OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Dejavu.


__ADS_3

DEJAVU.


.


.


.


"Kita berada dineraka paling dalam, dan kau adalah aku..dan aku adalah kau...kau bertanya siapa aku? Nama lain ku ...Satan..Raja iblis yang mewakili dosa besar... kesombongan.."


Ha? Aku tidak mengerti semua ini, aku hanya seorang manusia biasa yang dianugerahi tuhan penglihatan yang berlebih..


"Kau bukan manusia biasa..." Seolah olah dia tau apa yang sedang ku pikirkan.


"Tentu aku mengetahuinya.."


"Berhenti membaca pikiran ku.." tukas ku..


"Kau bisa melihat semuanya karena ada serpihan jiwa ku didalam tubuh mu." Ujarnya dan aku tidak mau tau.


Yang aku mau hanyalah pulang.


"Sebagian tubuh mu hancur, jika kau pulang Ketubuh mu sekarang, kau hanya akan terbaring tak sadarkan diri." Lagi! Dia membaca pikiran ku.


"Bisakah kita ketempat yang lain? Tempat yang sedikit indah? Jujur saja tempat ini begitu menyeramkan menurut ku." Cicit ku kecil dan mahkluk dihadapan ku terkekeh.


"Kau tidak ingin masuk kedalam istana mu sendiri?" Tanya nya.


"Itu istana mu, bukan istana ku." Ujar ku.


"Kau adalah aku, dan aku adalah kau. Buktinya kita punya banyak kemiripan." Ujarnya melangkahkan kaki ke depan.


Anehnya tubuh ku seolah olah mengikuti dirinya menuju kesebuah tempat. Aku tidak bisa mengontrol diri ku sendiri.


"Selamat datang diistana yang penuh kesombongan." Ujarnya senang sambil membentangkan tangan seolah menyambut ku datang.


"Bisakah kau tidak memaksa ku memasuki tempat ini? Tempat ini begitu mengerikan!"

__ADS_1


"Untuk para iblis, tempat ini adalah tempat yang paling nyaman." Satu hal yang ku simpulkan dari dirinya. Dia adalah iblis yang aneh.


"Bisa kau jelaskan mengapa kau membawa ku kesini?" Tanya ku ketika dia duduk disinggasana yang terbuat dari batu panas yang memerah?


"jiwa dan raga mu sedang terpisah, bisa dikatakan jika didunia mu kau sedang tidur." ujarnya memberitahu.


"jadi apa aku tidak bisa pergi kembali kedunia ku?." tanya ku dengan gugup.


dia melihat kearah ku dengan tatapan yang tidak bisa ku artikan sama sekali.


"untuk kali ini masih belum bisa...terkecuali..." dia berucap namun memutusnya pada akhir kalimat.


"terkecuali apa?" jika mengingat kembali kedalam mimpi ku kemarin, dia pasti ingin menyatukan jiwanya dengan jiwa ku.


"aku akan membantu kembali ke raga mu asalkan kamu menerima kenyataan bahwa terdapat pecahan jika ku yang tercampur didalam jiwa mu.." ungkapnya.


aku yang melihatnya berbicara seperti itu sedikit bergetar, entahlah, aku juga tidak tau apa yang terjadi dengan diri ku.


"aku akan menerimanya...jadi bisa kah kau mengembalikan ku?.." aku tidak tahan lagi disini.


"kita buat perjanjian.." ujarnya berdiri dari kursi yang dia duduki dan berjalan kearah ku. ketika jarak diantara kami hanya berjarak satu meter saja, dia berhenti.


"perjanjian apa?" aku bertanya karena tidak paham apa yang dia maksud.


"jika kau membutuhkan ku, kau bisa memanggil ku kapan pun kau mau."


ha? apa? hanya itu?


"dengan timbal balik, jika kau mati. jiwa mu akan duduk bersama ku Disana?"


dia menyambung kalimat nya sambil menunjuk kearah singgasana miliknya.


aku sedikit berpikir, jadi jika aku mati, aku aku akan masuk mereka begitu? tentu saja tidak mau. siapa yang mau tinggal di neraka.


"aku tidak mau."


aku mencoba menolak dan tiba tiba..

__ADS_1


grrrraaaakkkk.....


aku tidak tau itu bunyi apa, yang jelas sangat mengerikan, ketika aku menatap keatas, baru ku sadari bahwa ada banyak mahkluk mengerikan yang menatap kami dengan bola matanya yang merah menyala.


"tenanglah, mereka tidak akan menyakiti mu. mereka hanya mahkluk yang bertugas untuk mengganggu kalian ketika tidur, sang mimpi buruk."


tau satu hal? dari pada mendengar penjelasannya aku lebih ingin cepat keluar dari tempat mengerikan ini.


"kau menolak tawaran ku? berarti kau akan tetap berada disini selamanya, jika kau menerima. kau masih memiliki waktu untuk berada disamping orang orang yang kau sayangi... ayolah, sebuah pengorbanan diperlukan untuk meraih kebahagiaan walau akhirnya jatuh kembali." ucapnya kepada ku.


benar juga, jika aku menolaknya. aku aku akan tetap disini selamanya. jika aku menerimanya, mungkin aku masih mempunyai waktu untuk bersama orang yang ku sayangi.


aku kembali menatap mahkluk yang menyebutkan bahwa dia adalah raja iblis satan tersebut.


melirik kebagian istana tersebut yang dipenuhi dengan iblis iblis yang mengerikan. mereka menatap kami berdua dengan tatapan yang terlihat takut, seolah kami adalah mahkluk menakutkan yang sebenarnya.


"baiklah, aku menerimanya, aku akan kembali kesini jika waktu ku didunia sudah habis." ujar ku, aku mengatakannya dengan nada angkuh seolah olah aku tidak takut pada mereka, aku seperti mereka mahkluk kecil yang tak berguna.


"lihatlah? sifat angkuh mu jelas terlihat." ujar nya lalu memanggil nama seseorang. tidak lama seseorang itu muncul dari kepulan asap dengan sayap lebar, menunduk kepada satan dan kepada ku, seolah bahwa aku adalah orang yang mereka hormati.


"panggil Leviathan kemari..." ujar nya dan mahkluk yang dipanggil itu menganggukan kepala kemudian kembali kehilang.


"tunggulah sesaat, kita akan menyambut kedatangan Leviathan." ucapnya.


.


.


.


.


T


B


C

__ADS_1


__ADS_2