OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Thinking You Can't Live Without Me.


__ADS_3

think you can't live without me


.


.


.


.


Suara yang indah membuat tulang ku seakan akan remuk, banyaknya darah keluar dari kepala ku.


Pada akhirnya..


Aku mati...


Ditangan mereka...


Para hantu...


.


.


.


.


Mereka seakan akan tertawa dengan hancurnya tubuh ku yang jatuh dari ketinggian. Rasanya sangat sakit, begitu sakit sehingga terasa akan mati karena sudah mencapai batas. Namun, lagi dan lagi tubuh ku seolah tidak diizinkan untuk itu.


Aku serasa harus merasakan rasa sakit ini hingga aku benar benar mati. Begitu banyak darah yang keluar, dapat ku rasakan darah itu mengalir dari kepala ku.


Tulang rusuk ku serasa patah. Aku terjatuh dengan posisi bagian depan ku mencium tanah. Beberapa tulang yang lain mungkin retak.


Aku masih bisa merasakan bahwa detak jantung ku melemah, mata ku bergerak gelisah menatap mereka. Mereka? Ya! Para hantu yang melihat kondisi ku yang mengenaskan. Mereka memasang ekspresi datar, ada juga yang terlihat seolah senang, dan ada juga terlihat sedih namun wajah sedih itu memancarkan aura bahagia yang tidak bisa dibendung.


Apa mereka senang aku mati seperti ini?


Tubuh ku tidak bisa digerakkan. Jika aku harus mati, kenapa tidak langsung mati saja sekalian? Kenapa aku harus menderita dengan tatapan bahagia para hantu disekitar ku? Kenapa aku harus menderita karena rasa sakit yang begitu kuat namun aku tak dapat memejamkan mata ku.


Kembali lagi sebuah kalimat terngiang di kepala ku.


'kami akan menyambut mu.....dineraka.... Khihihihi...'


Suara itu berhenti sebentar, namun sedetik kemudian suara itu kembali terdengar.


'para iblis dan penghuni neraka...menyambut kedatangan penghuni baru.....'


Mendengar kalimat terakhir, tubuh ku mati rasa, detak jantung ku kian melemah. Mata ku serasa akan keluar jika aku tidak segera menutup kelopak mata ku.


Satu kalimat kembali terdengar...

__ADS_1


'berkumpulah bersama keluarga mu...'


Kemudian gelap...


.


.


.


.


Aku tidak tau apa yang terjadi pada tubuh ku, aku tersadar disuatu tempat yang aku yakini ini bukanlah dunia dimana manusia tinggal.


Ruangannya begitu putih dengan pintu mengelilingi ku.


Brakkkkk....


Suara salah satu pintu membuat ku sedikit kaget, dan tak lama pintu lain juga terbuka dengan sendirinya.


Aku pikir pintu ini adalah penghubung dunia ku dengan dunia yang lain. Ternyata tidak, pintu itu seperti layar monitor yang menampilkan semua memori ku. Semua hal yang terjadi pada ku, semuanya tanpa terkecuali.


Aku bisa melihat dimana diri ku yang masih bayi diasuh oleh Tante ku.


Aku bisa melihat diri ku ketika bertemu Deden, who? Anak kecil yang menjadi korban kecelakaan. Dan dia adalah hantu pertama yang ku lihat.


Semua hal di tunjukan pada ku hingga semuanya selesai, selesai? Ya..pintu itu berhenti menampilkan ingatan ku setelah peristiwa dimana aku menjatuhkan diri ku dari atas balkon kamar ku.


Dalam sekejam pintu itu menghilang..


Tidak ada apa apa lagi yang bisa aku lihat, semuanya putih, aku tidak tau harus kemana karena aku tidak tau jalan keluar dari tempat ini.


"Pada akhirnya...kau tidak bisa hidup tanpa ku ya..." Suara seseorang terdengar.


"S..siapa?" Aku menelan ludah ku karena gugup.


"Pada akhirnya...aku harus bersama mu kembali ya.."


"Katakan siapa? Keluarlah!!" Takut sebenarnya, tapi begitu penasaran dengan suara yang terdengar itu.


"Pada akhirnya...aku kembali bertemu dengan mu..." Suara yang tidak ku ketahui asalnya itu terus saja terdengar.


"Pada akhirnya kau harus hidup berdampingan pada ku..."


Kalimat itu berhenti dan dihadapan ku muncul sebuah pintu yang terbuat dari baja, dengan dekorasi dan sisi seperti mulut seekor naga?


Greeeekkkkk....


Suara pintu yang terbuka sedikit demi sedikit, dan ketika pintu itu terbuka, seseorang yang sangat mirip dengan ku keluar.


Begitu mirip sehingga aku mengira dia adalah kembaran ku. Hanya saja dua tanduk yang menjulang keatas itu menandakan dia bukan manusia. Sayap hitam yang lebar dipunggungnya sangat kokoh sehingga terlihat seperti sebuah perisai dan senjata.

__ADS_1


Tunggu..


Aku mengingat sesuatu...


Tapi..


Aku tidak bisa mengingatnya....


"Mengingat diri ku?..." Tanya nya.


Dan seketika aku mengingat semua kilas balik, aku ingat seseorang dihadapan ku ini, seseorang yang muncul dimimpi ku.


Iblis!


"Tidak perlu terkejut seperti itu..." Ujarnya. Tau bagaimana nada suaranya? Begitu dingin.


"Aku menemui mu melalui mimpi..bagaimana? Hebat bukan?..." Tanya nya kepada ku yang hanya bisa diam membisu.


"Kau?..." Hanya itu yang dapat ku katakan setelah berdiam beberapa detik.


"Jonathan Jylon Hazelnucth...iblis yang separuh jiwanya...berada pada mu..."


Ujarnya begitu dingin dan dengan cepat menarik ku masuk kedalam pintu itu. Apakah ini pintu menuju neraka? Pintu yang berada di mulut raja iblis bernama Leviathan?


Aku tertarik kedalam dan terjatuh, udara disini sangat panas, namun sangat dingin. Tempat ini begitu nyaman seolah oleh ini memanglah tempat dimana aku berada.


Aku bersama iblis yang bernama Jonathan ini terjatuh sangat dalam, begitu dalam sehingga tubuh ku belum sampai dipermukaan.


Begitu dalam, aku merasakan sensasi yang berbeda beda, aku tidak dapat menjabarkannya. Kadang aku merasa sangat bernafsu..kemudian aku merasa sangat kikir...lalu aku merasa ingin menjadi orang paling rakus...hingga aku berubah menjadi sangat malas...semakin dalam..aku merasa bahwa aku sangat sangat marah..jatuh lebih dalam..aku merasa bahwa aku sangat Hiri akan orang lain, dan anehnya aku tidak jatuh.aku seperti menyelam lautan, membuat tubuh ku menjadi dingin...hingga pada akhirnya aku sampai pada permukaan, kali ini aku merasa bahwa aku adalah orang yang paling sombong, berkuasa akan segalanya.


Aku menatap keatas ingin memastikan seberapa jauh aku jatuh, dan aku tidak berani mengatakannya. Aku seperti jatuh pada jurang tanpa dasar, aku terjatuh, namun tubuh ku tidak mendapatkan luka.


"Selamat datang...dikerajaan kita..."


Aku sedikit tertegun..kerajaan? Kita?


Disana Jonathan berdiri dengan angkuh, menarik tangan ku untuk masuk kedalam tepat yang ia sebut sebuah kerajaan. Melewati gerbang, gerbang yang begitu besar yang dijaga oleh mahkluk bertanduk.


Menunduk ketika Jonathan berjalan melalui mereka, seolah olah Jonathan adalah orang yang paling berkuasa didaerah ini.


"T..tunggu!" Ujar ku kemudian berhenti berjalan.


"Sebenarnya ini dimana? Dan kamu siapa?" Tanya ku penasaran. Karena jujur saja, aku sedikit ragu untuk masuk kedalam tempat mengerikan yang disebut dengan kerajaan itu.


"Kita berada dirumah diri ku..." Ha? Dirinya? Aku ya aku..dan dia ya dia..aku tidak mengerti.


"Kita berada dineraka paling dalam, dan kau adalah aku..dan aku adalah kau...kau bertanya siapa aku? Nama lain ku ...Satan..Raja iblis yang mewakili dosa besar... kesombongan.."


.


.

__ADS_1


.


Until next time.


__ADS_2