
My Eyes.
.
.
.
Mata kanan ku berubah menjadi warna merah, dan kembali lagi menjadi semula beberapa detik kemudian.
Aku kaget bukan main, ditambah dengan munculnya Cristy dalam wujud yang menyeramkan.
"Cristy! Kenapa tiba tiba muncul!" Ujar ku.
Namun dia tidak menjawab, lebih meneliti ruangan kamar ku.
"Ada energi yang berasal dari sini.." ucap Cristy lalu merubah wujudnya kembali kebentuk semula.
"Apa sih Cristy." Aku melangkahkan kaki ku menuju ranjang ku, sedikit menyingkirkan tubuh Brian yang tak tahu malu tertidur dengan dengkuran halus.
"Apa kau bertemu mahkluk yang setara dengan ku? Atau lebih? Saat kau pergi?" Tanya Cristy..
"Aku tidak bertemu mahkluk yang setara dengan mu Cristy, Aku hanya bertemu Bryan."
"Tidak, ada mahkluk main yang mengikuti mu.." Cristy berkata aneh.
"Tau ah, aku mau tidur. Jangan ganggu aku dan jangan bikin aku kaget, kalo pengen bangunin. Bangunin aku dengan lembut." Ucap ku lalu merebahkan kepala ku kebantal dan menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuh ku kecuali kepala.
.
.
.
Tunggu, aku dimana? Ini seperti ruangan dimana pertama kali aku bertemu dengan Cristy. Tapi disini jauh lebih sesak, panas, dan penuh dengan tekanan membuat ku terjatuh lemas.
"Hay..." Seorang menyapa ku dengan senyum dan mengulurkan tangannya kepada ku.
"Waaaah!!!!!!" Aku berteriak melihat sosok dihadapan ku ini. Dua tanduk menjulang keatas. Mata kanan berwarna merah dan kiri berwarna biru.
"Bisa tidak berteriak seperti itu? Kau membuat telinga ku sakit!" Adunya kepada ku.
"Kau siapa?" Tanya ku kepadanya.
"Aku siapa ya..entahlah.." ujarnya lagi.
"Kau tidak memiliki nama?" Aku bertanya dan dijawab dengan anggukan kepalanya namun sedetiknya menggeleng kan kepalanya.
Mahkluk yang aneh.
"Kenapa kau membawa ku kesini?" Tanya ku kepadanya yang sedang membentangkan kedua sayapnya yang lebar.
"Tidak boleh?"
"Jelas saja tidak boleh!" Aku sedikit meninggikan suara.
Dia menatap kearah ku dengan tatapan membunuh.
"Jika aku mau, kenapa tidak?" Bisa ku akui bahwa wajahnya sangat tampan, rambutnya hitam legam.
"Sebenarnya apa maksud mu membawa ku kesini?" Tanya ku yang sedikit lelah beradu mulut dengannya.
__ADS_1
"Hanya ingin saja." Lihat? Itu jawabannya? Jika dia manusia akan ku sleding kepalanya.
"Kalau begitu kembalikan aku.."
"Kembalikan kemana? Tubuh mu? Ini tubuh mu.." apa ini tubuh ku? Wow..tunggu, jika ini tubuh ku, kenapa dia disini? Didalam tubuh ku?
"Kalau begitu kenapa kau berada ditubuh ku?" Tanya ku.
"Aku mau..." Ujarnya menjalan menjauh kearah ku.
"Aku cuma pengen bilang, mulai sekarang kita berbagi ya tubuhnya, aku suka tubuh mu. Terasa sangat nyaman.." ujarnya dan menghilang membuat ku membuka mata dan...
"WAAAaaaaaaa!!!!!!" Aku berteriak! Kenapa!?
"SIALAN KAU CRISTYYU!!!" Cristy berada dihadapan ku dengan wujud yang menyeramkan.
"Siapa dia?" Tanya Cristy kepada ku.
"Dia siapa?" Aku bertanya balik.
"Mahkluk bertanduk tadi siapa?"
"Entahlah, apa kau tahu?"
"Bisa kah kau tidak menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan lagi?" Cristy tampak kesal.
"Memangnya apa yang salah dengan nya?" Aku bertanya melihat tingkah Cristy yang tampak panik.
"Dia..iblis..the prince of the darkness.." Cristy berucap yang membuat ku terheran.
"Haaa?"
.
.
.
Aku terbangun kala suara terngiang begitu saja dikepala ku.
"Who?.." aku berucap..
Namun tidak ada sahutan, Brian masih tertidur disebelah. Dibalik jendela aku melihat seorang wanita yang mengusapkan jari telunjuknya kearah kaca.
Dan ternyata usapannya tersebut meninggalkan bercak darah yang berbentuk sebuah kalimat.
Aku membaca kalimat tersebut.
"Kamu akan mati? Maksudnya?" Aku bertanya sambil turun dari ranjang ku. Mendekati wanita itu lalu membuka jendela.
"Kau...harus....hati..hati...ada...iblis...di..di..di..tubuh mu..kiikikiki...." Berucap terbata bata.
"Ucapkan dengan jelas..aku tidak mengerti!"
"Ratu...hutan..itu..tak..akan..bisa..membantu..kau..akan...mati..kukuku..." Setelah mengatakan itu dia menghilang.
"Apa sih? Aku akan mati? Hati hati ada iblis ditubuh ku?" Hantu gila. Ku kira hanya manusia yang gila. Ternyata hantu juga. Mungkin terlalu memikirkan suami yang jarang pulang tanpa memberi sepeser uang? Entahlah..tapi, apa hantu berumah tangga?
"Faresta! Tolong bantu kakak beliin telur dulu!..." teriak kak Eva dari lantai satu.
"Iya kak..." Aku menjawab.
__ADS_1
Aku mencuci muka terlebih dahulu, tak lupa menggosok gigi, ketika aku keluar.
Plaakkkk...
Aku memukul bokong Brian dengan keras sehingga dia terkejut dan bangun.
"Jadi hantu jangan kebanyakan molor! Entah mbak kuntinya direbut pocong!" Ucap ku sambil berlari kecil. Sebenarnya aku menyindir wanita yang berada disudut kamar dan pocong dibawah ranjang ku.
"Sialan kau!" Teriak Brian.
Aku turun kebawah dan membeli telur disalah satu warung terdekat.
"Faresta? Ga sekolah?" Tanya ibu ibu yang sedang belanja diwarung.
"Libur bu.." jawab ku.
"Libur? Bukan nya ada kegiatan class meeting ya?"
"Iya Bu, tapi saya izin karena baru pulang dari desa." Jawab ku dengan Jujur.
"Ouh gitu ya.."
"Iya, saya duluan ya Bu..permisi.." aku melangkahkan kaki ku menjauh dari warung. Namun masih bisa kudengar bahwa ibu ibu itu sedang menggosipkan diri ku.
"Lihat Bu, sekolah suka libur. Tapi pas pengumuman juara, selalu juara umum." Ibu itu bergosip tidak jelas.
"Ya jelas lah Bu, dia kan Deket sama kepala sekolahnya, kata anak saya dia pinter cari muka." Lagi salah satu dari Gerombolan ibu ibu itu bergosip.
"Iya sih..anak ku selalu sekolah aja ga pernah dapet sekolah."
Ya tuhan, ini ibu ibu, udah tua. Bukannya insaf, malah menjadi jadi. Emang aku sering libur, alasannya karena sakit, terus sebelum aku terbiasa dengan para hantu. Aku juga sering libur karena merasa takut.
Tapi walaupun aku terlalu sering tidak sekolah. Aku tetap mengerjakan tugas yang diberikan guru, setiap ulangan selalu dapat nilai sempurna. Aku bukan tipe siswa yang datang kesekolah lalu diam tanpa melakukan aktivitas apa apa kecuali bermain, jajan, dan mencontek.
"Dasar ibu ibu, kali ga tau apa apa ga usah sok tau, urus saja anak kalian yang datang kesekolah tanpa ilmu ketika pulang kerumah!" Kalimat itu terlontar begitu saja. Aku pun terkejut, karena aku tidak ada niatan untuk berkata seperti itu.
Tapi sudah terlanjur juga, lebih baik dibiarkan saja.
Ini aneh, tubuh ku seperti ada yang menguasai. Terkadang bisa bergerak dengan sendirinya.
Lagi dan lagi suara dari dalam pikiran ku mengganggu ku.
"Sebaiknya kau melawan mereka, mereka mahkluk yang tidak berguna.."
Suara itu terngiang ngiang dikepala ku membuat ku harus menutup telinga. Walau begitu, suara itu terus saja terdengar.
Lalu berhenti ketika aku mulai merasakan sakit dibagian kepala.
.
.
.
.
T
B
C
__ADS_1
.
.