percakapan mereka hanya bisa kekamar mandi untuk melakukan ritual.


Apa yang kalian pikirkan?


Aku hanya mandi.


Lima belas kemudian pintu kamar mandi terbuka sendiri dan aku menoleh.


"Brengsek! Jangan mengintip!" Ujar ku kencang mendapati Brian yang masuk kekamar mandi.

__ADS_1


Setelah itu dia menutup pintu kamar mandi lagi.


"Maaf, aku kira kau sedang pingsan atau gimana, soalnya tidak terdengar percikan air." Jelas Brian.


Aku memang belum mandi, aku baru saja membersihkan wajah ku.


Kenapa? Waktu lima belas menit terlalu lama?


Waktu ku untuk mandi itu sekitar 1 jam lebih.


Kalian yang pernah dengar kalimat.


"Gue mandi dua menit aja selesai."


Lah emang itu mandi apaan? Pake sabun Ama sampo ga? Sempet ga gosok gigi?


Lagian ketika menyabuni tubuh perlu waktu beberapa menit agar sabun tersebut menyerap kekulit.


Kalo pake sabun langsung siram, ya sama aja bohong. Cuma dapat wanginya aja.


Tunggu, kenapa didalam tubuh ku seperti ada yang masuk.


Tapi aku tidak tau itu apa, aku hanya merasakan aliran darah ku menuju ke jantung dan ketika darah tersebut sudah berada dijantung. Dada ku sakit, kepala ku berdenyut kuat. Aku terhuyung kebelakang, aku ingin berteriak namun tidak bisa ku lakukan. Ada tangan yang menutup tangan ku, entah kenapa aku tidak bisa melihatnya, hanya saja aku dapat merasakannya.


Lama kelamaan mata ku mulai menutup. Namun seperti tak diizinkan untuk pingsan. Mata ku terbuka lebar secara paksa.


Aku menahan rasa sakit itu hingga lima menitan. Dan akhirnya rasa sakit itu menghilang bersamaan dengan aku yang mengeluarkan cairan darah dari mulut ku.


Yang aneh bagi ku adalah. Cairan darah milik ku bercampur dengan cairan hitam yang pekat. Aku segera membersihkan darah tersebut, kemudian dengan cepat membersihkan tubuh ku.


Aku keluar dari kamar mandi, dan melihat Brian yang sudah tidur diranjang.


Memangnya hantu bisa tidur?


Aku berjalan ke lemari untuk mengambil baju, setelah aku selesai berpakaian, aku melihat wajah ku dikaca yang terletak ditengah tengah lemari dengan 3 Pinth tersebut.


What the hell?...


My eyes?..


What happen with my eyes?..


.


.


.


.


T


B


C


.


.


.


Kalian pake pelet apa? Aku yang cuma pengen up setiap 3 kali seminggu malah update setiap kali sehari. Ngaku! Kalian pelet aku ya!

__ADS_1


__ADS_2