
I'm a Devil?
.
.
.
Pertanyaan berputar dikepala ku mendapati bahwa aku seorang iblis?
Sungguh aku tidak percaya, tidak mungkin aku adalah iblis. Dan aku tidak mau menjadi iblis, siapa yang mau menjadi iblis? Mahkluk mengerikan yang menghuni Neraka? Sungguh? Ada yang mau menjadi mereka? Tentu saja tidak! Manusia yang bersekutu dengan iblis saja masuk kedalam panasnya neraka. Tapi, aku? Aku iblis? Tidak mungkin.
Tapi kejadian siang tadi membuat ku sedikit ragu, jika aku bukanlah manusia. Jonathan Jylon Hazelnucth, adalah jiwa ku yang lain. Sosok yang tercipta sebagai..iblis?
Aku sudah dapat menguasai tubuh ku kembali. Beberapa hari lagi, jiwa ku yang lain akan datang kembali untuk menyempurnakan penyatuan.
Apa kalian mengerti?
Maksudnya menyatukan jiwa ku dengan jiwa nya. Sehingga bisa dikatakan dalam 1 tubuh manusia terdapat 2 jiwa yang hidup.
Sekarang aku berada dikamar setelah sadar dari pingsan ku ditengah jalan. Aku dibawa oleh warga kerumah, tentu kak Eva panik mendapati diri ku pingsan ditengah jalan. Ketika kak Eva menelepon temannya yang seorang dokter, aku sudah terbangun.
Untuk kali ini ku lirik para hantu tidak ada yang mendekati ku, mereka menatap ku takut seolah olah mereka sedang berhadapan dengan orang yang penuh akan kekuasaan.
"Cristy, apa yang terjadi dengan ku?" Aku bertanya pada Cristy namun dia tidak menjawab ku. Dia menghilang begitu saja.
"Brian?" Aku menoleh kepada Brian, dan kejadian yang sama terjadi. Brian menghilang tanpa mengeluarkan kata kata.
"Ayolah, ada apa ini? Kenapa kalian pergi?" Sedikit frustasi ketika melihat mereka pergi meninggalkan ku sendiri.
"Hallo? Sungguh kalian pergi?" Monolog ku sendirian. Ah bukan, aku tidak sendiri. Disisi rumah masih ada hantu hantu yang melihat ku. Menatap ku dengan rasa takut dan rasa penasaran.
"Yah..sendirian lagi.." begitulah aku merasakan kesepian sekarang.
Ku kira hanya manusia yang akan menjauhi ku, ternyata para hantu juga menjauhi ku. Kenapa? Alasannya? Tidak ada yang tau.
Tunggu..
Apa para hantu itu menjauhi ku karena aku adalah?
Iblis?
Mungkin memang benar jika itu adalah alasannya.
Waktu berlalu, detik menjadi menit, kemudian berganti jam, lalu berganti pada hari.
Tiga hari sudah para hantu tidak ada yang mencoba mengganggu ku. Cristy hilang, begitu pula dengan Brian.
Aku senang? Tentu saja.
Tidak!
Mengapa? Mereka adalah hantu yang sudah aku anggap sebagai teman, namun sekarang mereka menghilang.
Aku menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan, terkadang perintah kak Eva tidak ku laksanakan.
Cukup!
Aku tidak boleh berdiam diri saja! Aku harus mencari mereka, mengajak mereka kembali! Kembali berteman. Namun ketika aku hendak memanggil nama Cristy. Tubuh ku lemas dan seketika mata ku tertutup.
Dan aku terbangun didalam ruangan gelap.
Jonathan? Dihadapan ku ada Jonathan, setengah jiwa ku yang seorang iblis.
"Kenapa kau membawa ku kesini?." Tanya ku kepadanya.
"Aku ingin menyatukan jiwa ku." Ucapnya datar dan sangat dingin.
"Bisakah tidak sekarang? Aku harus mencari teman teman ku!" Jawab ku tegas dan mencoba berdiri.
"Caranya?" Tanya nya dan langsung ku jawab.
"Memanggil nama mereka atau pergi ketempat mereka tinggal!"
"Apa kau punya kemampuan untuk itu sekarang?"
Perkataan itu begitu menusuk hati ku. Aku baru sadar jika saat ini aku adalah seorang manusia biasa yang hanya dapat melihat mereka yang sudah mati.
"Jadi aku harus bagaimana?" Aku kembali terduduk dengan menekuk kaki ku lalu menundukkan kepala ku.
__ADS_1
"Satukan jiwa ku dengan jiwa mu. Maka kau bisa dengan mudah keluar masuk ketempat mereka." Aku mendongak kan kepala ku. Menatap kepada Jonathan, diri ku.
"Hn..apapun itu..apapun konsekuensinya..jiwa ku tetaplah milik mu..maka..ambillah.." aku berkata lirik.
Ruangan gelap kini berubah menjadi tempat terang yang berasal dari kobaran api.
Tubuh ku berdiri dengan sendirinya, berdiri dengan dikelilingi oleh tujuh lingkaran api.
"7 lingkaran berarti 7 tingkat neraka." Jonathan tiba tiba muncul.
Lalu Jonathan berdiri dihadapan ku. Sosoknya Berubah, matanya bercahaya.
Kukunya menggores pergelangan tangan miliknya, dengan itu keluarlah cairan kental berwarna merah yang dia tampung kedalam sebuah wadah. Seperti gelas, namun terbuat dari permata berwarna merah. Kemudian ketika terisi setengah, dia menyodorkan nya kearah ku membuat ku menatapnya heran.
"Minum.." perintahnya dan aku..
"Harus aku meminum darah mu? Kau tau ini sedikit menjijikan." Ucap ku kepadanya.
Tapi aku tetap meminum cairan itu dengan cepat. Mual namun tidak bisa ku keluar kan.
Kurasakan darah yang memasuki tenggorokan ku turun lalu mengalir dengan sendirinya menuju jaringan syaraf ku. Begitu sampai dijantung.
Deggg....
Aku meremas dada ku karena merasakan rasa sakit yang begitu luar biasa, rasa panas yang mengitari tubuh ku. Rasa sakit yang seakan akan berasal dari puluhan cambuk yang menghantam tubuh ku setiap detiknya.
Ini..
Begitu..
Menyakitkan..
Aku merasakan ada perubahan pada diri ku. Seolah ada tanduk yang tumbuh dan sayap yang muncul melebar, sekarang sosok ku berubah seperti Jonathan. Yang berbeda hanya aku yang tak memiliki ekor, kuku yang tajam, dan taring yang runcing.
Rasa sakit itu berangsung angsung hilang. Aku merasakan tubuh ku begitu ringan. Rasanya, aku akan hidup sangat lama.
"Kau abadi.." seru Jonathan membuat ku terkejut.
"Kau serius? Bagaimana mungkin?" Tanya ku heran kepadanya.
"Kau iblis sekarang. Jika dunia berakhir. Kau akan tinggal didalam neraka. Neraka yang panas dan gelap, namun gelap itu begitu sangat terang." Seru Jonathan yang hanya membuat ku terdiam.
"Ucapkan saja kemana kau ingin pergi, sebuah lingkaran akan membawa mu pergi. Sebut saja teleportasi yang dapat menjangkau dunia lain hanya dengan sebuah perkataan dan pikiran." Aku mengangguk seolah mengerti.
Aku memikirkan tempat Cristy.
Dengan ajaib aku sudah berada ditempat Cristy. Namun sayang aku tidak disambut dengan senyuman. Malahan disambut dengan gerakan hewan buas dan mahkluk menyeramkan yang menatap ku marah.
Aku sedikit takut. Namun aku bukan orang bodoh yang akan kembali kekamar ku sebelum mengajak Cristy pulang bersama ku, menjadikannya teman ku kembali.
Aku dengan pelan melangkah maju dan hewan buas yang menatap ku langsung berlari kearah ku untuk menyerang. Aku takut? Jelas!
Dengan sadar aku mengangkat tangan ku dan seketika, benda tajam berwarna hitam keluar dari tanah dan menusuk semua mahkluk itu hingga mereka menghilang. Aku bingung, tapi ku abaikan dahulu bingung ku dan berlari menuju tempat Cristy yang bisa dikatakan jauh.
Tapi aku adalah manusia..lupakan..tapi aku adalah iblis yang bodoh, memiliki sayap hanya menjadi pajangan.
Setelah sadar, aku membentangkan sayapku dan mengepakkan sayap ku. Aku merasa bahwa aku sudah sangat lihai dalam menggunakan sayap. Aku tau bahwa kerajaan Cristy diberi pelindung yang sangat kuat. Terlihat dengan cahaya merah yang mengelilingi kerajaan Cristy.
Seolah paham. Aku mengangkat tangan ku dan..
Boomm...
Dari tangan ku keluar cahaya merah yang melesat dengan cepat menuju pelindung Cristy. Selanjutnya apa yang terjadi? Tentu saja pelindung itu pecah dan seluruh mahkluk yang bisa dikatakan memiliki kemampuan tinggi keluar, namun bukan hanya mereka yang keluar, Cristy sang ratu pun ikut turun tangan sekarang.
Aku menapakkan kaki ku tepat diterbangkan kerajaan Cristy.
"Biarkan aku masuk!" Tahu nada ku seperti apa? Penuh dengan penekanan dan rasa sombong.
"Ternyata...aku tidak menyadari jika kau adalah seorang iblis Faresta..." Cristy tiba didepan gerbang dengan wujud berupa monster.
"Kami melarang iblis untuk memasuki kerajaan!" Teriak salah satu pengawal kerajaan yang berupa monster beruang.
Jleeeb...
Lagi, benda tajam keluar dari tanah dan langsung menusuknya hingga menghilang.
"Pergi Faresta.." Cristy berucap seolah memohon.
"Cristy, bukan kah kita berteman? Aku tau, jika aku yang sekarang bukan manusia yang seperti dahulu. Aku tau aku seorang iblis. Tapi walau begitu, aku menginginkan kita tetap berteman." Aku menjelaskan, wujud ku berubah menjadi manusia normal kembali, tapi tidak dengan Cristy. Dia seolah olah bersiaga.
__ADS_1
"Kau iblis! Kerajaan kami hampir hancur ketika salah satu iblis menyerang kerajaan kami puluhan ribu tahun dahulu." Salah satu pengawal dengan wujud singa yang berekor ular berucap.
Jadi begitu ya? Mereka takut jika kejadian dahulu terulang kembali. Tapi, aku tidak berniat menghancurkan kerajaan mereka. Aku hanya ingin mengajak Cristy kembali berteman kepada ku.
"Baiklah, aku akan pergi, sebenarnya aku hanya ingin mengajak Cristy kembali berteman kepada ku." Aku berucap lalu membalikan tubuh ku. Berjalan lemah tapi tetap angkuh.
Sepintas dipikiran ku ingin menghancurkan kerajaan Cristy. Dan sedetik kemudian aku tersadar.
Tapi..memberikan mereka oleh oleh tidak apa apa kan? Sebagai hadiah tentunya.
Entah pikiran dari mana, mungkin ini adalah pikiran para iblis.
"Aku ingin memberikan kalian hadiah." Ucap ku tanpa membalikan badan.
Semuanya terdiam seolah menunggu.
"Jangan menunggu, hadiahnya sudah datang..lihatlah keatas.." ucap ku lalu tersenyum bahagia.
Ini bukan dirinya.
Tapi dia senang melakukannya.
Seolah olah.
Ini memang dirinya.
Hadiah dari Faresta?
Sebuah batu meteor yang cukup besar akan menghantam kerajaan Cristy.
Ingin tau bagaimana reaksi mereka?
Tentu berteriak minta tolong, memanggil nama ku untuk meminta ku menghentikan meteor tersebut.
Tapi? Aku seolah tuli dan lebih asik melihat mereka panik dan mendengarkan teriakan mereka, rasa takut bisa ku rasakan.
Ini begitu.. menyenangkan?
Meteor itu jatuh dikerjakan crity, namun tertahan karena Cristy dan pengawal nya membuat pelindung.
Namun mereka tak dapat menahannya, pelindung itu retak.
Aku tersenyum lalu berkata.
"Pergi..."
Meteor itu tiba tiba lenyap dan semuanya merasa lega.
Lega?
Tidak sekarang.
Entah lah. Aku tidak tau kenapa aku bisa sejahat ini. Licik dan kejam, seolah olah ini memang lah aku.
"Jatuhkan benda dari langit.." ujar ku.
Tiba tiba, tanah disini bergetar. Sedetik kemudian, batu batu berjatuhan. Pelindung? Tidak sempat! Karena batu batu yang jatuh itu menghancurkan tanah, bangunan kerajaan, dan membunuh banyak mahkluk.
"Sekarang..nama ku Jonathan Jylon Hazelnucth..." Berkata lalu menghilang dalam kabut hitam yang gelap.
.
.
.
T
B
C
.
.
.
Until next time..
__ADS_1