
Melihat Alexa tampak bahagia, Asmita dan Vincent pun turut senang atas apa yang sudah menjadi pilihan anak tunggalnya.
Evan adalah anak yang baik sejak kecil. Meskipun ia hanya anak seorang pelayan, ia tumbuh menjadi pribadi yang mengagumkan.
Vincent merasa semua usaha yang telah ia lakukan tidak pernah sia-sia. Sejak lama ia sudah berencana untuk menjodohkan Alexa dengan laki-laki yang sangat ia percaya.
Vincent membimbing Evan dan mengirim laki-laki itu untuk menjalani pendidikan militer serta mengujinya dengan berbagai masalah. Semua itu Vincent lakukan demi melihat kesungguhan Evan dalam mendapatkan mimpi-mimpinya.
Meskipun Evan hanyalah anak yatim piatu dan bukan berasal dari kalangan keluarga bangsawan seperti keluarganya, Vincent tidak peduli. Yang dibutuhkan oleh Alexa bukanlah laki-laki kaya raya, melainkan laki-laki yang mampu mendampinginya dalam suka dan duka. Dan Evan, adalah satu-satunya orang yang sanggup melakukannya.
"Paman, bolehkah aku meminta izin darimu? Aku ingin menikahi Alexa," ucap Evan dengan gagah. Tidak ada keraguan, tidak ada rasa takut. Ia percaya kekuatan cintanya mampu meluluhkan hati kedua orang tua Alexa.
"Kau serius, Evan?" tanya Vincent.
"Ya, Paman. Sebenarnya, Alexa adalah wanita yang aku sukai sejak lima belas tahun silam. Sejak kami masih remaja, hingga saat ini, aku mencintai Alexa," tegas Evan.
__ADS_1
Asmita dan Vincent tersenyum. Asmita merangkul Evan dan menepuk pelan pundak laki-laki itu.
"Tentu saja kami merestui hubungan kalian. Kau sudah seperti anak kami sendiri, tidak sedikitpun kami meragukanmu," ujar Asmita.
"Sejujurnya, kami sudah berniat menjodohkan kalian," sela Vincent.
"Papa!" seru Alexa. "Lalu, kenapa Papa menyuruhku berkencan dengan tiga laki-laki yang tidak aku kenal?" tanyanya.
"Haha!" Vincent tertawa. "Itu hanya untuk menguji kalian. Dengan begitu, kalian sekarang jadi sama-sama mengakui perasaan kalian, kan?" lanjut Vincent.
Meskipun Alexa hampir salah paham dengan maksud dan tujuan orang tuanya. Kini wanita itu sadar, jika apa yang mereka lakukan adalah demi kebaikannya.
"Kalian harus berbahagia, kalian sudah ditakdirkan untuk bersama. Kami merestui kalian," ucap Vincent. Ia memeluk Evan dan Alexa secara bergantian.
Kini, dua hati yang sempat terpisah oleh jarak dan keadaan akhirnya kembali bersatu. Meskipun Alexa sempat kehilangan ingatannya, namun wanita itu tetap memilih orang yang sama, orang yang mengisi hatinya sejak lima belas tahun silam.
__ADS_1
Tanpa banyak basa-basi, pesta pernikahan langsung direncanakan dalam waktu dekat. Vincent dan Asmita tidak mau menunda hari bahagia untuk putri semata wayangnya. Mereka memberikan yang terbaik untuk membuat kenangan terbaik sepanjang hidup mereka.
Sebuah pesta pernikahan yang dilaksanakan di sebuah kapal pesiar yang berlayar tiga hari tiga malam. Keluarga Alexa mengundang hampir lima ratus orang dan membawa mereka mengarungi lautan sambil menikmati kemewahan pesta.
Setelah disahkan sebagai pasangan suami istri, Evan tidak ragu-ragu mencium Alexa di depan para tamu undangan.
Sorak ramai terdengar riuh menyaksikan keserasian pasangan yang tengah dimabuk cinta.
Dari semua orang yang hadir, Meera adalah salah satu orang yang mendapatkan hadiah mewah dari kedua pasangan.
Karena loyalitas serta kerja kerasnya membantu Evan dan Alexa selama ini, Meera mendapatkan apa yang ia inginkan, yaitu sebuah rumah serta mobil mewah untuk membayar semua yang telah ia lakukan.
Cinta itu bermula dari rasa benci yang membumbung tinggi, lalu berubah menjadi percikan asmara yang langsung berkobar membara.
Cinta dan benci adalah dua hal yang selalu berdampingan. Membencilah secukupnya dan mencintailah sewajarnya.
__ADS_1
...~END~...