OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Musnahnya Roh Jahat Untuk Selamanya


__ADS_3

👻


👻


👻


👻


👻


Bunga masih kebingungan mencari cara untuk memusnahkan gelang itu, sedangkan Ilham dan Wahid sudah kewalahan bahkan wajah mereka berdua sudah berdarah.


Berbeda dengan Akbar yang sama sekali tidak terlihat terluka sedikit pun bahkan tenanganya pun masih sangat kuat.


Tiba-tiba, Bunga melihat dari kejauhan seseorang yang sedang membakar sampah di bak sampah. Dengan cepat Bunga segera berlari menuju api itu tapi sayang, Akbar menyadari gerak-gerik Bunga.


Akbar memancarkan sinar hitam dari telapak tangannya dan dengan cepat tubuh Bunga terhempas.


"Bungaaaa...."


Ilham dan Wahid dengan sekuat tenanga bangkit dan menghampiri Akbar, tapi lagi-lagi Akbar memancarkan sinar hitam dari telapak tangannya.


Ilham dan Wahid kembali terhempas, dari mulut keduanya sudah mengeluarkan darah.


"Aku harus bisa sampai kesana," gumam Bunga.


Bunga bangkit dengan sekuat tenaga ingin membakar gelang itu, tapi tiba-tiba bayangan hitam keluar dari tubuh Akbar membuat Akbar langsung tak sadarkan diri.


"Bungaaaa.....awaaaaassss...." teriak Ilham.


Di saat bayangan hitam ingin menghantam Bunga, tiba-tiba sebuah asap pun keluar dari tubuh Ilham. Asap itu menghantam bayangan hitam membuat sebuah ledakan terdengar sangat kencang.


Bunga sempat menghentikan langkahnya...


"Mawar, cepat masukkan gelang itu ke dalam api!" teriak Wahid.


Bunga tersadar, dan akhirnya Bunga sampai di depan api itu. Dengan cepat Bunga melempar gelangnya ke dalam bara api.


Bayangan hitam yang tadinya mendekat ke arah Bunga tiba-tiba berubah menjadi sesosok makhluk menyeramkan.


Bunga memundurkan langkahnya, membuat Ilham dan Wahid mendekat ke arah Bunga.

__ADS_1


"Aaaaarrrrggghhhh....."


Teriakkan makhluk itu menggema dan menggelegar membuat siapa saja yang mendengarnya pasti akan merasa ciut dan ketakutan.


Perlahan bayangan Makhluk itu mulai memudar bersamaan dengan bunyi ledakan dari gelang yang sudah hancur terbakar.


Zaaaaapppp....


Akhirnya bayangan makhluk itu menghilang tanpa bekas membuat ketiganya merasa lega.


"Akhirnya kita bisa memusnahkan roh jahat itu," seru Wahid.


"Akbar...."


Bunga menghampiri Akbar yang masih tak sadarkan diri.


Satu jam kemudian....


Bunga saat ini sedang berada di rumah sakit, semuanya mendapatkan perawatan. Mama Melati, Joko, dan Kiwil pun sudah sadarkan diri.


"Mama..."


"Bu---bunga."


"Maafkan Mama karena selama ini tidak bisa menjaga kamu dan Mawar," seru Mama Melati dengan deraian airmata.


"Tidak Ma, Mama tidak perlu minta maaf karena Mama tidak salah."


Mama Melati memeluk Bunga dengan deraian airmata. Sedangkan Akbar, setelah dia sadar, dia langsung menyerahkan dirinya ke kantor Polisi.


Walaupun yang melakukan pembunuhan itu adalah ulah roh jahat yang merasuki raga Akbar, tapi Akbar merasa bersalah karena sudah banyak korban yang tewas akibat ulah roh jahat itu.


***


Satu minggu sudah setelah kejadian mengerikan itu, Bunga dan yang lainnya memutuskan untuk menjenguk Akbar di kantor Polisi.


Akbar terlihat sangat kurus, Akbar menyunggingkan senyumannya saat melihat Bunga dan yang lainnya datang mengunjunginya.


"Maafkan aku," seru Akbar dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak usah minta maaf, kami tahu kamu tidak melakukan semua itu, kamu hanya di kendalikan oleh roh jahat yang merasuki tubuh kamu," sahut Ilham.

__ADS_1


"Tapi tetap saja, aku sudah banyak menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah."


"Sudahlah, kami sudah memaafkan kamu kok," seru Bunga.


"Terima kasih ya, sekarang aku tenang kalau kalian sudah memaafkan aku. Jadi kalau suatu saat aku pergi, aku tidak akan merasa bersalah lagi," sahut Akbar.


"Jangan bicara seperti itu, kamu harus semangat. Kamu masih punya kami," seru Wahid.


Akbar tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, akhirnya waktu besuk pun selesai. Ilham dan yang lainnya meninggalkan kantor Polisi.


"Bagaimana kalau kita sekarang makan-makan," seru Kiwil.


"Boleh juga tuh," sahut Ilham.


"Let's go!!" teriak Joko.


Mereka semua pun masuk ke dalam mobil butut milik Joko, mereka menuju sebuah restoran untuk merayakan kebersamaan mereka.


Canda tawa, menghiasi kebersamaan mereka. Tidak ada lagi ketakutan dan kekhawatiran yang meliputi hari-hari mereka.


👻


👻


👻


👻


👻


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2