
Leviathan.
.
.
.
"tunggulah sesaat, kita akan menyambut kedatangan Leviathan."
aku pernah membaca buku yang menyatakan bahwa Leviathan adalah raja iblis yang menguasai luasnya samudra dan dalamnya laut.
ada yang bilang jika Leviathan adalah seekor paus raksasa dengan taring panjang dan ekor yang siap menumbangkan kapal kapal.
namun ada versi lain yang mengatakan bahwa Leviathan berupa seekor naga. entahlah seperti apa bentuk pastinya karena aku belum pernah bertemu dengannya. sebuah kisah menceritakan bahwa Leviathan pernah terbangun dari tidurnya dan mengamuk di samudra membuat gelombang tsunami yang besar siap menyerang daratan, angin kencang berputar kencang menghasilkan suara gemuruh. lautan yang cerah langsung berubah menjadi gelap dengan kabut tebal menyelimuti.
para nelayan yang kala itu menangkap ikan harus merelakan tubuhnya terombang ambing oleh ganas nya lautan. sebelum kematian menjemput nelayan itu dengan terpaksa melihat wujud Leviathan yang mengerikan.
"tidak perlu takut.." raja dengan dosa kebanggaan berucap kepada ku.
"kenapa kau memanggilnya?" tanya ku yang sedikit penasaran.
"kita perlu kekuatan dimensinya.." ujar satan kepada ku yang tidak mengerti apa maksud dari perkataannya.
"kekuatan dimensi?" aku bertanya dan satan mengangguk.
"Leviathan menjadi raja karena luasnya lautan yang dia kuasai, dia juga sulit untuk diserang karena bisa berpindah antar dimensi, Leviathan pernah melawan Amon. namun Amon kalah." jelas satan kepada ku.
"apa Leviathan begitu kuat?"
"kemunculannya kebumi bisa menghasilkan tsunami, dan kibasan ekornya mampu membuat satu pulau tenggelam dan hancur."
apa Leviathan sebegitu hebat? ini luar biasa.
"apa kau bisa mengalahkan Leviathan." entah apa yang ada dipikiran ku sehingga bertanya seperti itu, namun raja Amon tidak memperdulikan pertanyaan bodoh ku.
__ADS_1
tiba tiba dari ujung lorong kerajaan terdengar suara orang sedang menuju mendekat.
hawa dingin langsung menusuk permukaan kulit ku.
namun hawa dingin itu bersaing dengan hawa yang begitu panas yang dikeluarkan oleh satan, hingga beberapa menit kemudian seorang pria tampan dengan rambut biru muda datang. tanduk yang kokoh dengan ekor seperti tombak membuatnya terlihat layak menjadi sang raja.
"selamat datang Leviathan..." ucap satan yang masih duduk disinggasananya.
"aku dengar kau bertemu dengan pecahan jiwa mu, apakah dia?" pria yang bergelar raja leviathan itu menunjuk kearah ku.
yang ditanya tidak menjawab dan malah memerintah.
"buka dimensi dunia manusia.." titah satan mutlak.
"aku malas satan..."
"kau bukan belphegor sang pemalas.."
wait, apakah seperti ini sikap para raja iblis?
"wajah ku semakin tampan, aku semakin hiri pada mu. dan sekarang lihat? ada kembaran mu yang juga tampan..."
"jangan mengada Ngada, cepat buka dimensi.." perintah satan.
"dengan satu syarat..." Leviathan menatap ku.
"aku ingin membuat perjanjian dengan kembaran mu." kalimat itu terucap dan seketika satan murka dan berubah kedalam bentuk iblis yang mengerikan.
melihat perubahan raja satan, Leviathan juga mengikutinya.
satan Berubah menjadi mahkluk raksasa dengan tanduk besar yang menjulang tinggi, sayapnya melebar, tunggu! perubahannya seperti burung! namun memiliki tanduk.
tunggu?! apa bentuk iblis satan seekor burung Phoenix? tapi bulunya berwarna hitam legam dan mengkilat.
Leviathan juga berubah menjadi seekor naga, namun bukan memiliki cakar, tapi memiliki empat sirip dan ekornya seperti ekor lumba lumba, taring bawahnya panjang. tanduknya yang hitam dihiasi dengan garis pola berwarna biru yang tampak seperti petir, sebagian tubuhnya berwarna biru dan bagian bawah perutnya berwarna putih.
__ADS_1
namun dalam segi ukuran, Leviathan tampak lebih kecil dari satan.
apa yang akan terjadi diantara mereka?
apa mereka akan berkelahi.
"dia milik mu..Leviathan...jangan mencoba bermain main..." satan berucap, para iblis yang lain berdatangan ketempat satan dan segera menunduk takut. seolah olah akan terjadi bencana yang buruk jika satan mengamuk.
"hei hei hei...bisa kah kalian tenang?.." itu suara dari seorang iblis dengan aura unggu disekitar tubuhnya, dia berjalan dengan malas dengan mata yang tertutup.
"kalian mengganggu tidur nyenyak ku.." ucapnya lagi.
"belphegor?.." itu suara Leviathan yang tampak begitu dingin dan datar.
belphegor? raja belphegor? sang kemalasan!
"wah!!! jadi ini dia biang kerok dari sifat malas ku.."
aku tanpa sadar berucap seperti itu dan degan cepat dia membuka matany.
"eh? satan? tunggu! jika yang ini satan! burung besar diatas sana siapa?! ahh..aku terlalu malas berpikir!."
satan dan Leviathan kembali kedalam wujud mereka masing masing.
"apa!!! satan ada dua?! bagaimana bisa? kau berkembang biak satan?" belphegor itu raja kemalasan atau raja kebodohan? ah...aku tau..dia itu raja malas, sehingga malas belajar yang akhirnya menjadi bodoh.
"ada yang bisa jelaskan mengapa ada dua satan? hei! mengurus satu satan saja sudah sulit, bagaimana jika ada dua?" belphegor.
.
.
.
T
__ADS_1
B
C