OH, MY GHOST

OH, MY GHOST
Full Of Screaming


__ADS_3

Full Of Screaming.


.


.


.


.


Hari demi hari, aku sudah mulai terbiasa oleh penampakan penampakan dari makhluk yang tidak semua orang bisa lihat. Beberapa tahun berlalu setelah aku bertemu dengan Deden (anak kecil yang menjadi korban kecelakaan), Hidup ku sangat kacau


Mahkluk mahkluk beraneka ragam bentuk selalu mendekati ku, mereka selalu mengajak ku mengobrol sehingga membuat ku secara spontan berteriak ketakutan.


Pagi...


Siang...


Malam...


Yang ku lakukan hanyalah berteriak, membuat kak Eva khawatir terhadap keadaan ku, tak jarang tidur ku ditemani oleh kak Eva, karena selalu ada hantu yang berusaha mengganggu.


Aku sempat stress, hingga berniat untuk melakukan Bunuh diri. Dan untung saja kak Eva datang diwaktu yang tepat sebelum aku benar benar mati karena gantung diri.


Karena kebodohan ku, banyak uang yang dikeluarkan kak Eva untuk menanggung biaya rumah sakit. Sejak itu aku mencoba untuk melawan rasa takut, kini umur ku sudah menginjak 16 tahun, masa masa ketegangan dan khawatir sudah hilang dimakan oleh waktu.


.


.


.


.


Saat ini aku berada di aula olahraga, kami disini untuk mengambil nilai praktek materi bulu tangkis, aku tidak gugup karena aku berbakat dalam bidang ini.


sebelum memulai praktek. kami diarahkan untuk pemanasan terlebih dahulu, aku menatap ke depan melihat gerakan yang dilakukan oleh guru pembimbing. Namun fokus ku sedikit teralihkan ketika tepat dibelakang guru tersebut ada wanita cantik berbaju putih tersenyum kepada ku, aku berusaha menghiraukannya dan mencoba fokus pada pemanasan.


Selanjutnya kami membantu guru pembimbing untuk memasang jaring pembatas diantara dua pemain. yang biasanya disebut Net. aku tidak ikut membantu karena sudah banyak yang membantu guru pembimbing.


Jadi aku hanya duduk disudut ruangan, asal kalian tau, ruangan ini sangat luas ada 3 lapangan didalamnya.


Namun Aula ini jarang digunakan sehingga terdapat kesan angker didalamnya, ada murid yang percaya dan ada juga yang tidak.


Tapi bagi ku, mereka tampak nyata, ruangan ini penuh dengan mahkluk gaib yang usianya bahkan melebihi ratusan hingga ribuan tahun.


Didalam aula ini juga terdapat sebuah gudang yang digunakan untuk menyimpan peralatan olahraga. banyak murid yang tidak berani ke sana karena selalu melihat sosok putih dengan kuku yang panjang.


"Ares! kok ngelamun?" tanya teman ku yang bernama Rizky.


"Ah,aku teringat kisah ibu Merry, dia bilang ada hantu dengan kuku dan taring yang panjang disini." ucap ku jujur dan sedetik kemudian Rizky memukul kepala ku.


"Sakit!!!" jerit ku ketika merasakan denyutan pada kepalanya.


"Jangan diomongin! gue takut!" Rizky berkata sambil menampilkan ekspresi takut.

__ADS_1


"Masa sama cerita begituan takut sih." ucap ku tanpa sadar membuat beberapa hantu yang mendengar menatap kearah ku. Mereka menatap ku seakan akan mereka sedikit tersinggung dengan ucapan ku.


Aku langsung membeku ketika beberapa mahluk halus itu mendekat kearah ku, tapi aku mencoba untuk berpura pura tak mengetahuinya.


Mereka mengelilingi ku saat ini. Rizky yang menyadari ekspresi ku seolah bertanya tanya.


"kenapa wajah Lo?" tanya Rizky kepada ku.


"Engga ko, cuma gue rada rada pusing aja." jawab ku berbohong.


"Yaudah, Lo istirahat aja, lagian kita belum mulai kok." ucap Rizky lalu meninggalkan ku menuju kearah guru pembimbing.


"*manusia ini berbeda..."


"harum..."


"hihihihihi*..."


ucapan mereka yang bisa didengar oleh ku walau seperti berbisik bisik.


sekeliling ku ada beberapa hantu, dimulai dari yang mempunyai ekor, hanya ada tubuh tanpa kepala, ada wanita dengan pakaian berwarna merah panjang.


"Ares!" panggil guru pembimbing tiba tiba, membuat ku sedikit terlonjak kaget.


"Iya pak?" Ares segera bangkit dari duduknya dan menuju kearah guru pembimbing.


"Tolong kamu ambilkan bola cock didalam gudang ya, kali bisa cepat sedikit."


"baik pak." dengan begitu, aku langsung menuju gudang setelah mendapatkan kuncinya dari pak guru.


Kriiieetttt....


suara pintu yang tertutup dengan sendirinya membuat ku menoleh kearah pintu, tidak ada siapa siapa di sana. aku langsung berlari kearah pintu, dan sialnya pintu ini terkunci.


"Tolong!!!" teriak ku meminta bantuan dan berharap ada seseorang yang mendengar, tapi anehnya tidak ada satu orang pun yang mendengar. seharusnya teriakan kencang ku itu bisa terdengar hingga keluar aula.


"Tolong!!" teriak ku lagi, dan tetap saja tidak yang mendengar.


aku mencoba mendobrak pintu, tapi pintu ini seperti berubah seperti pintu baja yang sangat keras dan kokoh.


karena panik aku melupakan bahwa aku memegang kunci ditangan ku.


sedikit lega kurasakan, aku begitu panik sehingga lupa bahwa aku sendiri sedang membawa kunci digenggaman tangan ku.


aku mencoba memasukan kunci tersebut, memutarnya..


tapi, betapa anehnya pintu ini tetap tidak mau terbuka. oh tidak. jika seperti ini terus, aku bisa terkurung didalam gudang ini sampai ada seseorang membukanya dari luar.


"khikikiki...grrr....grrrr..."


aku segera menoleh kebelakang ketika ada suara aneh terdengar.


"HUAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!" teriak ku kencang mendapati mahkluk bertubuh tinggi dengan mata yang merah menyala, aku yakin tinggi mahkluk itu lebih dari 3 meter. tubuhnya sangat kurus hingga terlihat bentuk tulang nya.


"AAAAAAAAAAAAHHHHHH!!!" lagi aku berteriak dengan kencang ketika mahkluk didepan ku ini mengulurkan tangannya yang dihiasi kuku yang sangat panjang. bahkan taringnya hampir menyentuh lantai dengan lidah panjang yang mengeluarkan liur.

__ADS_1


"ggrrrr...grrrr..khihihi.." suaranya yang menyeramkan itu keluar dari mulutnya yang dipenuhi oleh ulat belatung.


aku yang melihat segera memuntahkan isi perut ku, dan dengan cepat tempat yang ku pijaki ini bukan lah gudang, melainkan ruangan hitam yang sesak dan sosok itu berada tepat dihadapan ku.


ruangan ini sangat sesak, tubuh ku tak dapat bergerak, aku hanya dapat menggerakkan kedua bola ku saja.


kulihat kukunya mulai mengarah pada wajah ku, kemudian dari mulutnya keluar ribuan ulat belatung yang langsung mengenai wajah ku.


.


.


.


"HUAAAAAAA!!" teriak ku yang membuat semua orang terkejut.


"ah...ah...hahh..." nafas ku terengah enggan dengan buliran keringat membanjiri.


"tenang dulu Ares, ini minum airnya." ku lihat pak guru olahraga memberikan minuman kepada ku, ada guru lain dan ada juga teman teman ku.


"aku dimana?" tanya ku setelah nafas ku bisa ku atur.


"kamu ada di ruang UKS, tadi kamu pingsan di gudang, sebelum pingsan kamu berteriak, hingga kami berlarian kearah gudang, kami ke sana dan kamu berjalan kearah kami, tapi posisi kamu itu lagi kayang dan mulut mu ngeluarin banyak air liur." jelas Rizky kepada ku.


"kamu ngerasain apa disama, nak?" tanya penjaga UKS.


"seingat saya, saya terkunci di gudang. lalu ada sosok setinggi 3 meter, dengan kuku dan taring yang panjang, dari mulutnya juga keluar ulat belatung." ucap ku menjelaskan.


"kamu terkunci? jangan bercanda! bahkan pintu itu terbuka lebar." pak guru olahraga menyanggah.


"udah, biarin Ares istirahat, dia baru saja ngalamin kejadian buruk, semuanya keluar dari ruang UKS kecuali Rizky!" perintah ibu penjaga UKS yang sedang bertugas.


dan dengan cepat mereka keluar, terkecuali Rizky.


"lain kali jangan masuk sendirian ke sana! ibu tau kamu bisa melihat mereka! sehingga mereka tertarik kepada kamu!" ucap ibu itu kepada ku.


aku tak percaya ibu ini tau aku bisa melihat mahkluk lain..


jangan jangan dia sama seperti ku juga..


.


.


.


T


B


C


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2