OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Kepergian Bunga


__ADS_3

👻


👻


👻


👻


👻


Ilham pun masuk ke dalam rumahnya, baru saja dia duduk tiba-tiba pintu rumahnya terbuka menampilkan wajah Wahid.


Wahid tampak terdiam sebentar dan memperhatikan setiap sudut ruangan.


"Ternyata hantu perempuan itu masih ada disini," batin Wahid.


Sedangkan Bunga bersembunyi di dapur saat tahu siapa yang datang, dia tidak mau sampai Wahid mengusirnya menggunakan jimat pengusir hantu yang Wahid punya.


"Am, hantu perempuan itu masih ada disini?" tanya Wahid.


"Memangnya kenapa? dia baik kok tidak jahat."


"Am, sudah beberapa kali aku bilang jangan bersahabat dengan hantu dan aku juga mau kamu berhenti menjadi pengusir hantu itu terlalu berbahaya dan bisa membahayakan nyawa kamu," seru Wahid.


"Bukannya kata Bapak kamu, di dalam tubuhku ada roh yang merasukiku? selama ini aku baik-baik saja dan aku sudah tidak bisa berhenti menjadi pengusir hantu, menurutku itu sekarang sudah menjadi suatu kepuasan tersendiri, aku merasa bahagia kalau sudah mengusir hantu dan menolong banyak orang," sahut Ilham.


"Aku cuma takut hantu itu akan membawa petaka buat kamu Am," batin Wahid.


"Sudah ah, aku capek mau istirahat."


Ilham pun meninggalkan Wahid dan masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Bunga masih berdiri di dapur tidak tahu harus ngapain karena Bunga takut kepada Wahid.


"Aku tahu kamu disini, bisakah kamu mendekat ada yang ingin aku bicarakan," seru Wahid.


Bunga yang mendengar Wahid berbicara seperti itu dengan perlahan menghampiri Wahid, Bunga duduk bersebrangan dengan Wahid.


Wahid mulai merasakan hawa dingin menyeruak didirinya, itu pertanda kalau Bunga sudah berada didekatnya. Wahid memang tidak bisa melihat hantu, tapi Wahid bisa merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata itu.


"Kamu tahu, hubungan antara manusia dan hantu itu tidak akan pernah bisa bersatu. Duania kalian berbeda, jangan pengaruhi Ilham dengan angan-angan yang jelas-jelas hanya akan menyakitinya, jadi sebelum terlambat dan hubungan kalian semakin jauh, aku mohon padamu tinggalkan Ilham," seru Wahid dengan tegas.


Bunga merasa terkejut dengan ucapan Wahid, hingga tanpa terasa airmata Bunga pun menetes dikedua pipinya.


Ucapan Wahid memang ada benarnya, bagaimana pun dunia mereka sangat berbeda dan tidak mungkin bisa bersatu. Tanpa sepatah katapun, Bunga pun langsung menghilang dan Wahid hanya mampu menghela nafas dalam-dalam saat merasakan hantu itu sudah pergi.


***


Keesokkan harinya...


Ilham tampak celingukkan mencari Bunga yang dari tadi tidak kelihatan.


"Kamu cari siapa?" tanya Wahid yang langsung duduk dimeja makan yang sudah penuh dengan makanan.


"Ah, tidak cari siapa-siapa," dusta Ilham.


"Jangan bohong deh Am, pasti kamu sedang mencari hantu itu kan? sudah aku bilang, kamu jangan berhubungan dengan hantu kamu lupa kalau Ibu kamu meninggal akibat ulah hantu," seru Wahid mengingatkan Ilham.


Praaannnggg....


Ilham membanting sendok keatas meja makan dan Ilham pun bangkit dari duduknya.


"Jangan ikut campur urusanku, kamu urus saja urusanmu aku sudah dewasa bisa jaga dirinaku baik-baik," bentak Ilham.


"Oh jadi begitu, aku hanya mengingatkan saja kepadamu karena aku merasa menyayangimu sebagai sepupuku. Aku hanya tidak mau nasibmu seperti kedua orangtuamu harus diperbudak oleh setan dan akhirnya malah membahayakan nyawamu sendiri," balas Wahid dengan nada yang lebih tinggi.


Wahid bangkit dari duduknya, dia sudah tidak berselera lagi untuk makan. Wahid mengambil ranselnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu. Tapi disaat Wahid berada diambang pintu, Wahid menghentikan langkahnya.


"Kalau kamu terus-terusan keras kepala seperti ini, aku tidak mau tinggal disini lagi tapi kalau kamu membutuhkan bantuanku, kamu tahu harus menemuiku dimana," seru Wahid.


Wahid pun langsung meninggalkan rumah petak milik Ilham. Ilham memutuskan untuk pergi ke kampus.


Sesampainya di kampus, Ilham langsung menuju taman tempat biasa dia dan Bunga duduk-duduk santai. Tapi sayang disana pun Ilham tidak menemukan keberadaan Bunga.

__ADS_1


"Ilham..." teriak Kiwil.


Kiwil dan Joko pun berlari menghampiri Ilham.


"Am, tolong ya kamu berikan surat cinta ini kepada Bunga," seru Kiwil.


"Apa? surat cinta?"


"Iya, mudah-mudahan Bunga mau menerimanya," seru Kiwil dengan antusiasnya.


"Maaf, Bunga sudah menyukai orang lain dan bahkan sekarang mereka sudah jadian," sahut Ilham yang langsung meninggalkan Kiwil dan Joko.


Tangan Kiwil yang masih terulur, tiba-tiba bergetar dan surat cintanya pun terjatuh ke lantai.


"Huawaaaaa...Bunga menolakku," seru Kiwil dengan tangisannya.


Joko langsung memeluk Kiwil yang saat ini sedang patah hati itu.


"Sabar Wil."


Kiwil berontak dan berlari meninggalkan Joko, Joko yang merasa khawatir langsung mengejar Kiwil. Benar saja Kiwil pergi ke sebuah danau buatan yang ada di belakang kampus, Kiwil hendak menceburkan dirinya ke danau itu tapi Joko dengan sigap menahan tubuhnya.


"Wil, apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku sudah tidak sanggup hidup lagi, aku sangat mencintai Bunga, Jok."


"Astaga Kiwil, Bunga itu hantu masa kamu patah hati gara-gara hantu, malu-maluin aja."


"Lepasin Jok, aku mau mati saja."


"Jangan konyol deh."


Kiwil terus saja berontak hingga akhirnya dengan terpaksa Joko menampar Kiwil.


Plllaaakkk....


"Sadar Kiwil Saepuloh, kalau kamu bunuh diri didanau ini kamu bukannya mati yang ada kamu bakalan malu karena danaunya dangkal, kalau kamu mau bunuh diri tuh sekalian dari atap kampus loncat kebawah, dijamin ko'id langsung."


"Lah, bukannya tadi kamu sendiri yang mau bunuh diri."


"Ah, itu mah cuma gaya-gayaan saja," seru Kiwil dengan santainya yang langsung mendudukkan dirinya dibawah pohon.


"Ah kalau nanya-nanya kamu cuma gaya-gayaan, tadi ngapain aku capek-capek cegah kamu," kesal Joko.


Kiwil hanya cengengesan tapi sedetik kemudian wajah Kiwil berubah sedih dan akhirnya kembali menangis.


"Huawaaaaa....tapi hatiku beneran sakit ditolak Joko, Bunga Anggraeni aku mencintaimu," teriak Kiwil.


"Dasar gila," gerutu Joko.


Waktu kuliah pun selesai, Ilham merasa gelisah karena dari tadi pagi belum bertemu dengan Bunga. Dengan langkah cepat Ilham pun meninggalkan kampus.


Bruuukkk...


Ilham menabrak seseorang karena terburu-buru ingin segera pulang ke rumahnya.


"Ya ampun Sinta, maaf Sin ga sengaja."


"Ga apa-apa, kamu mau kemana buru-buru amat?" tanya Sinta.


"Aku mau pulang, ada hal penting yang mesti aku urus. Oh iya, kamu kemana aja Sin kok baru kelihatan?"


"Maaf Am, aku ga sempat pamitan sama kamu. Minggu lalu aku pulang karena mendapat kabar kalau Ibuku sakit dikampung dan sekarang aku mau pamitan, aku mau kembali ke kampung mau merawat Ibuku yang sakit-sakitan."


"Oh begitu, ya sudah kamu hati-hati saja ya semoga Ibu kamu cepat sembuh."


"Amin, terima kasih Am."


"Maaf Sin, aku duluan ya."


"Iya."

__ADS_1


Ilham pun segera melajukan motor vesvanya menuju rumahnya. Sesampainya dirumahnya, Ilham langsung menuju rooftop tempat favorit Bunga, dan benar saja Bunga ada disana.


"Bunga, kamu kemana saja dari pagi aku tidak melihat kamu."


"Aku dari tadi diam disini Am."


"Kamu kenapa?"


"Am, sepertinya kita harus akhiri hubungan kita karena bagaimana pun hubungan kita itu tidak benar, aku ingin melihat kamu bahagia," seru Bunga.


"Maksud kamu apa Bunga? kamu adalah kebahagiaanku."


"Tidak Am, kita itu berbeda dan selamanya akan tetap seperti itu. Kita tidak akan pernah bersatu."


Bunga bangkit dari duduknya dan berdiri disamping Ilham.


"Aku tidak peduli kamu manusia ataupun hantu, yang jelas aku mencintaimu Bunga."


Tes...


Airmata Bunga pun menetes dengan sendirinya..


"Tidak Am, aku----"


Belum sempat Bunga menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Bunga kembali memegang kepalanya yang terasa sangat sakit dan itu membuat Ilham terkejut.


"Bunga, kamu baik-baik saja kan?" tanya Ilham panik.


Tiba-tiba pakaian Bunga pun berubah menjadi seragam SMA seperti pertama kali dia bertemu dengan Ilham.


"Kenapa pakaianku berubah," gumam Bunga.


Ilham mencoba mendekati Bunga dan mencoba menyentuh Bunga, tapi anehnya Ilham tidak bisa menyentuh Bunga lagi.


"Bunga, kenapa aku tidak bisa menyentuhmu?" seru Ilham semakin panik.


Ilham terus saja berusaha menyentuh Bunga tapai hasilnya tetap nihil. Perlahan tubuh Bunga pun memudar sedikit demi sedikit.


"Ilham maafkan aku, aku sangat mencintaimu."


Setelah mengucapkan itu, perlahan tubuh Bunga pun lenyap dari hadapan Ilham.


"Bunga...Bunga...jangan pergi," teriak Ilham.


Ilham mondar-mandir kesana-kemari mencari keberadaan Bunga sembari berteriak-teriak seperti orang gila, hingga akhirnya Ilham terhenti disebuah taman dekat rumahnya.


Ilham terduduk dipinggir jalan, raut wajahnya tampak frustasi dan tanpa terasa airmatanya pun menetes.


"Bunga jangan pergi, jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu Bunga," teriak Ilham dengan menjambak rambutnya sendiri.


👻


👻


👻


👻


👻


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2