
.
.
.
Sekarang aku terbaring diatas kasur ku, rasa lelah menyelimuti ku, Permasalahan Cristy sudah selesai beberapa jam yang lalu. Ternyata dugaan ku memang benar bahwa pak kepala sekolah yang tidak sengaja mengambil batu berwarna hijau itu.
.
.
.
Flashback on...
.
.
.
*Sore hari pukul jam 3 sore, aku bergegas menuju kerumah pak Jack. Siapa pak Jack itu? Beliau adalah kepala sekolah ku. Mengapa aku datang menemui beliau? Aku ingin bertanya, apakah pak Jack yang telah mengambil batu mulia milik Cristy secara tidak sengaja.
Aku mengayuh sepeda ku menuju rumah pak Jack. Jarak antara rumah ku dan pak Jack sepanjang 2 km, kak Eva menawari ku tumpangan, dia bilang naik mobil kakak saja. Sekalian dia pengen kepasar. Namun aku menolak karena sesekali aku bersepeda.
Beberapa bulir keringat timbul di pelipis ku. Pakaian ku sederhana saja, mengenakan baju kaos dengan celana olahraga dan mengenakan sendal jepit dengan tas kecil dipunggung ku guna meletakkan ponsel dan dompet.
Aku terus mengayuh sepeda hingga akhirnya aku tiba didepan gerbang rumah pak Jack.
Aku celingak-celinguk diatas sepeda ku melihat kearah rumah pak Jack. Namun rumah itu tampak sepi, hanya ada beberapa hantu dengan aura jahat yang mengelilingi. Mereka menatap ku seolah olah mengusir ku. Aku sedikit tertekan dan sesak nafas. Tapi pada akhirnya mereka menghilang. Aku tak tau apa sebabnya hingga aku rasakan sebuah energi positif yang sangat kuat dari belakang tubuh ku.
Dan betapa terkejutnya aku itu adalah Cristy. Bagaimana bisa dia kemari? Bukannya dia sedang digudang? Apa dia tau aku akan mulai mencari batunya itu hari ini? Jadi dia mengikuti ku.
"Cristy? Apa yang kamu lakukan disini?" Ucap ku, dia sedang berada diwujudkan wanita yang cantik.
"Hanya melindungi manusia yang sudah berniat membantu ku." Ucap nya berkata membuat ku tersenyum dan berkata terimakasih, selanjutnya Cristy menghilang bersama angin yang lumayan kencang.
Tiba tiba dari dalam rumah keluar wanita yang lumayan tua. Dia berjalan kearah ku lalu berhenti tepat dihadapan ku yang terhalangi oleh gerbang.
"Ada yang bisa saya bantu nak?" Tanya wanita itu.
"Ah iya Bu, saya ingin bertemu pak Jack." Ucap ku.
Ibu itu mengerutkan dahinya.
"Kamu siapa nya pak Jack?" Ibu itu bertanya kembali.
"Saya anak didik pak Jack, dan pak Jack juga kenal dengan saya Bu." Ucap ku menjelaskan.
"Ouh gitu, sebentar ya saya bukakan gerbangnya dahulu." Ibu itu berucap sambil mengeluarkan kunci dari saku bajunya.
Aku menolong ibu itu mendorong gerbang yang bisa dikatakan lumayan besar.
"Silahkan masuk nak."
"Makasih bu."
Aku masuk kepekarangan rumah pak Jack, sepeda yang ku kendarai, ku parkiran disisi pekarangan.
"Silahkan masuk kedalam." Ibu itu menawari ku.
__ADS_1
Aku yang melihat ada kursi dan meja di teras ku. Lebih memilih duduk disana.
"Ga perlu Bu, saya duduk disini saja." Ucap ku.
"Baiklah, ngomong ngomong pak Jack dan istrinya sedang menjenguk kerabatnya dirumah sakit. Mungkin mereka akan pulang sebentar lagi, kamu tunggu saja dulu disitu ya. Saya buatin minum dahulu." Ibu itu berkata, aku ingin menolak namun ibu itu sudah terlanjur masuk kedalam rumah.
Ternyata pak Jack sedang keluar. Coba saya aku datang lebih awal.
Lagi dan lagi aku melihat seorang wanita, namun kali ini wanita itu sangat mengerikan. Wajahnya penuh dengan luka bakar. Tangannya hilang dan dan salah satu matanya keluar.
Aku mencoba untuk terbiasa, namun tatapan hantu itu seolah berkata bahwa aku harus pergi. Dia berada didekat pohon mangga milik pak jack dan tiba tiba dia menghilang ketika ibu yang mempersilahkan aku masuk keluar dengan secangkir teh.
Aku bertanya, kenapa mahkluk itu langsung hilang ketika ibu ini keluar.
"Minum dulu nak." Ujar ibu itu sambil meletakkan gelas berisi teh dan sepiring kecil kue.
"Aduh, jadi ngerepotin." Ujar ku sungkan. Namun ibu itu tersenyum dan berkata tidak apa apa, katanya jarang tamu datang kerumah.
Ketika ku menatap mata ibu itu. Entah kenapa rasanya sangat tenang dan damai, sangat sejuk.
Ah, aku tau kenapa mahkluk itu langsung hilang ketika ibu ini datang, ternyata ibu ini orang yang baik. Auranya sangat positif sehingga mengalahkan tekanan negatif yang dihasilkan mahkluk jahat.
Ibu itu duduk disamping ku dan mengobrol dengan ku. Mulai dari bertanya siapa nama ku, tinggal dimana hingga membuat ku asik dan tak sadar bahwa sudah ada mobil berwarna hitam didepan ku.
"Eh ada Aresta? Tumben kamu datang, biasanya bapak undang selalu nolak." Dan itu adalah pak Jack yang baru saja keluar dari mobil bersama istrinya. Istrinya tersenyum pada ku dan memilih untuk beristirahat, katanya lelah karena beliau sedang hamil.
"Ah, iya pak, Ares mah ngomongin sesuatu sama bapak." Ucap ku. Aku lihat ada sebuah cincin dijari manis ditangan kanan pak Jack. Aku sedikit yakin bahwa itu adalah batu hijau yang dimaksud Cristy.
"Ouh oke, kita bicarakan didalam." Ucap pak Jack lalu masuk kedalam dan aku mengikutinya dari belakang. Ibu yang tadi mengobrol pada ku itu lebih memilih untuk mengundurkan diri.
Setelah duduk diruang tamu, pak Jack langsung bertanya.
"Kamu mau bicara soal apa Res?" Tanya pak Jack langsung.
"Jadi kamu berniat membantu mahkluk itu?" Tanya pak Jack.
"Iya pak, dan Ares minta maaf pak, soalnya batu hijau itu ada sama bapak." Pak Jack yang mendengar itu pun sedikit heran.
"Maksud kamu?"
"Cincin hijau itu pak." Kata ku sambil menunjuk kearah jari manis pak Jack.
Pak Jack menatap kearah yang ku tunjuk lalu melepaskan cincinnya.
"Ini? Batu ini memang bapak dapat sebelum aula olahraga dibangun, dan memang ada pohon besar didekat sana. Tapi apa kamu yakin batu ini? Jujur. Kalo memang batu ini milik mahluk itu, apa kamu bisa membuktikannya?" Dan sekarang aku mati kutu, tak bisa menjawab.
"Cincin ini pernah ditawar sangat mahal, harganya bisa membeli sebuah mobil sport. Tapi bapak tak menjualnya." Ucap pak Jack.
Aku tak dapat berkata apa apa, namun saat otak ku memikirkan rencana untuk meyakinkan pak Jack. jendela rumahnya tertutup secara tiba tiba. Bahkan lampu mendadak mati.
"Apa yang terjadi?" Tanya pak Jack gugup, istrinya yang menyadari ada hal aneh langsung keluar dari kamar dan menuju pada pak Jack.
"Ada apa ini?" Tanya istri pak Jack.
Pintu tiba tiba tertutup kencang dan lampu kembali menyala. Aku dapat merasakan lega, namun tidak dengan pak Jack dan istrinya yang terdiam membeku menatap kearah belakang ku. Aku berbalik dan betapa terkejutnya aku mendapati Cristy dengan wujud monster mengerikan berada dibelakang ku.
"Cristy apa yang kamu lakukan?!" Tanya ku.
"Grrrr...khiii..milik ku! Kembalikan!!!!!" Cristy berkata dengan liur yang merembes keluar dari taringnya yang sangat panjang.
"A..ambil..ambillah batu itu..aku minta maaf..maaf karena telah mengambilnya." Pak Jack berkata dengan terbata bata.
__ADS_1
Batu itu bersinar. Batu itu terlepas dari tempat cincin dan menuju kearah Cristy. Dengan cepat Cristy menelan batu itu.
Dan didetik kemudian, wujudnya berubah. Air liur yang tumpah hilang. Rumah pak Jack seketika wangi. Tidak tau wangi apa..yang jelas, j i seperti sedang berada di hutan.
"Terimakasih telah tulus mengembalikan milik ku. Aku akan selalu berdoa pada pencipta agar kau selalu diberi keberkahan, dan aku berjanji akan berdoa hingga keturunan mu yang terakhir. Anak mu akan sukses selalu sukses dan hubungan rumah tangga kalian akan menjadi sangat baik.... Dan untuk kau manusia kecil..terimakasih telah menolong ku..akan ku pastikan kau selalu terlindungi.." itu ucapan terakhir Cristy lalu menghilang.
"Ouh tuhan..apa dia memberi kita kutukan?" Tanya istri pak Jack yang mulai khawatir.
"Tenang saja Bu, Cristy tidak memiliki niatan jahat seperti itu." Ucap ku.
"Tapi dia mahkluk mengerikan!" Istri pak Jack terduduk dan hampir menangis.
"Ibu, dia berubah menjadi seperti itu karena benda yang dia lindungi diambil. Dia adalah mahluk yang baik Bu, jadi tenang saja. Dan yang tadi bukan lah kutukan. Jadi..jangan khawatir karena, Cristy juga menjaga kalian. Apa kalian tidak merasa bahwa rumah kalian menjadi lebih sejuk dan tidak panas?" Aku menjelaskan. Dan pak Jack serta istri nya mengangguk.
"Itu adalah hasil dari perbuatan Cristy yang menyegel tempat tinggal kalian dengan kekuatannya, sehingga mahluk jahat tidak dapat masuk.." ucap ku jujur ketika melihat sebuah penghalang berwarna putih kebiruan yang menghalangi hantu hantu jahat berdatangan.
"Tenang lah..kalian akan aman. Bahkan jika manusia ingin berbuat jahat pada kalian..sebelum mereka berniat, mereka akan mendapati karma terlebih dahulu." Ucap ku yang membuat pak Jack dan istrinya tenang dan paham*.
.
.
.
flashback off...
.
.
.
Kini Masalah Cristy sudah selesai.
Ketika aku kegudang, Cristy sudah tidak ada. Dan hawa aula pun menjadi sejuk. Cristy juga menepati janjinya untuk melindungi ku, kadang kadang aku melihat Cristy berada didekat ku.
Apa aku risih?
Mungkin tidak..
Karena...
Bisa dibilang....
Aku mulai menganggap Cristy teman..
.
.
.
T
B
C
.
.
__ADS_1
.