OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Pengakuan Wahid


__ADS_3

👻


👻


👻


👻


👻


Saat ini Ilham sedang duduk sembari nonyon tv, perlahan Wahid ikut duduk di samping Ilham.


"Am, ada yang mau aku bicarakan sama kamu," seru Wahid gugup.


"Ada apa?"


Wahid tampak menundukkan kepalanya, kemudian Wahid menatap Ilham dan menghembuskan napasnya dengan pelan.


"Sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk kamu mengetahui semuanya."


"Maksud kamu apa, Hid?"


Sekarang Ilham mematikan tivinya dan mengubah posisi duduknya menghadap ke arah Wahid.


"Ada yang tidak kamu ketahui tentang kedua orangtua kamu."


"Kenapa dengan mereka?"


"Sebenarnya kedua orangtua kamu penganut aliran sesat, Am."


"Apa!! maksud kamu apa sih?" tanya Ilham dengan bingungnya.


Wahid pun bangkit dari duduknya, dia mengingat semua kejadian mengerikkan itu.

__ADS_1


"Dulu, orangtua kamu suka melakukan ritual mereka terobsesi ingin mempunyai hidup yang abadi dan awet muda. Dari hasil ritual itu, mereka mendapatkan dua gelang yang ternyata gelang itu juga mengundang para roh jahat ingin memilikinya."


Ilham sangat terkejut mendengar kenyataan mengenai kedua orangtuanya.


"Bukannya waktu kecil kamu mempunyai gelang itu? tapi ternyata gelang itu hancur karena kamu menjatuhkannya dan tidak sengaja terlindas truk."


Ilham tampak mengingat dan ia pun menganggukkan kepalanya.


"Dari sana para roh jahat mencari gelang itu karena mereka juga ingin hidup abadi, tapi setelah tahu gelangnya hancur, para toh jahat itu mengincar Ibumu dan akhirnya Ibumu tewas akibat ulah roh jahat yang sengaja mendorong Ibumu sehingga jatuh dari gedung tempat Ibumu bekerja."


Ilham tampak melotot mendengar penjelasan Wahid. Setahu Ilham, Ibunya tewas karena ada kecelakan kerja dan mereka mengatakan kalau Ibunya terpeleset saat sedang menjemur pakaian majikkannya.


"Terus gelang yang satu lagi dimana? jangan bilang Ayahku juga tewas karena ulah roh jahat?" seru Ilham.


"Memang kenyataannya seperti itu, makannya aku sangat tidak suka kamu bekerja menjadi pengusir hantu seperti itu. Terlalu bahaya, lebih baik kamu jangan berurusan dengan para roh itu."


"Terus Ayahku meninggal karena apa?"


"Aku tidak terlalu yakin, Ayahmu di temukan tewas dengan luka cekikkan di lehernya bahkan tulang lehernya pun remuk. Aku yakin itu juga akibat roh jahat, karena kalau manusia biasa tidak mungkin mencekik sampai seperti itu."


"Nah, justru itu gelang punya Ayahmu belum bisa ditemukan aku takut para roh jahat itu justru mengincar kamu dan tahu kamu anak mereka."


"Berarti kita harus segera cari gelang itu dan memusnahkannya sebelum para roh jahat menemukkannya," seru Ilham.


"Iya, soalnya bahaya kalau sampai roh jahat menemukan gelang itu, bisa-bisa mereka menguasai dunia ini."


"Tapi dimana kita bisa menemukannya?"


"Yang aku tahu, roh jahat itu akan mencari media untuk dia hidup. Bisa jadi dia ada di sekitar kita," sahut Wahid.


Ilham dan Wahid tampak berpikir, mereka bingung harus di cari dimana gelang itu.


***

__ADS_1


Sementara itu, di kamar Mawar...


Bunga melihat-lihat kamar yang menjadi tempat tidur buat dirinya dan Mawar. Kamar itu tidak terlalu besar tapi sangat nyaman, foto-foto dirinya dan Mawar pun tampak tersebar di dinding kamat itu membuat Bunga menyunggingkan senyumannya.


Bunga duduk di pinggiran ranjang dan dia ingat dengan perkataan saudara kembarannya itu.


"Apa benar, aku meninggal karena dibunuh? tapi siapa yang sudah membunuhku dan apa motif orang itu membunuh aku?" gumam Bunga.


Tiba-tiba kepala Bunga terasa sangat pusing, Bunga memegang kepalanya. Seketika bayangan-bayangan saat dia menolong Mawar yang tertabrak bus dan tiba-tiba ada seseorang yang memukul kepalanya dari belakang.


Bunga hanya melihat samar-samar wajah pria itu sampai akhirnya dia jatuh tak sadarkan diri.


"Siapa orang itu," gumam Bunga dengan masih memegang kepalanya.


👻


👻


👻


👻


👻


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2