OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
I Don't Know Why.


__ADS_3

I Don't Know Why.


.


.


.


.


Aku tidak tau mengapa, akhir akhir ini aku bersikap sangat kurang ajar. Seolah olah aku bukan lah aku. Tapi aku menyukainya.


Mungkin karena penyatuan jiwa membuat ku bersikap layaknya seorang iblis?


Terkadang emosi ku turun naik. Aku bisa marah, bisa senang, bisa bersedih, dalam satu waktu.


Aku pernah marah karena tanpa sebab membuat aku menarik para arwah penasaran kedalam lubang.


Lubang neraka.


Brian? Tidak ada kabar. Menghilang begitu saja. Cristy? Pernah aku kunjungi namun kerajaannya hancur dan bersatu dengan tanah. Cristy mati? Entahlah. Hewan peliharaan kerajaan Cristy yang berhasil selamat pun tampak sekarat.


Aku peduli? Jelas saja tidak.


"Jonathan.." panggil ku dan seketika seseorang muncul.


"Apa?.." tanya nya.


"Aku lelah.." lirih ku kepadanya.


"Jadi?.."


"Tolong pijat kan bahu ku.." tau bagaimana nada bicara ku? Nampak tak tau malu. Takut? Tidak lagi.


"Kau pikir sedang memerintah siapa?" Jonathan yang tak terima langsung pergi begitu saja.


Membuat Faresta harus keluar kamar. Meneliti rumahnya yang tampak begitu sepi. Tidak ada hantu.


Mereka takut kepada ku. Tentu, yang berada pada tingkat tinggi yang menguasai neraka.


Para iblis.


The prince of the darkness..


Pangeran kegelapan.


Tinggal dineraka paling dalam dan yang paling gelap. Dihuni oleh satu iblis yaitu Jonathan , yang diiringi dengan alunan teriakan para manusia yang paling berdosa.


Para hantu takut kepada ku karena merasakan aura iblis pada tubuh ku.


Namun, bagaimana jika aku menghilangkan aura iblis ku?


"Jonathan!" Panggil ku lagi.


Tak lama dia datang.


"Apa lagi!" Dia marah ternyata.


"Bisa kau menghilangkan semua Aira mu pada ku?" Tanya ku.


"Bisa saja.."


"Bagaimana cara nya?..." Tanya ku bingung.


"Cukup minum darah mu sendiri, maka aura ku akan tertekan dan hilang..jangan panggil aku lagi!" Kalian tau? Aku seperti mempunyai seorang kembaran.


Aku berlari kedapur, disana ada kak Eva yang memasak mie. Dia menawarkan mie kepada ku. Ku jawab? Tentu saja tidak. Terlalu malas!


Aku mengambil pisau lalu kembali ke kamar.


Setelah itu aku duduk diatas kasur dan sedikit demi sedikit menggores pergelangan tangan ku dengan pisau.


Perih?


Tentu saja.

__ADS_1


Aku meringis kecil.


"Auu..." Ringis ku pelan.


Ketika cairan darah menetes keluar, aku jilati darah itu hingga luka tersebut tak mengeluarkan darah lagi. Begitu ajaib ketika luka tersebut mengering dan sembuh seketika.


Aku pun merasakan tubuh ku menjadi normal. Ku lirik kearah jendela, beberapa hantu mulai bermunculan.


Membiarkan mereka masuk, lalu aku turun kebawah, tepatnya dapur.


Menemui kak Eva.


Untuk apa?


Meminta mie..


.


.


.


Aku seolah olah menjadi manusia normal lagi.namun Brian dan Cristy tidak juga kembali. Sikap ku juga berubah, tidak kejam dan licik. Aku kembali normal. Menjadi pribadi yang baik dengan tutur kalimat sopan dan senyum menghiasi wajah.


Hari ini aku diajak oleh Natasya, Rezky, dan Shifa kesebuah pusat perbelanjaan.


Natasya bilang ingin membelikan ibu nya sebuah hadiah, karena besok adalah ulang tahun ibu nya.


Kenapa kami diajak? Tentu kami diajak karena kami adalah sahabat.


Sedikit bingung ingin membeli apa, kalian tau? Aku sudah membeli sebuah sepatu dan kemeja. Namun Natasya belum mendapatkan apa yang ia ingin kan. Ketika kami melewati toko Parfum. Kami mampir dan Natasya memilih sebotol parfum dengan aroma citrus.


Jujur saja kami sedikit lelah, akhirnya kami sepakat untuk beristirahat disalah satu cafe. Kami bercerita banyak. Hingga akhirnya cerita itu mulai mengarah pada kisah cinta. Dan salah satu target obrolan adalah Natasya. Kenapa harus Natasya?


Begini, Natasya itu sudah memiliki kekasih, sudah hampir setahun mereka berpacaran, namun akhir akhir ini hubungan mereka sedikit renggang.


Ketika Natasya bertanya, ternyata dia sibuk mengikuti kursus piano. Natasya percaya? Tentu saja.


"Tunggu, bukan kah itu Reno?" Suara Rezky sambil menunjuk kearah meja yang lumayan jauh dari tempat kami berada.


Natasya yang melihatnya hanya menatap datar, kemudian mengambil ponsel nya lalu memfoto Reno dan wanita tersebut.


Aku yang kepo melihat kearah ponsel Natasya, disana Natasya mencoba mengirim pesan.


Tapi tidak mendapati jawaban sehingga Natasya memutuskan untuk meneleponnya.


"Hallo nata~" suara Beno mengangkat telepon.


"Reno, kau dimana?" Bertanya seolah olah rindu dengan kekasihnya.


"Aku sedang kursus nata.." jawab Reno berbohong.


Reno berucap sambil menggenggam tangan wanita itu.


"Bisa bertemu?"


"Aku tidak bisa nata, sangat sibuk." Ujarnya.


"Baiklah.." dengan itu natasya menutup panggilan.


Natasya berdiri dari duduknya. Tentu kami ikut. Tapi aku berkata.


"Biar aku dan Natasya yang kesana, kalian cukup perhatikan." Ujar ku.


Natasya berdiri menuju ketempat dimana Reno dan wanita itu berada.


Ketika sampai, sedikit terkejut mendapati Natasya sudah berdiri dibelakang wanita yang dibawa Reno.


"N-nata?" Terbata bata.


"Boleh bergabung? Aku baru saja dari sana." Ucap Natasya dan menunjuk ketempat kami berada tadi.


Dimeja ini terdapat empat kursi, sangat pas. Aku duduk terlebih dahulu dan kemudian diikuti oleh Natasya.


"Sedang selingkuh ya?" Nata bertanya tapi Reno menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Permisi..saya mau pesan.." itu suara ku.


Aku memesan juice strawberry.


"Hati ini kau sial Reno, kau sibuk kursus piano? Hahahaha..bersama seorang gadis? Selingkuhan mu? Serius?.." natasya berucap.


Aku hanya duduk menikmati. Sebenarnya hanya berjaga jika saja Natasya akan dibentak atau dipukul.


"Maafkan aku.." lihat lah..Reno minta maaf? Lucu sekali.


Hening, tak lama juice ku datang, aku minum dengan cepat, bosan.


"Natasya ayo pulang." Ajak ku.


Natasya mengangguk dan berdiri.


"Lanjutkan kemesraan kalian." Itu Natasya. Kalian tau? Natasya buka. Wanita yang lemah jika putus cinta akan menangis berhari hari.


"Selamat menikmati Reno. Kau tau? Kau akan menyesal karena meninggalkan Natasya. Sungguh pria tak sadar diri..wajah pas pas an mencoba berselingkuh? Pfftt..dan selingkuh dengan wanita yang..pffttt.." aku menggantungkan kalimat ku lalu memberi kode kepada Natasya untuk melanjutkan kalimat ku.


"Dengan wanita yang..tak lebih dari ku.." kami tertawa sambil meninggalkan dua insan yang menahan malu.


Ah, tidak asik jika seperti ini. Aku mengangkat tangan ku, memanipulasi seorang pelayan untuk menuju kearah mereka, membuat pelayan itu tersandung dan..


Byuuurr..


Sebuah juice tomat jatuh tepat pada tubuh wanita itu.


Aku menahan tawa, tapi tidak teman teman ku dan pengunjung yang lain. Mereka tertawa terbahak bahak. Hanya wanita? Tidak seru, Reno juga harus kena.


Aku sudah menjadi iblis. Jadi membuat hati seseorang selalu sial tidak masalah.


Bagaimana caranya?


Curse .


Kutukan..


Kutukan agar mereka sial..


Mengapa aku melakukannya?


Karena Natasya..


Memang dia kuat..


Tapi dihati nya sedikit perih..


Tentu aku harus membalasnya..


Dengan rasa sakit yang berlipat bukan?


Mengucapkan kalimat kutukan..


"Aku..Jonathan Jylon Hazelnucth...memberi kalian kutukan..untuk menderita seharian penuh..tidak ada yang dapat mematahkan kutukan ku..sebelum tengah malam tiba.." aku berucap pelan.


.


.


.


T


B


C


.


.


.


Until next time...

__ADS_1


__ADS_2