OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Pertarungan Sengit


__ADS_3

👻


👻


👻


👻


👻


Sesampainya di rumah Bunga...


"Joko, Kiwil, mampir dulu yuk! kayanya Mama sudah masak kalau jam segini, itung-itung tanda terima kasihku karena sudah mau mengantarku pulang."


"Wah, memang kita boleh mampir?" tanya Kiwil.


Joko menoyor kepala Kiwil, "Barusan Mawar ngajak kita masuk, itu tandanya kita boleh mampir dulu, Tukimin."


"Boleh deh Mawar, kebetulan kita belum makan siang," seru Joko cengengesan.


"Ya sudah, yuk masuk."


Joko dan Kiwil pun masuk ke dalam rumah Bunga.


"Selamat siang, Tante," seru Joko dan Kiwil bersamaan.


Mama Melati yang sedang sibuk memasak menoleh.


"Siang...eh ada Joko dan Kiwil, tumben mampir."


"Mereka habis nganterin Mawar pulang, Ma."


"Oh iya, ya sudah sekalian makan siang di sini ya kebetulan Tante sudah masak banyak."


"Wah, siap Tante," sahut Kiwil.


Joko dan Kiwil pun duduk di ruang tamu, sedangkan Mawar masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian.


Mereka berempat makan siang bersama-sama, Joko dan Kiwil makan begitu lahap membuat Bunga dan Mama Melati tersenyum. Disaat Joko sedang asyik menyantap makanannya, tiba-tiba Joko seperti melihat sesuatu yang bersinar.


"Mawar, itu apa ya?"


Mawar mengikuti arah pandang Joko, ternyata di bawah lemari makanan yang ada di dapur terlihat ada benda yang bersinar.


"Itu kan, gelang keabadian."


"Gelang keabadian?" seru ketiganya bersamaan.


"Ah, maksudku gelang mainan yang aku cari-cari."


Bunga segera bangkit dari duduknya dan mengambil gelang itu. Ternyata gelang itu tampak bersinar membuat mata Bunga dan yang lainnya silau.


Sementara itu, Akbar yang saat ini sedang berada di kamarnya tiba-tiba matanya memerah. Akbar seperti merasakan kalau gelang itu sudah di temukan.


"Akhirnya, gelang itu ketemu juga," gumam Akbar dengan senyumannya.


Akbar segera berlari keluar dan itu membuat Ilham dan Wahid yang sedang bermain catur di rumah petaknya merasa terkejut.


Wahid segera melihat keluar, ternyata Akbar sudah naik ke atas motornya dan langsung melajukannya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Astaga, itu orang gila kali ya," gumam Wahid.


"Kenapa, Hid?"


"Itu, si Akbar bawa motor kaya orang gila saja ngebut banget."


Tiba-tiba ponsel Ilham berbunyi dan tertera nama Bunga disana.


📞"Hallo..."


📞".........."


📞"Apa!! baiklah, aku dan Wahid akan segera ke sana."


Ilham menutup sambungan teleponnya dan dengan cepat berlari menuju motornya.


"Ada apa, Am?"


"Hid, bahaya! Mawar sudah menemukan gelangnya dan kemungkinan besar barusan Akbar menuju rumah Mawar."


"Ah sial, buruan sebelum kita terlambat."


Ilham segera melajukan motornya menuju rumah Bunga. Sedangkan itu di rumah Bunga, baru saja Bunga menutup telepon dari Ilham.


Brruukk...


Seseorang menendang pintu rumah Bungabuay semua orang terlonjak karena terkejut.


"A--akbar."


Bunga segera menggenggam erat gelang itu, Joko, Kiwil, dan Mama Melati mendekat ke arah Bunga. Mereka sangat takut melihat raut wajah Akbar yang sangat mengerikkan itu.


"Tidak, aku tidak akan memberikannya kepadamu."


"Bunga, dia bukan Bunga tapi Mawar," seru Kiwil.


"Iya, tubuhnya memang tubuh Mawar tapi jiwanya adalah Bunga. Roh Bunga yang merasuki tubuh Mawar," seru Akbar.


"Apa!!"


"Ini ada apa sebenarnya, Mawar?" tanya Mama Melati dengan bingungnya.


"Mama, lebih baik sekarang Mama pergi."


"Maksud kamu apa, Mawar?"


"Orang itu sangat berbahaya, jadi sekarang Mama harus pergi."


"Terus kamu bagaimana?"


"Jangan pikirkan Mawar, cepat pergi!!" teriak Mawar.


Dengan berat hati, akhirnya Mama Melati cepat-cepat pergi menuju pintu belakang, tapi belum sempat ia sampai di pintu, Akbar mengangkat tangannya ke arah Mama Melati dan otomatis tubuh Mama Melati langsung melayang.


"Mama!!" teriak Bunga.


Bruuukkk...


Tubuh Mama Melati terlempar ke dinding dan seketika tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Mamaaaa...."


"Jadi kamu bukan manusia?" seru Joko dengan perasaan was-was.


"Minggir kalian, atau nasib kalian akan seperti wanita tua itu," seru Akbar.


Joko dan Kiwil dengan sigap langsung berdiri di hadapan Bunga, mereka tidak peduli kalau mereka harus mati.


"Kita tidak akan pergi," seru Kiwil.


Sama halnya dengan Mama Melati, tubuh Joko dan Kiwil pun melayang kemudian dengan sekali hentakkan, tubuh keduanya terhempas membentur dinding.


Bunga semakin ketakutan, bahkan sekarang dia sudah meneteskan airmatanya. Perlahan Akbar mendekati Bunga dan Bunga mulai mundur sedikit demi sedikit.


"Berikan gelang itu."


Bunga hanya menggelengkan kepalanya, di saat Akbar semakin mendekat.


Buugghh...


Ilham datang tepat waktu dan menendang Akbar sehingga Akbar tersungkur ke lantai. Ilham segera menarik tangan Bunga dan berlari meninggalkan rumah itu. Begitu pun dengan Wahid yang ikut berlari.


"Kurang ajar, mau lari kemana kalian!!" teriak Akbar.


Akbar pun mengejar ketiganya. Mereka terus saja berlari, hingga mereka pun sampai di sebuah taman dan Akbar berhasil mengejar ketiganya.


"Mau kemana lagi kalian, sudahlah serahkan gelang keabadian itu."


"Jangan harap kamu bisa mengambilnya," seru Ilham.


"Kalian memang pengganggu."


Akbar mulai melancarkan serangannya, Ilham dan Wahid pun tidak tinggal diam mereka bekerjasama melawan iblis yang ada di tubuh Akbar.


"Hancurkan gelang itu, Bunga!!" teriak Ilham.


Bunga tanpa kebingungan, harus dengan cara apa dia menghancurkan gelang itu sementara saat ini Ilham dan Wahid mencoba menghalangi Akbar dengan sekuat tenaga.


👻


👻


👻


👻


👻


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2