Oh My Bodyguard

Oh My Bodyguard
Bayi?


__ADS_3

Pengalaman pertama sekaligus kencan pertama ini menjadi hal yang mengerikan bagi Alexa. Seharusnya sejak awal ia menolak saja dengan ide gila yang ditawarkan oleh ayahnya untuk berkencan dengan tiga kandidat laki-laki yang dicalonkan sebagai pasangannya.


Namun apa daya, Alexa tidak bisa menolak keinginan orang tuanya karena banyak alasan. Terlebih, usianya sudah tidak lagi muda. Bukankah sudah seharusnya wanita berusia tiga puluh tahun untuk segera menikah?


"Kau baik-baik saja, Nona?" tanya Evan khawatir. Ia memastikan jas hitam miliknya bisa menutupi punggung serta dada Alexa.


"Hmm." Alexa mengangguk.


Evan segera mengantarnya masuk ke dalam mobil dan memberinya sebotol air mineral.


"Kenapa kau diam saja saat dia memperlakukanmu seperti itu? Maafkan aku karena tidak bertindak sejak awal," ujar Evan.


"Bukan salahmu. Aku hanya berusaha menjaga sikap, aku tidak mau ada gosip buruk yang bisa merusak reputasi keluargaku," jawab Alexa.


Sejak pertama kali Drax menyentuh tangannya dan tanpa izin mencium punggung tangannya, Alexa sudah ingin sekali mematahkan leher laki-laki itu.


Hanya saja, Alexa melihat situasi yang tidak menguntungkan baginya. Karena pada dasarnya, Drax memiliki cukup kekuasaan pada media. Alexa khawatir jika sikap buruknya bisa menjadi boomerang. Namun nyatanya, Drax memang tidak bisa ditoleransi. Laki-laki itu benar-benar mata keranjang.


Di dalam mobil, Alexa sudah mulai kembali tenang. Wanita itu bersandar dan memijat pelipisnya dengan jari telunjuk.

__ADS_1


"Menyebalkan sekali aku harus bertemu dengan orang sepertinya," batin Alexa kesal.


Namun, ia tetap harus melanjutkan semua ini demi kepuasan ayahnya.


Sesampainya di rumah, Evan mengantar Alexa masuk ke dalam rumah dan memastikan wanita itu masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


Di dalam kamar, Alexa terus bergumam kesal. Bagaimana bisa ayahnya memilih seorang laki-laki seperti Drax sebagai kandidat calon suaminya. Apakah Vincent tidak melakukan penelusuran terlebih dahulu pada laki-laki itu? Alexa tidak habis pikir dengan keputusan ayahnya.


Setelah melepas gaun dan menghapus make up, Alexa memperhatikan jas hitam yang tergeletak di lantai. Wanita itu memandangnya sesaat, lalu mengambilnya dan meletakkannya di kursi meja rias.


Alexa termenung di pinggiran tempat tidur sambil menatap jas hitam di atas kursi. Entah mengapa, ia menyukai aroma khas yang keluar dari tubuh Evan. Suatu aroma yang sangat menenangkan serta menyegarkan.


Hanya berselang beberapa detik, Alexa tersadar. Ia mengernyitkan dahi lalu menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


...****************...


Seberkas cahaya matahari masuk melalui celah gorden yang tersingkap. Alexa membuka mata, menggeliat sesaat lalu turun dengan malas dari tempat tidurnya.


Wanita itu menyingkap tirai, lalu membuka pintu menuju balkon dan menghirup udara segar yang menyejukkan.

__ADS_1


"Ah, ini hari mingguku!" seru Alexa senang.


Entah kapan terakhir kalinya wanita itu menikmati hari libur sejak kesibukan terus mengejarnya. Namun hari ini, ia bebas melakukan apapun yang ia suka dan menikmati hari tanpa pekerjaan dan beban pikiran.


Saat menatap ke area taman dari balkon kamarnya, Alexa melihat Evan tengah sibuk menata pot bunga serta merapikannya.


"Sepertinya aku tidak lagi memerlukan tukang kebun," gumam Alexa. Ia memperhatikan Evan, Alexa tiba-tiba tertarik untuk mengamati gerak gerik laki-laki itu.


Meski Evan jarang sekali bicara, namun laki-laki itu punya cukup kesabaran untuk menghadapi sikap Alexa yang menjengkelkan. Terlebih, Evan adalah tipe orang yang sabar dan berpikir cepat sebelum mengambil tindakan.


Setelah puas menghirup udara segar, Alexa kembali masuk dan melihat kalender di meja riasnya.


"Ini waktunya bayiku makan," ucapnya senang. Ia lalu mengambil ponsel dan menelepon seseorang.


Hanya berselang sepuluh menit, seseorang datang mengirim barang dan Evan adalah orang pertama yang menerimanya.


"Nona, untuk apa orang datang membawa tikus putih?" tanya Evan sambil menyerahkan kandang kecil dengan beberapa ekor tikus putih pada Alexa.


"Ini untuk memberi makan bayiku," jawab Alexa.

__ADS_1


"Kau punya bayi?" tanya Evan terkejut. Ini adalah satu-satunya hal yang tidak ia ketahui tentang Alexa. Lalu bayi apa yang mau makan tikus?


...****************...


__ADS_2