OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Beautiful Women


__ADS_3

Beautiful Women.


.


.


.


sejak kejadian digudang aula olahraga, semakin banyak mahkluk halus yang mendekati ku. mereka tidak hanya sekedar berusaha untuk berkomunikasi, melainkan selalu mengganggu dengan wujud yang sangat menyeramkan.


sosok menyeramkan kemarin selalu berada disekitaran ku.


ingin ku ajak berkomunikasi, tapi aku takut jika dia akan bertindak jahat kepada ku.


hingga dengan tekad yang bulat, aku kembali ke aula olahraga setelah pulang sekolah, aku tidak bisa masuk kedalam gudang karena dikunci.


aku hanya berdiri dihadapan h


gudang itu sesekali mengetuk pintu.


"Apa ada yang bisa aku lakukan untuk mu?.." aku seperti orang gila yang berbicara seperti diri.


"Aku tau kau didalam, jika ada yang ingin disampaikan, coba lah keluar dengan wujud yang bisa ku terima dengan baik.." aku bermonolog sendiri lagi, bahkan ucapan ku mengundang mahluk lain yang penasaran dengan apa yang aku lakukan.


aku sudah mencoba, namun mahkluk yang kemarin menghantui ku tidak muncul. hingga aku memutuskan untuk keluar dari gedung itu.


dan seketika pintu gudang yang terkunci itu terbuka dengan tiba tiba..


Kriieeettt...


aku sedikit terkejut dengan suara pintu yang terbuka.


aku dengan segera menoleh kembali kearah gudang dan disana tampak sosok yang menyeramkan.


aura hitam pekat keluar dari gudang, para hantu lain langsung menghilang ketika sosok menyeramkan itu keluar dari dalam gudang.


aku sedikit takut dan gugup. aku mencoba melihat wajahnya, dia terlalu tinggi. datang mendekati ku hingga jarak diantara kami hanya sekitar 5 meteran.


"B..bisa kamu pake..w..wu..wujud yang lebih baik?.." ucap ku kepadanya.


"grrr...khik..graaaa.." dia berbunyi dan aku tak mengerti apa yang dia katakan.


namun lama kelamaan wujudnya berubah menjadi lebih baik. dan aku sangat terkejut! ternyata sosok menyeramkan didepan ku ini berubah menjadi wanita yang cantik dengan rambut putih yang sangat panjang.


aku sedikit terpesona melihat keanggunan sosok wanita dihadapan ku. tingginya berkurang, aku perkirakan tingginya tinggal 180 cm. mata dengan iris hitam legam membuat sorot matanya menjadi tajam. untuk taring dan kuku, benda itu memendek.

__ADS_1


"h..hai?" sapa ku padanya.


dia tersenyum kepada ku.


"kau orang pertama yang berani berhadapan langsung dengan ku dalam wujud iblis ku..khihihi.." suara nya yang terdengar halus ditelinga dan sangat lembut.


"bisa kah kau tidak mengikuti ku? aku tau jika kau punya suatu alasan sehingga mengikuti ku selalu.." ku beranikan diri untuk bertanya.


"khihihi..kau anak pintar.. bisakah kau menolong ku?.."


sudah ku duga, hantu wanita ini pasti menginginkan kan suatu hal.


"aku akan mencoba..namun, bisa kah kau mengenalkan diri mu terlebih dahulu?.." oke, sepertinya aku ingin menggali kuburan ku sendiri.


"aku mahkluk yang tercipta dari pohon berusia ratusan tahun, aku tidak diberi panggilan...khikhiii..setelah aku tercipta..aku selalu melindungi pohon itu selama ribuan tahun.. tapi karena ulah manusia, pohon itu dirobohkan menggunakan alat yang tak ku ketahui secara pasti namanya..didalam pohon itu terdapat batu mulia berwarna hijau.. dan batu itu diambil oleh pemilik tempat ini..oleh karena itu aku kesini untuk mengambil kembali milik ku yang telah dicuri.."


sekarang aku paham, dia kemari karena kehilangan sebuah batu hijau. dan apa tadi? dia terlahir dari pohon berusia ratusan tahun? dan setelah lahir dia selalu menjaga pohon itu selama ribuan tahun?.. jadi..umur nya sudah sangat lama!


"aku akan membantu mu mencari batu itu, lagian aku pernah melihat seseorang memakai batu itu. dan bisa kah aku memberi mu nama?"


jujur saja aku sedikit kesusahan untuk memanggilnya.


"khkhhh..terserah kau saja.."


dan aku memikirkan sebuah nama yang cocok untuk mahluk cantik dihadapan ku ini.


sangat cocok untuk wujudnya yang berkulit sangat putih dan bercahaya.


mendengar itu dia tiba tiba kembali berubah menjadi sosok yang menyeramkan lagi, mu gkin itu sosok yang dia gunakan ketika sedang menjaga pohon keramat dimana dia tercipta.


"khikhiii..ggrrr...teri...grrr..ma..khihi..kasih.."


dan kemudian dia menghilang dalam setelah mengucapkan terima kasih diselingi dengan tertutupnya pintu gudang itu.


para hantu hantu ya g berlarian tadi kini mulai berkumpul mengelilingi ku.


"*ma..ma..nusia...yang...bisa..melihat.."


"krrrrr...dia berani bertatap dengan iblis itu..hihihi..dia sangat lezat*.."


mereka seperti senang ketika mengetahui bahwa aku dapat melihat mereka. beberapa dari mereka mulai menyentuh tubuh ku dan kurasakan hawa dingin dan panas pada tubuh ku.


tak lama suara misterius terdengar lumayan halus dari gedung itu.


"khihihi.. kalian mahkluk rendahan!..pergi!, dan jangan coba coba mendekatinya..jika tidak...akan ku siksa kalian ..khihihi..."

__ADS_1


dan setelah itu, hantu hantu yang mendekati ku pergi menjauh, namun masih melirik kearah ku. dengan cepat aku berlari menuju kerumah.


aku akan mencari baru hijau itu dihari esok saja, Kini matahari sudah tenggelam. semakin banyak hantu yang keluar dari persembunyian mereka.


berlari dan terus berlari, hingga akhirnya aku sampai dirumah ku dengan kak Eva yang sudah menunggu ku diluar rumah.


"Kamu dari mana saja?" tanya kak Eva ketika aku sudah memasuki halaman rumah.


"tadi ada latihan paduan suara kak." ucap ku berbohong.


aku merasa aneh dirumah yang ku tepati ini, aku sangat jarang melihat hantu. bahkan tidak ada sama sekali hantu yang berani masuk kerumah, mereka hanya menatap dari luar jendela.


aku hanya tinggal bersama kak Eva karena orang tua ku meninggal setelah beberapa bulan aku dilahirkan. meninggal karena kecelakaan lalu lintas sehingga aku dirawat oleh kak Eva yang dibantu oleh Tante ku. namun sangat disayangkan ketika aku berumur 12 tahun, Tante meninggalkan ku karena penyakit kanker hati yang dia derita.


pada saat itu, aku berada dirumah sakit bersama kakak ku, kakak ku sudah bekerja dan sudah berpenghasilan lumayan besar. bahkan gajinya bisa cukup untuk waktu 3 bulan.


aku menangis tersedu sedu melihat jasad Tante ku terbaring di ranjang rumah sakit.


namun, arwah Tante ku menghampiri ku yang sedang menangis dan meluk ku hangat.


aku menangis dengan kencang karena Tante ku itu sudah ku anggap ibu ku sendiri.


arwahnya memeluk ku sangat lama sampai dia melepaskan pelukannya itu dan menatap tubuh nya yang terbaring tak bernyawa.


"Aresta jangan menangis..walau Tante sudah ga bisa bersama mu lagi..tapi Tante akan melindungi mu sebisa Tante..sama seperti ayah dan ibu yang melindungi mu dengan sekuat tenaga. jangan bersedih ya, Tante selalu mengawasi mu dari atas awan bersama kedua orang tua mu...."


itu adalah ucapan terakhir nya sebelum arwahnya dipenuhi cahaya dan terbang menuju langit.


rasa sedih yang kurasakan sedikit berkurang.


aku sedikit tersenyum lalu menghampiri jasad Tante ku dan memeluknya.


"aku tau Tante akan selalu menjaga ku..aku akan bersama Tante, ibu dan ayah..tapi aku ga akan berjanji dalam waktu yang dekat..karena aku harus sukses dan membuat kalian tersenyum diatas sana..."


.


.


.


T


B


C

__ADS_1


.


.


__ADS_2