OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
The Teacher


__ADS_3

The teacher


.


.


.


Cristy memberi ku banyak informasi. Ternyata yang ku hadapi kemarin adalah raja iblis. Cristy bilang, raja iblis akan turun ke bumi sekitar jam 2 pagi. Pantas saja auranya begitu menyeramkan.


Setiap hari aku bertemu dengan hantu, baik dari arwah penasaran, jin, siluman, dan lainnya. Namun baru kali ini aku bertemu dengan iblis. Malahan, langsung bertemu dengan rajanya.


Kini aku sedang berada disekolah, sejak kejadian dimana rumah ku didatangi banyak hantu. Cristy tidak lagi berada di aula olahraga, Cristy memilih tempat dirumah ku, aku tidak tau apa yang membuat Cristy mau melindungi ku dan keluarga ku, ketika ku tanya, jawabannya selalu berbalas Budi karena sudah membantu mencari batu miliknya. Jika dikatakan risih, ya sebenarnya tidak. Kenapa? Mungkin karena sudah biasa dan sudah menganggap Cristy adalah teman.


Kembali dimana aku berada sekarang, yaitu sekolahan. Teman teman ku Shifa dan Natasya lagi sibuk. Tau sibuk kenapa? Sibuk dengan tugas yang belum mereka kerjakan.


Ketika aku datang kesekolah pukul 07:00 mereka berdua sudah berada didepan kelas menghadang ku untuk meminta jawaban.


Dan ternyata mereka sudah datang pukul 06:30, mereka mengerjakan beberapa soal yang mudah saja, soal yang sulit mereka kerjakan nanti. Kenapa Shifa dan Natasya tidak mengerjakan tugasnya dirumah? Bukannya tidak mengerjakan, hanya saja tugas nya sangat banyak, dan waktu pengerjaannya hanya kurang dari 2 hari.


Aku yang sudah selesai lebih memilih menyiram tanaman di hadapan kelas yang sudah tampak layu. Bahkan tanahnya sudah kering.


Tak jarang ku lihat ada anak anak kecil berlarian kesana kemari, kadang aku tertawa melihat mereka, dan terkadang sedih. Diusia yang masih balita, mereka sudah kehilangan nyawa mereka, kita tidak bisa mengalahkan sang pencipta karena itu sudah takdir mereka.


Aku sering diajak bermain bersama mereka, kadang aku ikut, kadang tidak. Beruntung mereka mengerti bahwa aku adalah mahkluk yang masih memiliki raga.


"Uwuwuw...kakak~..main yukkk..." Ucap nya ketika aku sedang menyiram tanaman.


Aku tersenyum melihat mereka.


"Nanti ya dek, kapan kapan saja.." jelas ku.


Mereka tampak mengerucutkan bibir mereka membuat ku tertawa.


"Ares! Kamu kenapa ketawa?" Ucap seseorang tiba tiba, aku langsung mematung lalu menoleh kebelakang dan ternyata disana ada Risky.


"Ah, disana ada anak kecil. Dia meminta ku untuk bermain." Ucap ku jujur sambil menunjuk ke arah gerombolan anak kecil, lagian Rizky sudah tau jika aku bisa melihat mereka.


"Jangan ikut!" Larang Rizky.


"Lah? Memangnya kenapa? Lagian mereka baik kok." Jelas ku kepada Rizky.


"Mereka itu hantu Res! Kamu jangan main main sama mereka! Bahaya." Dan kini aku mulai kesal dengan Rizky.


"Suka suka aku dong.." ucap ku lalu melanjutkan menyiram tanaman, mengabaikan Rizky yang masih mengoceh.


Tak lama suara bel masuk berbunyi, semua siswa masuk kekelas, aku yang ingin masuk kelas terlebih dahulu melambaikan tangan ku kepada anak anak kecil itu.


.


.


.


Didalam kelas tampak senyap, beberapa diantara mereka masih menyelesaikan tugas dengan cepat.


Detak jantung mereka berpacu kencang menunggu kehadiran seorang guru. Namun, beberapa menit kemudian, yang datang bukan lah guru yang akan mengajar.


Guru yang mengajar itu wanita, sedangkan yang masuk kekelas ini guru pria.


Kami yang ada dikelas sedikit heran, karena bapak ini hanya mengajar matematika dikelas.


"Hallo anak anak..selamat pagi.." ucap bapak itu dan kalian sudah pasti tau apa yang akan kami sekelas lakukan.


"SELAMAT PAGI PAK!!" dan itulah yang kami lakukan. Menjawab dengan kompak diiringi suara yang kencang, bahkan ada yang berteriak.


"Bapak disini akan menggantikan ibu Selly untuk mengajar Matematika, karena ibu Selly sedang demam sehingga tidak dapat hadir." Beberapa orang nampak lega karena guru yang bisa dikatakan killer tidak masuk, dan sudah pasti tugas tidak diantar.


Namun itu hanya beberapa menit setelah suara bapak itu kembali mengintstupsi.


"Ibu Selly bilang, kalian diberi tugas matematika 30 soal, jadi ibu Selly mau tugasnya diantar hari ini juga dan diletakkan diatas meja ibu selly. Jadi silahkan kalian kumpulkan tugas kalian dan ketua kelas harap dapat mengantarkan kemeja ibu Selly. Kemudian catat bagi yang tidak mengumpulkan." Ucap bapak itu membuat seisi kelas hening.

__ADS_1


Namun itu tidak terjadi lama, ketika ketua kelas sudah melakukan tugasnya. Keadaan ceria kembali ketika bapak itu bilang, materi untuk kalian akan dilanjutkan Minggu depan. Karena ibu Selly berkata kalian sudah menguasai materi yang sebelumnya.


Jadilah kami didalam kelas, Saling memperkenalkan diri, bapak itu masih muda ternyata. Namanya Pak Riyo, umurnya baru 30 tahun dan sudah 5 tahun mengajar disekolah ini. Dia mengajar dibidang matematika, fisika, kimia, dan biologi. Bapak Riyo sangat tampan, sehingga siswa perempuan tak kadang membuat candaan dengan mengatakan bapak Riyo tampan dan meminta nomer ponsel ataupun akun sosial nya.


Kami bercanda tawa, aku pun ikut senang karena keadaan kelas yang cukup bahagia. Tiba tiba muncul sosok wanita cantik dengan rambut yang lumayan panjang. Dia menatap teduh kepada pak Riyo.


Aku tertegun melihatnya. Bertanya tanya, siapa wanita itu?


Terlihat dia tersenyum, namun sedetik kemudian berubah sedih. Aku tak tau apa hubungannya dengan pak Riyo sehingga membuat wanita itu menempel pada pak Riyo.


Karena penasaran, aku permisi kepada pak Riyo untuk pergi ke toilet, dan itu hanya alasan karena didalam hati ku aku berkata.


"Hai..kamu yang disana, aku bisa membantu mu.. ikuti aku.." itulah yang ku ucapkan dihati.


Perempuan itu seolah mendengarnya lalu mengikuti ku, namun aku tak ketoilet, tapi pergi ke halaman belakang sekolah yang sangat sepi.


"Maaf sebelumnya tapi, kamu siapa?" Aku memberanikan diri bertanya.


"Aku senang jika kau bisa melihat ku.." ujarnya.


"Aku dapat melihat mu, jadi apa yang kamu lakukan dengan tubuh pak Riyo?"


"Tenang lah nak, jangan khawatir..aku istri nya yang meninggal dua tahun yang lalu." Ujarnya.


"Apa kamu ada pesan yang harus kamu sampaikan ke pak Riyo? Sehingga kamu tidak tenang dan masih didunia ini?" Aku kembali bertanya, sedikit kaget ketika mendengar fakta bahwa pak Riyo sudah mempunyai istri.


"Yaa...apa kamu mau membantu?.." aku tersenyum lalu mengangguk.


.


.


.


Aku kembali kekelas, hal biasa terjadi, belajar, mengerjakan tugas, istirahat hingga waktu pulang tiba.


Aku bergegas keruang guru untuk menemui pak Riyo. Aku bersyukur ketika dia masih berada disana.


"Aresta?" Tanya pak Riyo yang melihat ku berada disisinya.


"Iya pak." Ucap ku.


"Ada apa menemui saya?"


"Mohon maaf sebelumnya pak jika saya lancang, tapi saya harus menyampaikan sesuatu dari istri bapak." Ucap ku yang membuatnya membelalakkan mata.


"Apa maksud kamu?" Suaranya sedikit terdengar seperti orang yang bingung.


"Mohon maaf pak jika saya lancang tapi..saya kenal istri bapak. Namanya Tiara, umur nya ketika meninggal adalah 27 tahun, dan meninggal karena tertabrak mobil." Aku menjelaskan dan lagi bapak itu tampak terkejut.


"Kamu tahu dari mana!" Bapak itu bertanya sambil berdiri dari duduknya.


"Saya bisa melihatnya pak, istri bapak sedang berada dibelakang bapak, dia punya sesuatu yang harus dia katakan pada bapak." Ucap ku, seharusnya aku biasa saja, namun entah kenapa air mata ku jatuh keluar.


Dan seketika badan ku memanas dan kepala ku pusing sehingga membuat ku menutup mata.


"Maaf.." ujar seorang wanita yang tak lain adalah istri pak Riyo.


"Maaf sudah menggunakan tubuh mu.." ujarnya lagi namun aku tersenyum menandakan tidak apa apa.


Bisa dibilang aku sedang dirasuki oleh istri pak Riyo. Aku berada didalam ruangan hitam, aku bisa melihat ada istri pak Riyo dihadapan ku sedang berbicara dengan pak Riyo. Aku bisa mendengarkan dan aku bisa melihat interaksi mereka berdua.


"Maaf kan aku tiara.." ucap pak Riyo.


"Tidak apa apa. Aku bisa mengerti.." itu suara ku. Namun itu dari Tiara.


"Aku hanya bisa sebentar menggunakan tubuh anak baik ini. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu, hidup lah dengan tenang, jangan pikirkan masa lalu. Ini sudah takdir ku. Kau tau? Aku tidak pernah marah atas kematian ku dan rasa cemburu ku ketika kau punya wanita lain." Ucap Tiara menggunakan tubuh ku.


Aku terkejut ketika mendengarnya.


Jadi pak Riyo berselingkuh dengan wanita lain?

__ADS_1


"Maafkan aku Tiara. Ku mohon maafkan aku.." itu suara pak Riyo yang menangis sambil berlutut.


"Kau lucu, hehe..tenang lah..sudah ku katakan aku tidak marah, aku hanya sedih melihat mu menderita karena memikirkan ku. Riyo, tolong biarkan aku tenang disisi Tuhan, biar kan aku tenang dengan cara berhenti menyesal atas kematian ku.." Tiara berkata.


Aku menangis, ternyata ini begitu sakit. Entah kenapa aku ikut merasakan rasa sakit hati yang diderita Tiara.


"Riyo, jaga diri baik baik. Aku selalu mengawasi mu. Aku akan mengingatkan mu jika kau kembali berbuat kesalahan. Riyo...terimakasih..terimakasih untuk beberapa tahun yang penuh kebahagian..aku senang bisa bertemu dan menjadi istri mu..Riyo..selamat tinggal." Tiara berucap dan kulihat tubuh ku terjatuh kelantai.


Aku masih berada diruangan hitam bersama arwah Tiara.


"Maaf kan aku ya. Karena aku, kau merasakan rasa sakit yang ku alami." Ujar nya kepada ku.


"Tidak apa apa..aku turut berduka cita atas musibah yang menimpa mu." Aku menjawab dengan gelengan kecil.


"Terimakasih, aku akan selalu mengingat mu...aku pulang, tolong sampaikan kepada Riyo..aku selalu mencintainya."


Aku mengangguk dengan buliran air mata menghiasi pipi ku.


"Baik. Akan ku sampai kan..ku mohon tenang lah disisi Tuhan..aku selalu mendoakan mu..dan aku kirimkan pesan untuk kedua orang tua dan Tante ku.." ujar ku dan dia tersenyum sambil mengangguk.


Cahaya terang mengelilingi dirinya.


Dan kemudian dia terbang perlahan hingga menghilang.


Seketika aku tersadar. Ternyata aku masih berada dilantai dengan pak Riyo yang menepuk pipi ku.


Aku yang sadar langsung berdiri dari lantai.


"Makasih ya .." pak Riyo berkata.


"Tidak masalah pak, oh iya..istri bapak bilang..dia akan selalu mencintai bapak.." ucap ku tersenyum.


Dan lagi pak Riyo meneteskan air matanya..


"Maafkan aku.." ujarnya kepada ku.


Aku berusaha menenangkan pak Riyo.


"Tidak apa apa pak, lagian istri bapak sudah memaafkan bapak..jadi bapak tidak perlu khawatir." Ujar ku tersenyum mengakan pak Riyo.


Pak Riyo yang mendengar langsung menghapus jejak air mata.


"Saya sudah punya banyak salah kepadanya."


"Saya tau kok pak, walau saya tidak mengalaminya, tapi saya merasakan yang diderita istri pak Riyo. Jujur, rasanya sangat sakit. Namun istri pak Riyo sudah memaafkan bapak, semua orang pasti mempunyai kesalahan pak, bahkan malaikat yang baik pun dapat jatuh kedalam lubang dosa. Jadi jangan terus bersedih. Selalu doa kan istri bapak, kejadian yang lalu jangan diulangi, saya tidak bermaksud untuk ikut campur. Tapi sedikit saran dari murid tidak apa apa kan?"


"Iya tidak apa apa..sekali lagi terimakasih Faresta."


"No problem pak, saya diberi anugrah dan saya akan memanfaatkannya dengan baik." Ucap ku tersenyum, lalu meminta izin untuk pulang kerumah.


Hari yang indah bukan?


.


.


.


.


T


B


C


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2