OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
What Happen With Me.


__ADS_3

What happen with me.


.


.


.


.


Aku merasakan sakit dikepala ku, namun aku tidak berhenti berjalan, bahkan kepala ku tidak tertunduk. Aku terus berjalan sambil mengangkat kepala ku dengan angkuh.


"Manusia lemah..." Suara itu kembali terdengar didalam telinga ku.


"Serahkan saja setengah tubuh ku kepada ku.." lagi dan lagi suara itu terdengar.


Tidak sadar bahwa aku sudah sampai dihadapan rumah, dengan ajaib rasa sakit itu menghilang, aku dapat menguasai kembali tubuh ku.


"Ah, akhirnya kamu kembali, cepatlah." Ternyata kak Eva sudah menunggu di depan pintu rumah.


"Iya sebentar kak, diwarung tadi rame." Ujar ku memasuki halaman rumah.


.


.


.


"Ares, aku minta buatin nasi goreng dong.." itu bukan kak Eva. Tapi Brian, yang tidak tahu malunya meminta ku memasak makanan untuk dirinya.


"Kau hantu yang tak sadar diri." Jawab ku yang sedang duduk diatas meja belajar ku.


"Aku sudah lama tidak memakan itu."


"Memangnya hantu makan?" Tanya ku kepadanya.


"Kau pikir hanya manusia dan hewan saja yang butuh makanan? Kami para hantu juga butuh!" Dia berkata.


"Tapi bersihin kamar mandi aku ya?" Tantang ku.


"Ogah.." jawabnya seenaknya lalu mengangkat tangan keatas dalam posisi tidur.


"Aku masakin nasi goreng, kamu bersihin toilet aku." Aku bernegosiasi.


"Sekali engga ya engga."


"Kalau begitu aku ga--" kalimat ku terputus. seperti ada yang melarang diri ku untuk mengatakan sesuatu.


Tubuh ku juga tidak bisa digerakkan, aku berusaha dengan tenaga yang ku pikir sangat kuat agar tubuh ku bisa digerakkan. Namun entah kenapa, semakin kuat aku berusaha lepas, semakin kuat aku tidak bisa bergerak, rasanya tubuh ku diremas, aku juga tidak dapat bernafas dengan baik.


"Kamu kenapa?..." Aku bisa mendengar suara Brian.


"Ares?!" Panggilan Brian adalah kalimat terakhir yang ku dengar sebelum tubuh ku terjatuh kelantai


Aku sadar bahwa tubuh ku pingsan, tapi disisi lain aku berada disebuah ruangan yang gelap.ini seperti ruangan didalam tubuh ku. Tempat ini persis dimana aku bertemu hantu yang tampan itu.


Entah kenapa, tubuh ku dililit oleh rantai rantai berduri sehingga tubuh ku tak bergerak.


"Ada orang disisi?" Aku sedikit meninggikan suara.


Ketika tidak mendapat jawaban, aku kembali mengatakan hal yang sama.


"Hallo..ada orang disini?"

__ADS_1


Lagi, aku tidak mendapatkan jawaban.


"Hallo, aku perlu bantuan.."


Dan aku sadar, bahwa disini hanya ada aku. Jadi aku memutuskan untuk berdiam dan menunggu keajaiban, mana tau ada orang yang menolong ku.


Bisa ku tebak sudah 15 menit aku berada disini, aku tidak tau bagaimana nasib tubuh ku yang tergeletak pingsan dikamar.


30 menit..


Satu jam...


Dua jam...


Oke, aku jengah sekarang. Kaki ku sudah pegal terlalu lama berdiri.


"Siapapun yang melakukan ini keluarlah! Aku tau kau disini! Katakan apa yang kau ingin kan!" Ucap ku lemah tapi dengan nada yang tegas.


Tak lama cahaya merah berpadu dengan hitam menuju kearah ku dan sedetik kemudian cahaya itu berubah menjadi sosok hantu tampan yang bertemu dengan ku kemarin.


"Kau lagi! Apa yang kau ingin kan!?" Aku bertanya dengan volume yang keras. Dia masih diam tak menanggapi.


"Lepaskan aku! Berani nya kau!! Akan ku panggil Cristy dan ku minta dia untuk membunuh mu!" Ujar ku membawa nama Cristy.


"Hn??" Hanya itu yang keluar dari mulutnya diiringi dengan kepalanya yang dimiringkan kearah kanan.


"Ayolah, ku mohon. Lepaskan aku!" Aku memohon kepadanya. Jujur saja, siapa yang tidak merasa kan pegal ketika sudah berdiri selama 2 jam lebih?


"Tidak mau.."


"Kau gila ya! Lepas kan aku!"


"Tidak mau.." jawabnya singkat, padat, jelas, namun memuakkan.


"Tubuh mu." Jawabnya datar.


"Ha? Apa kau bilang? Dasar hantu sialan!" Ucap ku ketika mendengar jawabannya.


"Hantu? Aku bukan mahkluk rendahan seperti mereka." Sombongnya.


"Lepaskan aku sekarang atau aku panggil Cristy!" Ancam ku yang tampak sia sia.


"Panggil saja.. mahkluk sepertinya bahkan tak sanggup menggores kecil pada diri ku."


Wah hantu ini sangat sombong. Mungkin jika tubuhnya diberikan kepada anjing hutan akan menjadi pemandangan yang menyenangkan.


Tapi, sebanyak apapun aku memanggil nama Cristy, dia tidak datang kepada ku. Cristy jahat banget, disaat yang seperti ini dia malah tidak datang.


"Kau lihat? Dia tak akan bisa menemui mu."


"Baik lah, seperti yang kau mau, akan ku lakukan. Setidaknya lepaskan rantai ini dan biarkan aku duduk." Aku berucap.


Seketika rantai itu menghilang dan dia berbalik kearah ku dengan senyum.


"Jadi? Bersedia berbagi tubuh?" Tanya nya, aku menghela nafas. Ingin sebenarnya menolak, karena bisa saja akan berakibat fatal dengan tubuh ku. Namun jika aku tidak menerimanya, sudah ku pastikan aku tidak akan pulang Ketubuh ku kembali.


"Baiklah, tapi dengan satu syarat." Ucap ku yang sedang berduduk.


"Syarat? Baiklah, apa syaratnya?"


"Kau boleh menguasai tubuh ku dengan persetujuan ku." Aku berbicara, sedikit gugup tentunya. Karena takut mahkluk yang berada dihadapan ku ini akan mengamuk.


"Baiklah.." ucapnya santai.

__ADS_1


Apa? Serius dia menerimanya? Astaga! Ada apa dengan hantu ini? Kenapa dia mau?


"Sebenarnya kenapa kau ingin menguasai tubuh ku?" Tanya ku kepadanya.


"Harus ku ceritakan?.." tanya nya dan aku mengangguk dengan pasti.


"Kau itu cacat!"


Cacat? Lihat aku? Aku begitu sempurna.


"Bukan cacat yang seperti itu.." seolah olah dia paham apa yang ada didalam pikiran ku.


"Sebenarnya ketika kau berada dikandungan. Kau sudah mati, karena ibu mu tidak sengaja terpeleset didalam kamar mandi." Aku sedikit kaget dengan penjelasan nya.


"Namun, ayah mu. Memohon kepada sang pencipta agar anak nya tidak kenapa napa. Namun sang pencipta tidak mengabulkan doa nya. Kamu lahir pada usia kandungan ibu mu yang menginjak 7 tahun."


Dari mana dia tau semuanya?


"Bagaimana kau tau semua?" Tanya ku heran.


"Aku yang memberi mu jiwa. Jiwa ku tentunya, apa kau tidak sadar bahwa wajah kita memiliki banyak kemiripan?" Mendengar itu aku segera membandingkan ku dengan dirinya, dan ternyata benar, kami sedikit mirip. Terlihat jelas pada area bibir, hidung, serta rahang yang tegas dan pipi yang tirus.


"Kau sudah mati, namun aku memberikan jiwa ku kepada mu, lalu kau hidup kembali. Saat kau lahir. Kepala mu sangat besar dengan bola mata yang bulat. Hidung kecil, dan telinga sekecil telinga tikus. Tubuh mu kuning, kaki dan tangan mu bagaikan ekor tikus. Satu hal lagi..alasan kenapa kau bisa melihat arwah dan iblis itu karena kau adalah aku, dan aku adalah kau." Ujarnya panjang lebar.


"Kau tidak bercanda bukan?" Tanya ku kepadanya. Memang benar semua yang dia katakan. Bentuk tubuh ku saat lahir bisa dikatakan seperti mahkluk luar angkasa.


*Apa aku terlihat bercanda? Lihatlah kau pasti memiliki tanda ini pada tulang rusuk sebelah kiri mu. ." Dia berucap sambil menyingkap baju nya dan terlihat lingkaran kecoklatan disana. Dan itu sama seperti milik ku.


"Pada punggung mu juga terdapat tanda hitam." Ujarnya kepada ku. Aku tau sekarang, dia tidak bercanda.


"Jadi?.." aku bingung harus berkata apa sekarang.


"Jadi, sebenarnya kau adalah aku..dan aku adalah kau." Ucapnya singkat dan sangat ku pahami. Walau masih ada rasa bingung didalam hati dan pikiran.


"Kembalikan aku..ku mohon..aku bersedia jika kau ingin menggunakan tubuh ku.." ujar ku sambil mengingat namanya.


"Nama ku Jonathan Jylon Hazelnucth..." Ujarnya seakan tahu apa yang aku pikirkan.


"Tentu aku tau apa yang kau pikirkan. Ingat? Aku adalah kau."


"Jadi? Sebenarnya aku ini apa?" Tanya ku. Jika aku manusia, tapi jiwa ku adalah jiwa iblis. Jika aku iblis. Tapi aku adalah manusia.


"Lebih tepat nya kau adalah iblis."


.


.


.


T


B


C


.


.


.


Until next time...

__ADS_1


__ADS_2