Oh My Bodyguard

Oh My Bodyguard
Like couple


__ADS_3

Maria mengenakan celana longgar pendek di atas lutut dan kaos oversize. Ia mengikat rambutnya, menghapus riasannya. lalu maria kelur kamar.


Maria melihat Kevin yang tengah membongkar belanjaan tadi.ia berjalan mendekati dan membantu.


“ Lemari pendingin ini benar benar tidak ada isinya. Buat apa jadi artis kalau isi nya hanya air saja”. Ucap Kevin.


“ yah maklum lah vin, aku bener- bener gak mood ngapa ngapain. Hatiku masih belum berdamai dengan keadaan.” Ucap maria sambil menyusun beberapa sayuran di kulkas.


“ Kamu masih mikirin mantan kamu dan sahabat kamu?” Tanya Kevin.


“ no no no, bukan sahabat. But, mantan sahabat” Maria menjawab kevin sambil telunjuknya kekanan dan kekiri.


“ aku gak habis fikir aja Vin, gak menyangka sih tepat nya. Aku cinta, aku percaya dan aku sayang sama mereka. Tapi mereka Tega banget sama aku. Kadang aku bergikir salahku tu apa sih??” Maria mulai berkaca- kaca dan sedetik kemudian cairan bening itu lolos dari mata indahnya.


Kevin menjulurkan tangannya dan menghapus air mata Maria.


“ tidak ada yang salah denganmu, kamu hanya terlalu baik”. Mereka Saling menatap .


Pandangan itu terputus karena suara pintu apartemen yang terbuka. Ternyata Dewi yang masuk.


” Wah wahh ada apa ini? Maria kamu gak papa?” Dewi panik melihat Maria yang seperi habis menangis. kevin berdiri membiarkan Dewi mendekati Maria.


Kevin berkeliling. Banyak kotak kotak besar dan kecil. Ada yang sudah terbuka dan ada yang masih tersegel Lakban .


“ ck, benar benar “ Kevin bergumam memandangi box box itu. Beberapa figura foto terpampang di dinding.


Kevin berhenti di salah satu foto yang mengingatkan tentang masa kecilnya. Ternyata sosok itu adalah Maria . Gadis kecil yang dulu pernah bermain dengannya. Yah dia Maria teman di saat ia di sembunyikan ayahnya di sebuah desa .Sebisa mungkin Kevin menutupi bahagianya.


“Vin…” tiba tiba Maria ada di belakang kevin.


“Itu foto keluargaku, yang ini kakakku yang ini aku” Maria menjelaskan foto yang berada di dinding tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah.


“ owh.. saya tidak nanya tuh” jawab kevin sambil menutup bibirnya yang mulai berkedut menahan tawa.


“ Keviiiiin….” Maria berteriak sambil mengangkat tangannya ingin menggaplok badan Kevin. Tapi belum sampai tangan itu menyentuh tubuh kevin, sebab tangan itu telah di tahan oleh kevin.


“ kenapaa??” Tanya Kevin dengan suara lembut.


Demi langit dan bumi saat itu jantung Maria benar benar tidak aman. Jedag jedug berdisco ria.

__ADS_1


“ ihhh lepas vin, kamu bodyguard kurang ajar ya!!”. Teriak Maria.


Cupp…


Maria terdiam. Pipi Maria mulai memerah. Satu kecupan dari bibir Kevin mampu membungkam bibirnya yg tidak mau diam.


“Cerewet” ucap kevin sambil berlalu menuju meja makan.


Disana Kak Dewi tengah menyiapkan lauk lauk yang sudah Maria masak.


Suasana meja makan saat itu benar benar canggung, uppsss atau hanya Maria saja. Sedangkan kan Kevin nyatanya terlihat santai sambil mencicipi beberapa hidangan di meja makan.


“ kamu kenapa Maria, kamu demam? Pipi mu merah banget loh??” Tanya Dewi yang sedari tadi memperhatikan tingkah Maria. Ia tadi menyuruh nya memanggil Kevin karena makanan hampir selesai di tata.


“ gak kok Kak , ini AC nya kayanya kurang dingin, gerah banget. Hehehe” jawab Maria terbata bata.


Kevin hanya menyaksikan tingkah Maria, Senang rasanya menjaili si gadis crewet itu.


Acara makan pun selesai Kevin pamit pulang karena Bowo juga sudah sampai di rumah.


“ terimakasih makannanya.Yah lumayan lah rasanya.” Ucap Kevin.


“ hilihh kalo enak bilang aja enak gak usah pake bilang lumayan lumayan . Buktinya kamu nambah tadi. Doyan apa laper boss?? Eh bodyguard ku . Ucap Maria kesal.


Akhirnya Kevin pun kembali ke Unit milik Bowo. Dan dewi melanjutkan pembicaraan yg tadi nya akan didiskusikan beraama Maria terkait kontrak kerja bersama Bowo.


“ Dua hari lagi kamu ada pemotretan ya Maria, jaga kondisi kamu kalau perlu kamu kesalon biar kamu relax.” Ucap Dewi sambil menunjukan gaun gaun yang nantinya akan ia pakai.


“ ini baju baju designnya Bowo kak??” Tanya Maria


“ iya, cantik dan elegant semua ya?” Ucap dewi


Maria mengangguk . Ada Lima lembar portofolio gaun yang akan dia pakai.


“ cantik banget kak, selama ini aku jadi model baru kali ini deh kayanya aku dapet designer yang benaer bener keren Karyanya. Pokonya besok pas foto foto aku harus kece badai dan sexy” Maria menyeringai dengan maksud tertentu.


“ oke deh.. dua hari lagi kamu pemotretanyya, jadi besok kamu gunakan sebaik mungkin untuk merawat tubuh kamu” ucap Dewi.


“ okey kak”. Ucap Maria.

__ADS_1


“ kenapa sih harus dua hari lagi. Kenapa gak besok aja gitu. Aku gak sabar pengen bikin Kevin panas dingin”. Ucap Maria di dalam Hati.


————


Hari ini Maria akan pergi Kesalon , ia pun menghubungi Kevin untuk pergi mengantar ke Salon Langganannya.


“ nanti kamu masuk aja vin , nemenin di ruangan juga gak papa kok. Ada ruang tunggunya “


kevin menjalnkan Mobil tanpa menanggapi perkataan Maria.


“ ampun deh, meskipun bodyguard boongan setidaknya kalo ngomong tuh di jawab kek. Berasa ngmong sama batu deh aku.


“ Maria kamu dulu tinggal di desa? “ Kevin tiba tiba bertanya.


“ iya, kenapa. Muka ku jelek ya?? “ ucap maria sambil melipatkan tangan di depan .


“ iya kamu jelek” ucap kevin menginjak rem karena lampu merah.


Sebelum Maria berbicara.Kevin menarik tangan Maria lalu mencium bibir Maria, Kevin menarik tengkuk Maria agar semakin dekat jarak diantra mereka .Kevin ******* bibir Maria. Memberikan gigitan kecil agar maria membuk bibirnya. Maria benar-benar kaget tidak dipungkiri ia pun menikmati ciuman itu. Kevin melepaskan ciuman itu setelah klakson berbunyi bersahut sahutan menandakan sudah Lampu hijau .


Kevin mengelap bibir Maria dengan ibu jarinya, sambil tersenyum.


“Manis” . Ucap Kevin.


Maria benar benar tidak habis fikir dengan Kevin bisa bisanya dia kecolongan dua kali. Jantungnya belum siap menerima ini. Hatinya juga masih tertutup untuk orang lain. tapi Kevin seperti bukan orang lain. Ia seperti telah mengenalnya lama sekali.


Maria mau protes tapi takut di cium lagi. Ciuman tadi benar benar menghilangkan fikiran warasnya. Saat Kevin mencium nya tadi otaknya benar benar blank. Serta membangkitkan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan saat pacaran dengan Tomy.


“ Vin, please jangan gitu lagi” ucap Maria sambil membuang muka kearah jendela mobil. Ia tidak sanggup memandang wajah Kevin yang santai saja setelah menciumnya tadi.


“Maria kamu gak ingat aku?” Tanya Kevin lagi. Ia benar benar penasan. Bisa bisanya dia tidak mengenali Kevin.


“ Emang Kamu siapa? Presiden?” Jawab Maria ketus.


“ Aku juga dulu pernah tinggal di Desa itu, Desa yang kamu tinggali” ucap Kevin.


“ Hah serius ?? Aku udah gak terlalu inget Masa Kecilku Vin. Tapi Wajahmu emang seperti Familiar sih.” Ucap Maria.


Kevin tidak melanjutkn pertanyaan lagi. Karena sepertinya Maria memiliki sesuatu yang tidak ingin dia ingat.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai di salon langganan Maria. Merekapun memasuki ruangan khusus VVIP. Dimanaruangannya luas dan nyaman terdapat bilik khusus untu perawatan. Dan ada ruang tunggu yang nyaman juga.


Kevin menunggu maria, sedangkan maria mulai perawatan.


__ADS_2