
👻
👻
👻
👻
👻
Bunga bangkit dari duduknya...
"Eh kamu mau kemana?"
"Aku mau pergi, takut Wahid datang aku takut."
"Kenapa mesti takut? Wahid kan ga tahu wajah kamu, lagipula sekarang kamu sudah jadi manusia."
"Iya juga ya."
"Am, ayo kita pulang," ajak Wahid.
Bunga tampak menundukkan kepalanya, entah kenapa Bunga tidak berani menatap Wahid dia masih merasa takut.
"Siapa dia Am?" tanya Wahid.
"Dia...teman aku."
"Oh..."
"Ya sudah, ayo kita pulang."
"Bunga, apa kamu tidak mau ikut pulang denganku?" seru Ilham.
"Apa!! maksud kamu apa Am? kamu mau ajak anak gadis orang pulang ke rumah? yang benar saja kamu," protes Wahid.
"Astaga aku lupa, maksud aku setelah Bunga sembuh dia mau main ke rumahku," sahut Ilham salah tingkah.
"Oh begitu."
"Nanti aku kesini lagi buat jenguk kamu."
Bunga pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
__ADS_1
***
Keesokkan harinya...
Bunga sudah diperbolehkan pulang, Mama Melati dengan bahagianya membawa Bunga pulang ke rumahnya. Kebetulan pagi itu Ilham, Kiwil, dan Joko menjenguk Bunga jadi mereka pun ikut mengantar Bunga pulang.
"Mawar, kamu kenal dimana dengan mereka?" tanya Mama Melati disela-sela perjalanannya.
"Oh itu, Mawar ketemu mereka di suatu tempat, mereka sangat baik kok, Ma."
"Iya Mama tahu, tapi Mama bingung saja kamu dan Kakak kamu itu tidak pernah bilang kalau kamu punya teman pria apalagi Nak Ilham terlihat sangat tampan," puji Mama Melati.
Bunga melirik ke arah Ilham dengan malu-malu, tidak lama kemudian mobil butut yang biasa Joko dan yang lainnya pakai untuk menerima job mengusir hantu.
Tidak lama kemudian, mobil Joko pun berhenti di sebuah rumah sederhana tapi terlihat nyaman dan asri.
"Kita sudah sampai, ayo semuanya mampir dulu nanti tante masakin kalian," seru Mama Melati.
"Widih, kebetulan tante Joko lapar sekali belum makan."
"Astaga, malu-maluin banget sih kamu," seru Kiwil dengan menoyor kepala Joko.
"Sudah-sudah, tidak apa-apa tante senang kok nanti tante akan masak banyak buat kalian karena hari ini kalian sudah bantuin tante dan Mawar."
Semuanya pun masuk ke dalam rumah, Bunga tampak celingukkan. Bunga melihat banyak sekali foto yang terpajang di dinding membuat Bunga merasa sangat terharu.
"Sebentar ya, tante ke dapur dulu."
"Mawar bantuin ya, Ma."
"Tidak usah, kamu kan baru sembuh kamu mendingan duduk saja temani mereka."
Bunga pun akhirnya menurut dan duduk bersama Ilham dan yang lainnya.
"Wil, maaf ya waktu itu aku pura-pura tidak mengenal kamu."
"Tidak apa-apa Malaikat cantik, aku ngerti kok."
"Oh iya, apa kita belum punya job lagi?" tanya Bunga dengan antusias.
"Memangnya kamu masih mau ikutan? terus memangnya setelah kamu jadi manusia seperti ini, kamu masih punya kekuatan?" sahut Ilham.
"Iya juga ya, apa aku masih punya kekuatan untuk melawan para hantu."
__ADS_1
Satu jam kemudian, akhirnya Mama Melati selesai masak. Benar saja Mama Melati masak sangat banyak membuat Joko dan Kiwil terlihat berbinar.
Tanpa tidak tahu malu, Joko dan Kiwil langsung melahap masakan Mama Melati.
"Wah, masakan tante enak sekali," seru Kiwil dengan mulut penuh makanan.
"Iya, masakan tante paling the best deh pokoknya," sambung Joko.
"Syukurlah kalau kalian suka, makan yang banyak ya."
"Siap tante," sahut Joko dan Kiwil bersamaan.
Ilham dan Bunga hanya tersenyum melihat kelakuan Joko dan Kiwil.
***
Di sisi lain, di rumah susun milik Akbar dia terlihat membuka buku yang di sampul belakangnnya tertulis nama Bunga Anggraeni.
"Dimana kamu simpan gelang itu, Bunga? tua bangka sialan, aku tidak tahu kalau gelang itu sudah dia berikan kepada Bunga. Aku harus secepatnya mendapatkan gelang itu, atau aku akan musnah untuk selama-lamanya," gumam Akbar dengan mengepalkan tangannya.
👻
👻
👻
👻
👻
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1