
Me and my friends.
.
.
"Tolong dong, ambilin sapu didalam kelas." Suara Shifa menggema.
Hari ini wali kelas berkata akan melaksanakan gotong royong, alasannya sudah pasti karena kelas yang sudah mulai tampak kotor.
Didepan kelas ku ada sebuah kolam yang berisi beberapa ikan hias. Kolam tersebut tampak kotor dengan lumut memenuhi sisi dindingnya.
Melihat itu aku dengan senang masuk kekolam, menangkap ikan ikan lalu membuang air didalam kolam tersebut. Basah? Tenang saja, aku tipe manusia yang tak takut dengan air.
Membersihkan kolam menggunakan sikat yang ku gunakan. Teman teman ku yang lain juga ikut membantu, ada Natasya juga. Natasya? Yeah dia ada untuk menangkap ikan. Namun, karena asik, dia ikut masuk kekolam dan membersihkan bersama. Jangan heran kenapa kami dapat masuk kekolam. Karena kolam ini lumayan besar. Bahkan muat untu 7 orang dan beberapa ekor ikan alihator berukuran sedang.
Tau kan ikan aligator?
Biasanya disebut ikan Garam buaya. Ikan air tawar yang mempunyai moncong seperti buaya.
Kami membersihkan kolam, kami sebenarnya membagi kelompok kerja masing masing, ada yang membersihkan dikelas, menyiram tanaman, membersihkan rumput di area perkarangan kelas dan ada yang membersihkan kolam.
Kini kolam sudah bersih, tumbuhan lumut tidak lagi menempel. Jadi kami keluar dari kolam yang kering itu, lalu memutar keran yang berada dekat dengan kolam, mengisi kolam tersebut dengan air, ketika sudah setengah. Kami memasukan ikan kedalam kolam satu persatu.
Ikan yang berada dikolam ini lumayan banyak, namun salah satu nya ada yang membuat ku tertarik, ikan hias berwarna emas namun terdapat titik hitam dikepalanya.
Sudah lama aku melihat ikan itu, titik dikepala itu bukan titik hitam, titik itu berukuran seperti tahi lalat. Kadang dengan mata ku yang lain. Aku tahu bahwa ikan itu utusan dari mahluk yang tinggal di air.
Ikin ku ambil lalu ku lepaskan, tapi tidak mungkin ku lakukan karena ada beberapa CCTV terpasang di beberapa tempat tersembunyi.
Aku mengambil ikan terakhir, yang tak lain adalah ikan mas dengan titik hitam dikepalanya itu, lalu memasukannya kedalam kolam. Dia tak berenang jauh, hanya berenang disekitaran tangan ku yang menyentuh air.
Mungkin ini adalah hal gila yang akan ku katakan, tapi ikan itu menggigit jadi ku hingga mengeluarkan darah!
Aku hampir tidak percaya, bagaimana ikan yang tampak tak memiliki gigi itu dapat menggigit ku?.
"Awwww!!" Sedikit berteriak karena, rasanya lumayan sakit!.
"Eh? Kenapa Res?" Itu suara Natasya.
"Jari ku digigit ikan!" Kata ku serius. Namun malah ditertawai dengan kencang.
"Maaf maaf res! Soalnya kamu lucu, mana ada ikan hias yang kecil gini bisa gigit jari kamu Ampe berdarah gitu.." ucap Natasya.
"Ga percaya ya udah, ga perlu diketawain!"
Aku menatap kesal kepada Natasya dan menatap marah pada Ikan emas itu.
Awas saja, jika semua orang udah pulang aku tumbuh tubuh Ikan itu sampai hancur!
Seperti tau apa yang aku pikirkan, ikan itu langsung berenang kebawah dan tidak dapat ku lihat lagi keberadaannya.
__ADS_1
.
.
.
Karena sudah selesai gotong royong. Aku, Natasya, Rizky, dan Shifa berniat untuk mampir kesalah satu cafe yang dekat dengan sekolah.
Membahas beberapa topik, mulai hal lucu hingga menyedihkan, tak lupa kejadian jari ku yang digigit ikan diperbicarakan Natasya hingga membuat teman teman ku yang lain tertawa terbahak bahak.
Yang lain memesan beberapa makanan dan minuman, hanya aku saja yang tidak memesan apapun. Alasannya? Bagaimana aku bisa makan jika cafe ini dipenuhi mahkluk yang berlumuran darah, bahkan perut ku sedikit mual ketika Bagain perut mereka terseret ketika berjalan sehingga membuat noda darah yang tidak dapat dilihat oleh orang biasa.
"Kok ga pesan res?" Rezky bertanya kepada ku.
"Udah kenyang." Ucap ku sambil memainkan ponsel ku.
"Udah pesan aja, nanti aku bayarin." Ucap Rizky.
"Serius aku ga lapar, dan bukannya ga punya uang..ada alasan kenapa aku ga mau persen." Ucap ku dan membuat Rezky berhenti makan.
Dia mendekat kepada ku dan mulai berbisik dengan suara yang sangat pelan.
"Cafe ini pake anu ya?" Tanya dengan bisikan halus yang ku ketahui apa maksudnya.
"Engga kok, ga ada." Ucap ku jujur dan membuat Rizky sedikit lega.
"Res, kapan kapan kami main kerumah ya." Ucap Shifa.
"Gak boleh ya?"
"Boleh kok, tapi kenapa?" Tanya ku lagi.
"Main main aja, wkwkw.." ucap Shifa.
"Ouh gitu, yaudah ga papa kok." Ucap ku sedikit tertawa.
Tiba tiba seseorang menyentuh bahu ku yang membuat aku menolehkan kepala ku kebelakang.
"WAAAaaaaaaa!!!" Teriak ku hingga membuat ku terjatuh dari kursi. Teriakan ku membuat pengunjung cafe menatap kearah ku.
"Kenapa kamu teriak gitu?" Tanya nya.
Aku beneran kaget. Ternyata yang memegang bahu ku adalah wali kelas ku.
"Ah kaget Bu." Ucap ku.
"Halah kamu, berlebihan." Ucap wali kelas ku.
"Ibu ngapain disini?" Tanya ku lagi.
"Suka suka ibu dong mau kemana, emng kamu pikir cuma kamu yang bisa nongkrong di cafe." Hn, salah lagi deh.
__ADS_1
"Bukan Bu, maksudnya ibu itu ngapain disini? Ada urusan atau kumpul bareng temen temen ibu?" Ucap ku me jelaskan.
"Suka suka ibu lah mau pergi kemana dan sama siapa." Aku menyerah.
"Ibu dari mana Bu?" Tanya Natasya.
"Ibu habis kumpul kumpul sama temen temen ibu." Ucap nya.
"Ibu gitu, ditanya sama Natasya jawabnya lembut. Pas sama Ares jawabnya pedes." Aku tak sadar berkata itu.
"Suka suka ibu dong." Ucap nya lagi.
"Udah ya, ibu mau pulang." Lanjut ibu itu lagi lalu keluar dari cafe.
"Sabar res...hahaha.." ucap Rezky yang sedang meminum minumannya.
"Iya deh.."
Kami masih melanjutkan makan dan minum kami. Eits..aku ga termasuk karena ga pesen apa apa. Tapi beberapa menit aku pesan jus.
"Udah mau sore nih. Gimana? Pulang sekarang?" Ucap Shifa.
"Boleh sih, yuk pulang." Aku menjawab. Namun sebelum pulang kami membayar semua pesanan kami tadi.
Keluar dari cafe. Pulang dengan kendaraan roda dua. Berniat pulang, namun malah tertunda karena mampir kesalah satu tempat makan. Sebenarnya yang ku untuk seminggu itu cukup u tuk sebulan, tapi karena sama mereka, akhir Minggu aja udah habis, soalnya kerjaan makan minum aja.
Tapi, aku tidak terlalu masalah dengan itu, malahan aku senang. Hingga kami keluar dari tempat makan itu, aku melihat bayangan hitam melilit tubuh Rizky.
Oh God..
Aku harap Rezky selamat.
Karena auranya sangat pekat dan sangat jahat!
.
.
.
T
B
C
.
.
.
__ADS_1