OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
He Is The King?


__ADS_3

He is the king?


.


.


.


Sinar pagi memaksa ku terbangun dari tidur ku. Ku kedipkan mata ku beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam penglihatan ku.


Aku mendudukkan tubuh ku, ada cairan yang keluar dari mulut ku dan tentu saja aku seka menggunakan lengan baju yang ku gunakan.


Namun, aku kaget ketika yang ku seka bukanlah air liur. Tapi darah!


Sontak aku menuju cermin dan terlihat wajah jelek ku dipenuhi dengan lumuran cairan berwarna merah.


Oh my God?


What happen?


Blood?


Aku teringat kejadian kejadian yang menimpaku.


Tapi kan itu hanya mimpi!


Lagi, aku terbatuk dan mengeluarkan darah.


Aku pun tersadar ketika kamar ku sangat berantakan. Jendela terbuka lebar, buku yang berjatuhan. Bahkan tirai jendela ku terlepas.


Aku segera kekamar mandi dan membersihkan noda darah ini dari tubuh ku.


Setelah itu aku segera membereskan kekacauan yang terjadi.


Aku masih bingung, apa yang telah terjadi dikamar ku? Pertanyaan aneh mulai memenuhi kepala ku.


Aku kira aku hanya bermimpi monster mengerikan yang membunuh ku. Ternyata tidak, tapi jika itu nyata. Sudah pasti aku telah mati.


Selesai membersihkan kamar, aku segera turun kebawah untuk sarapan. Didapur terlihat kak Eva sedang memasak makanan.


"Woaah..masak apa nih kak?" Tanya ku penasaran melihat kak Eva yang memotong bawang dan cabe.


"Ah, kebetulan kamu sudah bangun. Kamu lanjutin ya! Buatin nasi goreng! Kakak ada tugas dari kantor!" Dan setelah itu kak Eva langsung pergi ke kamarnya.


Dan dengan terpaksa aku membuat nasi goreng. Memasaknya dengan hati yang jengkel, namun hasilnya tetap memuaskan.


"Kak Eva! Udah siap nih nasi goreng nya!" Ucap ku sedikit berteriak.


"Sebentar!" Teriakan terdengar dari suara kak Eva.


Karena perut ku yang sudah terlalu lapar, aku makan duluan. Makan dengan tenang dimeja makan.


Asik dengan makanan, mata ku terlalu hebat sehingga melihat ada bayangan merah bergerak dengan cepat.


Well, ini pertama kalinya ada hantu memasuki rumah ini.


Nasi goreng dalam piring ku sudah habis, namun kak Eva masih belum ke dapur. Aku berinisiatif untuk mengantarkan nasi goreng miliknya kekamar. Kamar kak Eva berada di area ruang keluarga, hanya aku saja yang punya kamar diatas.

__ADS_1


Aku membawa piring ditangan kanan dan segelas air putih di tangan kiri.


Ketika sudah sampai didepan kamar kak Eva. Hantu yang tadi ku lihat datang lagi. Namun tidak berdiam diri, hanya saja dia melayang dengan gerakan yang sangat cepat.


"Kak buka!" Ucap ku.


"Iya, sebentar." Dan beberapa detik kemudian pintu terbuka menampilkan kasur kak Eva yang berserakan dengan dokumen dokumen.


Tunggu!


Apa Mata ku sedang sakit?


Bertahun tahun lamanya tidak ada satu pun hantu yang berani masuk kedalam rumah, mereka hanya sebatas dijendela saja.


Tapi kenapa dibawah kasur kak Eva terdapat kepala? Dia yang melihat ku langsung mendekat!


Aku terkejut ketika mendapati lehernya sangat panjang! Mungkin menyaingi leher jerapah. Hantu itu mendekati ku. Namun aku sudah terbiasa sehingga aku tak panik.


Ah lebih baik aku membantu kak Eva. Lagian tidak aman juga dia ditinggalkan sendiri dengan beberapa jenis hantu ini.


"Kak, mau aku bantuin gak?" Tanya ku.


"Emangnya kamu ga ada tugas?" Kak Eva malah menanyai ku balik.


"Udah selesai kak, sini aku bantuin." Ucap ku.


"Yaudah, tolong kamu ketik dokumen ini." Kak Eva berucap sambil menyerahkan beberapa dokumen.


"Oke kak!" Ucap ku langsung menuju laptop milik kak Eva.


Aku mulai mengetik, sesekali melirik kak Eva. Di atas kasur kak Eva sedang mengangkat telepon dari seseorang.


Namun aku mencoba mengabaikannya, tangan ini semakin terlihat jelas hingga muncul sosok hantu dengan tubuh dipenuhi bulu yang sangat menyeramkan. Kurus, dipenuhi bulu, ditambah pada wajahnya tidak terdapat bola mata.


Dan tak lama kemudian, kak Eva merasakan sakit dipunggung ya.


"Aww..sakit banget." Lirih kak Eva, nasi goreng yang ku berikan terabaikan.


"Kenapa kak?"


"Bagian pundak, punggung, dan perut kakak sakit." Ucapnya menjelaskan.


Melihat kak Eva yang kesakitan, entah kenapa dalam benak ku untuk memanggil nama Cristy. Tapi sangat disayangkan Cristy tidak menjawab.


Otak ku berpikir, bagaimana caranya menghentikan aktivitas hantu jelek itu.


Tiba tiba hantu yang berada didalam kamar kak Eva menghilang. Aku tidak tau mengapa, namun aura yang sangat sangat besar berada dibelakang ku.


Kak Eva yang tidak memiliki kemampuan apapun seperti terkena efek dari tekanan energi yang dihasilkan oleh mahkluk dibelakang ku, yang membuat kak Eva sesak nafas dan sedikit kepanasan.


Energinya terlalu besar sehingga aku enggan untuk menoleh kebelakang. Aku berdoa kepada Tuhan agar mahkluk ini dijauhkan dari tubuh ku. Hantu hantu yang semula berada dikamar kak Eva memang sudah pergi, namun ada beberapa diantara mereka yang penasaran sehingga menatap dari jarak yang jauh.


Aku berdoa kepada Tuhan, dan sedetik kemudian aroma yang sangat ku kenal memasuki Indra penciuman ku.


Cristy!!


She's back!!

__ADS_1


Aku mengira jika Cristy datang, maka monster dibelakang ku akan pergi, namun pemikiran ku salah. Aku merasakan tekanan yang berasal dari depan ku, tepatnya didekat kak Eva, disana ada Cristy dengan wujud mengerikannya.


Aku mengajak kak Eva keluar dari kamarnya, bagaimana aku bisa membiarkan kak Eva didalam bersama 2 monster? Aku membawa kak Eva kedapur sambil menunduk kebawah, aku sangat takut dengan monster yang sedang dihadapi Cristy.


Namun entah keberanian dari mana, aku melangkahkan kaki kekamar kak Eva dan sesaat aku membuka pintu, aroma sejuk dari Cristy seolah memudar, Cristy saat ini sudah berubah menjadi wanita lagi.


Aku dengan Berani melihat sosok yang dihadapi Cristy, hingga sorot mata merah itu bertemu dengan mata ku. Tatapan tajam, sayap yang lebar, dan dia dikelilingi aura berwarna hitam dan merah. Okey, ku tebak dia hidup sudah ratusan tahun.


"Bukan..."


Aku terkaget mendapati mahkluk bermata merah itu bersuara, suaranya sangat rendah namun sepertinya sangat menyakit kan ditelinga para hantu, bagaimana bisa aku mengatakan itu? Karena aku melihat Cristy berteriak kencang, dan hantu hantu lemah hancur karena suara rendah milik sosok dihadapan ini.


Dan hebatnya!


Dia bisa baca pikiran ku?..


"Aku tercipta dari lahar yang sangat panas, sebelum bangsa manusia menginjakan kakinya di semesta, aku sudah ada." Ujarnya dan hei, ternyata dia sudah sangat tua?


Dan hanya berbicara sedikit dia langsung menghilang, tapi lebih tepatnya terbang, karena dia melebarkan sayapnya dan terbang menembus langit langit kamar. Aku sempat khawatir jika langit rumah sampai roboh, namun aku bernafas lega karena mahkluk itu bisa menembusnya.


Aku teringat pada Cristy yang kesakitan.


Aku ingin membantu, tapi tidak tau caranya. Mau diobatin, tapi ga ada luka.


"Aku baik baik saja." Ucapnya.


"Ouh oke." Jawab ku singkat, padat, jelas, mudah dipahami, gak bertele tele..


"Aku hanya butuh istirahat, kau tau? Melawan raja iblis seperti dirinya membutuhkan tenaga yang sangat sangat besar, dan jangan lupa, kemarin malam dia adalah iblis yang turun ke bumi. Dan dia yang menyerang mu.." ujar Cristy..


What?..


Well..


Please.. i don't understand..


Raja iblis? He is devil?


Woaah!! Mengesankan!


Wait, why i'm so happy?


Ingat Ares, dia mahluk Yang ada didalam mimpi mu dan berniat membunuh mu.


.


.


.


T


B


C


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2