OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Forced To Do It.


__ADS_3

Forced to do it.


.


.


.


Bagus, pagi hari aku terbangun dengan kantung mata dan lingkaran mata berwarna hitam. Alasannya? Salahkan mahkluk gaib yang menjengkelkan itu. Semalaman aku tak bisa tertidur kerena suara tangisan dan suara tawa oleh wanita beserta anak bayinya. Suara itu terdengar selalu sampai waktu menunjukan pukul 03:00 pagi.


Setelahnya aku tidur? Tentu saja tidak!


Untunglah Cristy muncul sehingga para hantu menyebalkan itu dengan segera keluar dari kamar dan tentunya dari rumah ku.


"Aku mau kau memotong hantu yang hanya memiliki kepala itu!" Ujar ku tapi tidak dihiraukan oleh Cristy.


"Lebih baik kau pasang pelindung untuk rumah ku Cristy. Agar mahkluk itu tidak bisa masuk!" Aku berucap lagi.


"Baiklah, akan ku pasang pelindung." Balas Cristy. Dan setelah itu aku tertidur.


.


.


.


Sekarang sudah jam 7 pagi, aku sudah siap dengan peralatan ujian ku. Berangkat kesekolah menggunakan sepeda dan tentu saja ditemani oleh Cristy. Aku seperti punya bodyguard hantu, ya setidaknya dia bisa melindungi ku dari hantu hantu jahat.


Aku sampai disekolah, ku parkir kan sepeda ku ditempat parkiran. Lihatlah ada anak kecil, serius mereka tidak menyeramkan, mereka terlihat lucu dengan pipi yang berisi.


Tapi mengingat aku akan terlambat, aku bergegas menuju kelas, dan lihatlah para hantu itu, mereka menjauh ketika aku mendekati mereka. Tentu saja mereka takut, coba lihat dibelakang ku ada siapa? Seorang wanita cantik yang bisa berubah menjadi monster mengerikan, dan monster itu adalah ratu yang menjaga hutan.


Aku memasuki kelas, disana sudah terdapat teman teman ku sedang bercanda. Mereka tertawa sangat keras menghiraukan yang lain.


"Holla, orang ganteng back!" Teriak ku seketika mereka mencibir ku lalu tertawa. Aku yang merasa cibiran mereka lucu juga ikut tertawa.


Aku mendudukan tubuh ku ditempat duduk ku. Beberapa menit lagi akan ku pastikan bahwa guru yang mengawasi ujian akan datang.


Nah, lihat tebakan ku benar! Tidak perlu membutuhkan waktu satu abad, cukup lima menit salah satu guru masuk.


Itu pak Riyo! Ternyata pengawas kami adalah pak Riyo. Sontak saja para siswi berteriak histeris mendapati pengawas yang tampan.


Ujian pertama dimulai dengan mata pelajaran sejarah, aku yang sudah belajar tentu saja bisa menjawabnya. Soalnya terdiri dari 45 soal pilihan ganda dan 5 soal essay. Dalam waktu kurang dari setengah jam, aku sudah menyelesaikan 30 soal dan ku pastikan itu benar semua, tapi dari nomer 31 sampai 45, itu tidak pernah ku pelajari sebelumnya. Tentu saja aku kebingungan, tunggu.. bukannya belum dipelajari. Tapi aku lupa membaca bab tujuh!


Aku bingung menjawab soal tersebut sehingga aku menyelesaikan soal essay terlebih dahulu.


Setelah selesai aku kembali mengerjakan pilihan ganda.

__ADS_1


Jujur, aku tidak tahu sama sekali jawabannya. Aku ingin mencontek tapi tidak mungkin! Tempat duduk diberi jarak satu meter sehingga sulit untuk mencontek. Aku bingung, lima belas menit lagi waktu ujian akan berakhir.


Tuhan, maafkan lah kejahatan yang akan ku lakukan kali ini, mohon jangan hukum aku dengan berat. Mengingat dosa ku yang sebelumnya sudah banyak.


Dengan sangat terpaksa aku memanggil Cristy dengan suara yang sangat kecil untuk meminta bantuan.


Memanggil dengan suara yang sangat kecil sehingga hanya aku yang dapat mendengar nya. Setelah Cristy berada didekat ku, aku bersuara lagi.


"Bisakah kau lihat jawaban anak yang duduk dihadapan?" Aku meminta tolong kepada Cristy. Lagi aku berbisik dengan halus.


Jika aku berteriak, tentu aku akan menjadi salah satu murid terbodoh tahun ini.


"Buat apa?"


"Ayolah..kau lihat jawaban anak itu..dari nomer 31 sampai 45. Ku mohon.." pinta ku sambil menunjukan eksperi imut.


Menurut ku imut, tidak tau menurut Cristy apa, mungkin terlihat menjijikan.


"Malas.." ucap nya dan ku lihat hanya 10 menit lagi waktu yang tersiksa.


"Ayolah ku mohon.." pinta ku lagi dan itu berhasil, Cristy melayang kearah anak yang ku tunjuk. Siapa dia? Juara umum satu heheh.


Cristy mulai mendekatinya dan, aku hanya menyuruhnya melihat! Cristy malah memasuki tubuh juara umum itu. Setelah itu si juara umum berdiri dan menyerahkan lembaran jawaban nya kepada pak Riyo. Setelah duduk kembali, Cristy keluar dari tubuh anak malang itu dan segera memberi tahu ku jawabannya..


"Arka?..." Panggil bapak itu kepada si juara umum.


"Iya pak?" Jawab arka.


"Tentu saja pak, saya bahkan bisa menjawab semua soal, bahkan soal essay saya jawab dengan panjang, agar jelas dan detail." Ujar arka sombong.


"Kamu yakin?"


Ini sebenarnya ada apa sih? Aku menoleh kearah Cristy. Dia hanya mengangkat bahunya. Aku sudah siap, ketika hendak berdiri, suara pak Riyo terdengar lagi.


"Kamu bilang kamu sudah menjawab soal essay? Tapi kenapa kertas jawaban mu kosong? Bahkan soal pilihan ganda hanya kamu jawab 14 soal."


"APAA!!!" teriak Arka mendengar penuturan dari pak Riyo.


Aku yang mendengar segera menoleh kearah Cristy dan Cristy malah tersenyum tak jelas.


"Sebenarnya anak itu sangat pintar, namun sayang didalam benak nya terdapat satu kejahatan yang bisa membawa masalah buruk dimasa depan. Jika hanya untuk dirinya aku tidak masalah..tapi dia berbuat buruk oleh orang lain." Aku tidak mengerti apa yang Cristy bahas. Hanya saja sedikit kasihan dengan arka.


"Tidak perlu kasihan." Ujar Cristy tiba tiba. Aku langsung memasang ekspresi bertanya tanya.


"Ketika aku memasuki tubuhnya, aku melihat memori dimana dia merobek salah satu buku dan memasukan batu kedalam tas mu." Cristy berkata dan tentu saja aku kaget.


Itu tidak mungkin, arka itu baik dengan ku.

__ADS_1


"Boleh saja kau tidak percaya, tapi kau pernah kesal karena mendapati sebongkah batu besar berada didalam tas mu kan? Pelakunya adalah arka." Lagi Cristy mengatakan seolah olah arka adalah orang yang jahat.


Memang benar aku pernah mendapati buku ku robek dan tas ku dipenuhi oleh batu dan sampah. Apa arka pelakunya? Tapi salah ku dengan dia apa? Aku bahkan jarang berkomunikasi dengan dirinya.


"Dia begitu karena diri mu dekat dengan banyak guru, dia Hiri dan selalu menjelekkan mu pada teman teman mu." Seolah Cristy bisa membaca pikiran ku.


"Mau ku balaskan perbuatannya? Aku bisa membuatnya merasakan apa yang kamu rasakan. Aku tau saat itu sepeda mu bocor dan kamu harus pulang jalan kaki sambil mendorong sepeda dengan tas berat berisi batu."


Cristy tau? Memang benar apa yang dikatakan Cristy. Aku berjalan membawa tas yang berat sejauh kurang lebih satu kilo meter. Keesokan harinya aku demam.


"Tidak perlu, biarkan dia sadar dengan perbuatannya cristy."


Aku berucap pelan lalu berdiri untuk menyerahkan lembaran jawaban ku. Karena waktunya sudah habis.


Ku lihat arka termenung murung mendapati jawaban pada lembaran ujiannya menghilang. Itu akan berpengaruh besar kepada nilainya.


Aku kembali duduk dan melihat Cristy kembali masuk kedalam tubuh arka.


Entah apa yang dilakukan nya, semoga saja tidak berbahaya. Selanjutnya Cristy keluar dari tubuh arka.


"Kamu ngapain?" Tanya ku.


"Mengembalikan jawabannya."


Arka diberi kesempatan untuk mengisi ulang, tapi entah kenapa dia tak dapat menjawab soal itu. Alasannya karena Cristy mengunci segala pikirannya. Sekarang arka dapat berpikir lagi sehingga dia dapat menjawab ujiannya.


"Maksdunya?"


"Hanya membuka pikirannya kembali. Tenang saja, dia tidak akan kenapa napa. Sebenarnya aku hendak mengunci pikirannya untuk selamanya sebagai bentuk balasan akan perbuatannya. Namun karena ucapan mu, aku membukanya kembali. Biar sang penguasa yang memberinya karma.." ucap Cristy yang terdengar bijak.


Lebih baik bersabar dan menunggu sang penguasa yang membalas semua perbuatannya. Kita yang hanya ciptaannya tak berhak untuk itu, yang bisa kita lakukan hanyalah bersabar, tenang, dan menyerahkan segalanya pada sang pencipta.


.


.


.


.


T


B


C


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2