
Just my dream.
.
.
.
.
"Aku..Jonathan Jylon Hazelnucth...memberi kalian kutukan..untuk menderita seharian penuh..tidak ada yang dapat mematahkan kutukan ku..sebelum tengah malam tiba.." aku berucap pelan.
Kemudian tertawa sangat lebar. Sangat sangat lebar sehingga bibir ku terbelah dan robek.
"WAAAaaaaaaa!!!"
Itu suara teriakan ku.
"Ada apa?" Tanya seseorang dan kalian tau siapa dia?
Brian!
"Eh?..." Aku bingung. Bukankah aku berada di cafe?
"Dasar manusia bodoh! Kau mengejutkan tidur ku, bisakah kau tidak bermimpi yang aneh aneh?" Ucap Brian.
Ah, ternyata hanya sebuah mimpi. Mimpi yang begitu panjang, tenggorokan ku rasanya sangat kering, haus!
"Maafkan aku, aku bermimpi buruk tadi.." ujar ku.
"Kau bermimpi apa?"
Aku enggan menjawab pertanyaan dari Brian, tidak mungkin aku berkata bahwa aku bermimpi menjadi iblis, tentu saja aku akan diketawain.
"Lupakan saja, kau bisa tidur lagi.."
"Aku heran, bagaimana hantu jenis mu bisa tidur.."
Sedikit heran, apakah hantu tertidur? Mungkin saja.
Aku yang merasa haus melangkahkan kaki ku kedapur. Menuju counter dapur dan membuat secangkir teh hangat. Untuk apa? Jelas untuk diminum!
Ternyata aku terbangun tepat jam tiga subuh, dimana aku mengetahuinya? Ada sebuah jam dinding didapur. Meminum teh itu dengan tenang, beberapa hantu menatap ku, aku peduli? Tentu saja tidak.
Beberapa dari mereka bahkan berani mendekat kearah ku dan menatap muka ku dari dekat. Ada juga yang menyentuh ku, sentuhan yang dihasilkan terasa sangat dingin.
Aku menggerakkan tangan ku seolah olah mengusir mereka pergi untuk menjauh. Apa kah mereka mengerti?
Tentu saja tidak.
"Ku mohon, menjauhlah.." ujar ku kepada mereka, tau reaksi mereka seperti apa? Mereka melihat seakan akan mereka terusir dari tempat mereka.
"Ini rumah ku! Kalian tidak berhak disini!" Ucap ku tegas, sedikit takut. Tapi harus ku berani kan diri ku karena, aku berhadapan dengan mahkluk yang bisa saja melukai mu setiap saat.
"Grrrrrkkkk..."
__ADS_1
"Huhuhuuu..."
"Oweeeeeee..."
Yang terakhir itu suara tangisan anak bayi yang dibawa oleh seorang wanita berpakaian putih dengan bercak darah didaerah perut.
"Baiklah! Kalian tinggal disini! Tapi ingat! Kamar ku dan kamar kak Eva adalah daerah kuasa ku! Jangan ada yang berani masuk!" Aku berkata lalu meninggalkan dapur.
Kriieeettt....
Suara pintu yang terbuka dengan sendirinya, itu pintu kamar tamu, tidak ada yang menempatinya.
Betapa terkejutnya aku ketika sebuah tangan dengan kuku yang panjang terulur keluar.
Tuhan, jenis apa lagi yang harus ku hadapi? Sebuah tangan terulur dan sedetik kemudian batang hidungnya muncul. Namun tidak seperti kepala, lebih terlihat seperti tengkorak. Mata merahnya bersinar dalam terangnya lampu.
Jleb...
Suara tusukan?
Bukan! Itu hanya suara yang dapat ku dengar ketika mata ku secara tidak sengaja bertemu dengan matanya.
Rasanya tubuh ku menjadi kaku, tidak dapat digerakkan. Ingin berteriak tapi tidak dapat ku lakukan. Tubuh ku dikendalikan! Entah bagaimana cara nya aku berjalan menuju kamar ku yang berada dilantai dua.
Aku mencoba menghentikan tubuh ku sendiri dengan cara melawan, tapi tetap saja aku tidak bisa. Semakin kuat aku mencoba, kaki ku tetap melangkah menaiki tangga.
Tap...
Tap...
Tap...
Seolah olah ada yang tidak mengizinkan aku untuk bernapas, aku mencoba berdoa kepada Tuhan, namun aku seperti lupa bagaimana caranya.
Pikiran ku kosong, semua memori ku seperti terkuras menghilang. Aku tidak tau apa yang akan aku lakukan. Hanya saja tubuh ku semakin dekat dengan tangga terakhir.
Aku ingin memanggil nama mahluk yang bisa melindungi ku, yang sudah ku anggap sebagai teman. Tapi aku lupa siapa namanya, aku lupa semua hal, aku bahkan melupakan diri ku.
Aku terus melangkah hingga akhirnya aku memasuki kamar.
Kriieeettt...
Bunyi pintu kamar yang terbuka, seolah olah pertanda bahwa akan ada kejadian buruk yang akan terjadi.
Aku melihat banyak orang, tapi aku tidak tau mereka siapa, kebanyakan dari mereka tidak memiliki tubuh yang utuh. Aku tau mereka! Aku tau! Tapi aku tidak dapat menyebutkan siapa mereka! Pikiran ku dikendalikan!
Aku membuka pintu menuju balkon kamar ku. Mulai memanjat pembatas pada ujung balkon.
Tunggu!
Aku tidak mau terjun dari atas balkon!
Aku terus saja memberontak walaupun aku tau hasilnya akan siapa siapa, lalu? Apa yang bisa ku lakukan? Aku sudah lupa bagaimana caranya meminta pertolongan.
Pendengaran ku hanya menghasilkan kalimat menyeramkan.
__ADS_1
'matilah...tuhan sayang pada mu...matilah...jika kau mati...kau bisa bertemu dengan keluarga mu..matilah... matilah...jangan terlalu menikmati hidup, hidup itu adalah kenyataan pahit yang tertutupi...matilah..kau akan melihat indahnya dunia dari surga..matilah..matilah..matilah..sebagai manusia lemah kau terlalu banyak menderita..matilah..'
Dan sekarang aku tau bahwa aku bodoh, mendengar itu semua, aku tidak lagi melawan. Aku pasrah, aku tanpa sadar menitikkan air mata.
Yang ku dengar memang ada benarnya, aku merindukan keluarga ku. Aku sangat rindu mereka.
Seakan tau apa yang ku pikirkan suara menyeramkan itu kembali terdengar.
'aku tau kau merindukan keluarga mu..ikuti jalan ku..maka kau akan bertemu mereka...Ikutilah..apa kau mau mengikuti ku?..'
Lagi aku adalah manusia bodoh karena aku mengangguk sambil menangis, aku dengan pasrah menaiki pembatas balkon yang tingginya hanya seperut ku saja.
Aku menaikan kaki ku keatas pembatas itu, setalah naik aku rentangkan tangan ku, menatap kebawah.
Takut?
Tentu saja takut, aku jenis orang yang takut pada ketinggian dan takut akan kedalaman laut.
Aku takut, namun dibalik rasa takut itu tersimpan rasa percaya diri dan semangat yang kian memuncak.
Ku sejajarkan kepala ku, menatap lurus. Menutup mata..
'terjunlah..dan...bertemu lah...keluarga mu..di..."
Kalimat itu kembali terdengar namun kalimat itu seolah olah seperti terpotong, masih ada kalimat yang harus dilanjutkan.
Ketika aku meringankan tubuh dan berniat untuk menjatuhkan tubuhnya ku, lanjutan dari kalimat itu terdengar.
'bertemulah di neraka!!!!!!!'
Suara itu terngiang ngiang dikepala ku, ketika aku hendak mencapai tanah, kesadaran ku kembali. Namun sudah terlambat.
Brak!!!!!...
Suara yang indah membuat tulang ku seakan akan remuk, banyaknya darah keluar dari kepala ku.
Pada akhirnya..
Aku mati...
Ditangan mereka...
Para hantu...
.
.
.
.
Until next time.
maaf karena jarang update..karena mau memperbaiki tulisan di part yang lalu.
__ADS_1
banyak typo dan konflik yang masih sangat sederhana..
happy reading.