OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Hidup Kembali


__ADS_3

👻


👻


👻


👻


👻


Malam pun tiba...


Entah kenapa Bunga enggan sekali pergi dari ruangan itu, bahkan Mama Melati dari tadi tidak henti-hentinya menangis.


"Kalau aku masuk kedalam raga Mawar, apakah akan berhasil?" gumam Bunga.


Bunga sangat dilema antara memasuki raga Mawar atau tidak.


"Tapi kalau aku masuk ke dalam raga Mawar, bagaimana nanti kalau Mawar tidak bisa kembali ke raganya," gumam Bunga.


Tiba-tiba sesosok bayangan yang mirip sekali dengan Bunga muncul dan mengejutkan Bunga.


"Kak, aku sudah tidak mungkin kembali lagi ke ragaku setiap aku berusaha masuk, aku selalu terpental mungkin memang batas usiaku sudah habis, cobalah Kakak masuk ke dalam ragaku, aku yakin Kakak bisa karena Kakak masih punya urusan yang belum terselesaikan," seru sosok itu yang ternyata adalah Mawar.


"Maksud kamu apa?" tanya Bunga bingung.


"Seharusnya waktu itu Kakak belum meninggal karena memang kenyataannya ada seseorang yang dengan sengaja membunuh Kakak, roh Kakak tidak bisa pergi karena masih banyak urusan yang harus Kakak selesaikan, masuklah Kak dan cari tahu siapa yang sudah membunuh Kakak. Aku cuma mau berpesan, tolong jaga Mama aku sayang kalian berdua," seru Mawar.


Tiba-tiba sosok itu sedikit demi sedikit mulai memudar dan akhirnya menghilang. Bunga kembali menghampiri raga Mawar dan kemudian menoleh ke arah Mamanya yang saat ini sudah tertidur dengan lelap disamping tubuh Mawar.


"Apa benar aku dibunuh? siapa yang sudah membunuhku? sepertinya yang dikatakan Mawar benar, aku harus mencari tahu siapa yang sudah membunuhku," gumam Bunga.


Perlahan tubuh Bunga melayang dan mencoba untuk masuk kedalam tubuh Mawar. Benar saja, Bunga bisa masuk ke dalam tubuh Mawar dengan mudahnya.


Perlahan Bunga mencoba membuka matanya, Bunga melihat kesekelilingnya dan menoleh kearah Mamanya. Bunga mencoba mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Mama Melati.


Mama Melati menggeliat karena merasakan ada yang menyentuh wajahnya. Betapa terkejutnya Mama Melati saat melihat tangan itu adalah tangan Mawar.


"Masyaalloh Mawar, kamu sudah sadar Nak."


Bunga hanya tersenyum...


"Alhamdulillah ya Alloh, Mama senang sekalu."


Mama Melati langsung menciumi seluruh wajah anaknya itu.

__ADS_1


"Bunga janji Ma, akan menjaga Mama dan menemani Mama. Bunga juga akan mencari tahu siapa yang sudah membunuh Bunga," batin Bunga.


***


Keesokkan harinya...


Ilham bangun tidur dengan kondisi yang kurang fit. Kepalanya terasa sakit karena kemarin seharian dia tidak makan sama sekali akibat disibukkan mencari keberadaan Bunga.


Ilham tampak memperhatikan setiap sudut rumahnya, biasanya kalau pagi-pagi begini Bunga suka membantu Ilham memasak dan beres-beres rumah.


Dengan langkah gontai, Ilham pun menuju kamar mandi. Ilham terpaksa masuk kampus karena kali aja hari ini Bunga akan muncul di kampus. Ilham meminta Joko untuk menjemputnya.


"Am, kamu kenapa? kok wajah Kamu kelihatan pucat seperti itu? tanya Joko sembari fokus mengendari mobil bututnya.


"Ga apa-apa hanya sedikit pusing saja."


Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di kampus. Baru saja Ilham turun dari mobil Joko, tiba-tiba pandangannya menggelap dan tidak lama kemudian langsung ambruk tak sadarkan diri.


"Astaga Ilham," pekik Kiwil.


"Wil, kita angkat dan bawa Ilham ke rumah sakit."


"Oke."


Joko dan Kiwil pun membawa Ilham ke rumah sakit. Sementara itu disebuah ruangan rawat inap, Dokter dan Suster berkumpul mereka merasa terkejut dengan sadar Mawar yang memang kondisinya kemarin sudah sangat lemah dan kemungkinan tidak bisa bertahan.


"Iya Dokter terima kasih."


"Mawar, sekarang kamu tinggal pemulihan saha karena setelah tadi saya periksa, kondisi kesehatan kamu sangat bagus. Kalau begitu saya pamit dulu, sekali lagi selamat ya Mawar."


"Iya, terima kasih Dok."


Dokter dan Suster pun meninggalkan ruangan rawat Mawar.


"Apa kamu mau jalan-jalan keluar sayang?" seru Mama Melati.


"Boleh Ma."


Mama Melati pun membawakan kursi roda untuk Mawar. Perlahan Mama Melati mendorong kursi roda itu keluar ruangan dan bersamaan dengan sebuah blankar yang didorong oleh perawat dan dua orang dibelakangnya tampak panik.


"Ilham..." gumam Bunga.


Joko terus saja berlari mengikuti blankar, sedangkan Kiwil menghentikan langkahnya didepan Bunga.


"Malaikat cantik," seru Kiwil.

__ADS_1


Bunga tampak terdiam, dia harus pura-pura tidak mengenal Kiwil karena saat ini tubuh yang dia pakai adalah tubuh Mawar adik kembarannya.


"Ayo Ma, jalan."


Mama Melati kembali mendorong kursi roda Bunga tapi dengan cepat ditahan oleh Kiwil.


"Tunggu, kamu Bunga kan? Malaikat cantikku," seru Kiwil.


Bunga hanya diam saja tidak bersuara...


"Maaf Dek, ini namanya Mawar bukan Bunga," sahut Mama Melati.


"Ma--war, tapi kenapa wajahnya mirip dengan Bunga Anggraeni."


"Oh itu karena----"


"Ma, cepat jalan."


Bunga menghentikan ucapan Mamanya, untuk saat ini Kiwil jangan dulu sampai tahu nanti saja biar dia jelaskan sendiri tanpa Mamanya harus tahu.


"Baiklah sayang, maaf ya Dek kami duluan."


Mama Melati pun kembali mendorong kursi roda Mawar menuju taman rumah sakit, sedangkan Kiwil tampak mematung.


"Itu Bunga kan? kenapa dia tidak mengenalku?" gumam Kiwil.


👻


👻


👻


👻


👻


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2