
Haii guys aku come back. Hehehe.
Maaf guys akutuh lupa kalo pernah bikin novel. Ya ampunnn wkwkwk maaf ya guys.
Mari kita lanjooot…
Kalo agak gak nyambung, tolong di sambung sambungin.
———————-
Hari ini Maria berencana akan keluar apartemen dan memberikan klarifikasi atas foto-foto yang telah beredar di internet maupun sosmed.
Dia memakai dress selutut dan berlengan pendek. Maria sudah bertekad untuk tidak takut terhadap apapun yang terjadi di depan. Sebelumnya Maria sudah mengabari kak Dewi si Manager crewetnya. Managernya pun sudah mengabari para wartawan untuk berkumpul di aula mangement yang Maria Naungi.
“Gila gila, please relax pokonya nnti jangan sampe belibet congor gue”. Maria benar-benar baru sekali ini mendapatkan scandal seperti ini.
Pagi itu maria langsung menekan bel apartemen Wibowo dan Kevin.
Ceklek.. pintu pun terbuka.
Ternyata Kevin yang membuka. Tercium aroma vanilla yang menguar dari tubuh Maria seketika membuat Beberapa kepingan memori bersama sahabat kecilnya dulu kembali teringat. Dan tentu saja membangunkan sesuatu yang selama ini tidur.
“ ngapain kamu pagi-pagi udah kesini, ?”. Dengan gaya cuek dan sok coolnya kevin berbicara sambil memegang pintu.
“Duh vin masak baru kemarin kita bicarain kamu udh Lupa sih. Fix kayanya kamu harus di bawa ke dokter deh biar gak gampang pikun. Mana si bowo? Dia harus ubah dandanan kamu jadi bener - bener kaya bodyguard. “ memang benar benar ya mereka berdua. Yang satu irit bicara yang satu sekalinya bicara bisa kayak suara kereta api ..😂
“ iya aku tahu, aku fikir tidak jadi . sebenarnya aku malas sekali membantu kamu. Ini demi sahabatku wibowo” ucap kevin dingin. Padahal alasan di balik itu adalah dia benar benar tertarik dengan Maria. Ada hal yg membuatnya penasaran tentang seorang Maria.
“Oke, kalo gitu minggir dong aku mau lewat, ngapain sih kamu di tengah pintu gini. Kamu mau jadi hantu penunggu pintu?” Maria benar-benar tidak habis fikir dengan kevin. Pagi pagi sudah membuat mood maria low saja.
Kevin pun menyingkir lalu mengikuti Maria dari belakang. “Bowo masih dandan” ucap Kevi singkat.
Maria berbalik dan menatap Kevin dan membuang nafas.
Huffffh…
“Bisa bisanya gue nungguin orang, biasanya juga gue yg di tungguin. Gakpapa deh demi masa depan yang kebih cerah hehehe.”.Ucap maria dalam hati sambil tersenyum kecil. Dan itu semua tidak luput dari penglihatan Kevin.
“Menggemaskan. Tunggu, kenapa aku memperhatikan dia dan terkagum seperti ini”. Kevin merasa aneh dengan dirinya sendiri.
Akhirnya orang yang di tunggu selesai juga dengan aktifitasnya. Yah siapa lagi kalo bukan Bowo alias wowo. “ Vin cepet sini, gue bakal dandanin loe seperti james bon” ujar bowo.
“ gak usah aneh-aneh kamu ya wo, kamu gak lupakan aku bisa patahin tangan kamu kalo kamu aneh”-aneh ucap Kevin . Padahal kata kata itu hanya untuk mengalihkan perhatiannya yang sedari tadi telah terkunci oleh sosok Maria.
Sebelumya Bowo sudah di beri kabar oleh manager Dewi setelah penandatanganan kontrak bahwa Maria akan menjadi Model nya Setahun kedepan.
Kesepakatan itu benar-benar memberikan keuntungan kedua belah pihak. Simbiosis mutualisme berjalan sebagai mana mestinya disini.
__ADS_1
Bowopun mendandani Kevin dengan sangat lihai, tangan designer yg akan naik daun ini benar benar lihai dalam memadu padankan gaya.
10 menit waktu yg di butuhkan bowo untu memilihkan setelan jass hitam , separu vantofel hitam dan alat pendengar suara . Benar benar seperti bodyguard profesional. Setelah itu bowo manata gaya rambut dan sedikit mendandani Kevin.
“ Aku ingin Memakai Masker, jangan sampai ada orang orang papah yang tau keberadaanku.” Ucap Kevin dingin.
“Oke oke. Selow bro. Meskipun yaah baru kali ini ada bodyguard pake masker”. Ucap bowo menimpali sambil masih merapikan rambut kevin. Upsss jangan lupa kaca mata hitam juga.
“ Tapikan aku hanya pura-pura, ini juga demi kamu yg sudah memberikan aku tempat persembunyian.” Ujar kevin .
“Oke oke. Santuy bro. Kalo gue sih ikhlas lahir batin nolongin loe. Mau kapan pun loe kesini terserah loe. Toh apartemen ini juga udh tersedia kamar loe sendiri” ucap bowo.
Maria hanya duduk di kursi menyaksikan mereka berdebat. Pagi ini mood nya benar benar hilang. Banyak hal yang dia pikirkan. Sepertinya dia akan vakum di dunia perfilman, atau dia hanya menerima job iklan saja. Maria menyandarkan tubuhnya di sofa. Beberapa hari ini energinya seperti habis begitu saja.
“ hufhht lama banget sih kak dewi nyampe sini” ucap Maria tiba tiba.
“ masih dijalan kali kena macet” ucap bowo menimpali.
“ gue pengen cepet- cepet nyelesein ini wo, gak yenang hati dan otak gue”. Ucap dewi.
“ yahh sabar lah say bentar lagi dia juga nyampe, lagian kalo masalah wartawan mah biarin ajalah mereka nunggu. Udah resiko mereka cari berita gosip hahaha” bowo meninpali sambil tertawa terbahak sehingga perut buncitnya pun ikut bergetar.
Tinggg tunggg… suara bel apartemen pun berbunyi.
Mendengar itu Maria berlari kecil lalu membuka pintu apartemen.
“ kakak beli sarapan dulu tadi, kakak inget banget Kulkas kamu isinya Air putih semua gak ada sayur mayurnya. Tumben banget sih, biasanya juga penuh bahan makanan “. Dewi mencairkan suasana .
“ jadi gimana udah siap semuanya? Sudah fahamkan harus gimana nanti di depan awak media.
“ Faham, saya hanya diam saja kan” jawab Kevin. Kevin benar benar masuk dalam dunia drama ini. Tapi sekalipun dia tidak pernah menyesal menolong Maria malam itu.
Setelah sarapan yang sudah telat banget itu. Akhirnya mereka menuju parkiran basement
“ Makasih ya vin,wo kalian udah bantuin aku. Maaf juga udah menarik kalian ke masalah ku”. ucap maria mereka bersama sama memasuki mobil.
“ gak usah dipikirin lah say, ambil hikmahnya aja.”
Jawab bowo sekalian mewakili kevin yang diam membisu di samping bowo yang menyetir.
Setelah sampai di Aula tempat mereka konfrensi pers para wartawan sudah duduk di tempat mereka masing masing dengan tidak sabar.
“ Hallo selamat pagi rekan-rekan semua. Sebelumnya saya meminta maaf karena banyak sekali foto foto yang beredar di dunia maya dan kalian semua pasti mempertanyakan siapa saat itu yg menggendong saya. Dan kenapa saya berada di lingkungan itu”. Maria membuka acara klarifikasi itu dengan jantung dag dig dug namun harus tetap slayy.
“ jadi siapa orang yang bersama anda malam itu nona? Dan mengapa anda berasa disana?” Tanya salah seorang wartawan.
“ baik saya akan menjawab . Jadi malam itu kebetulan saya sedang bertemu salah satu designer terkenal di negara kita, nah karna saya malas untuk bertemu yang jauh jauh jadi saya meminta untuk bertemu di lokasi terdekat dari temoat tinggal saya” ucap Maria.
__ADS_1
“ nah ini dia designernya , perkenalkan rekan rekan semua ini adalah designer yang nantinya akan bekerjasama dengan saya” Maria merangkul bahu Wibowo memperkenalkannya ke awak media.
“ hallo semuanya , perkenalkan saya Wibowo saya salah satu designer indonesia, yang kemungkinan akan naik daun hahaha”.seperti biasa bowo berbicara dengan tingkah kocaknya. Entahlah dia ini sebenarnya designer atau seorang pelawak.
“ nah yang ini adalah Bodyguard saya , yang malam itu menggendong saya. Kebetulan saya lagi kelelahan lalu pingsan. Untung bodyguard saya yang maco ini langsung sigap.” Lanjut Maria sambil tangannya menunjuk ke arah Kevin.
Kevin hanya menunduk ,tentu saja tanpa tersenyum . Kalaupun tersenyum gak kelihatan juga kan dia pakai masker 😁. Ini demi identitasnya agar tidak ketahun oleh papa nya dan kakak nya.
Para wartawan pun mulai jeprat jepret memfoto mereka di depan . Banyak juga yang memfoto kevin, secara body kevin memang menarik banget untuk di abadikan.
Setelah acara itupun selesai mereka kembali ke apartemen .Dewi izin tidak ikut karena banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikan di kantor management. sementara Bowo cuma minta di antarkan ke butiknya.
Akhirnya hanya Maria dan Kevin yang akan kembali
Ke apartemen.sebelum kembali ke apartemen maria minta di antarkan ke supermarket.
“ Vin” Maria mulai membuka pembicaraan
“Hmm” jawab Kevin singkat.
“ nanti antarkan aku ke supermarket dulu ya? . Aku belum belanja semenjak pindahan kemarin nanti sampai apartemen kamu aku masakin deh” . Ucap Maria. Jujur saja perkenalan mereka yg sudah seminggu lebih ini masih membuat Maria canggung, juga dengan Kevin. Tapi setidaknya dengan masalah ini ia tidak memikirkan perselingkuhan Agnes dan Tomy lagi.
“ kamu bisa masak? “ tanya Kevin
“ iya dong, gini gini aku udah mandiri dari dulu. Yah meskipun masakanku gak seenak chef-chef yang ada di resto dan hotel bintang lima, tapi bisalah di terima lambung”. Maria menjawab sambil tangan nya pun ikut bergerak.
Tingkah itu tidak luput dari pandangan Kevin, sepertinya Kevin benar-benar Tertarik dengan sosok Maria.
“Okey”.jawab kevin singkat.
Merekapun sampai di pusat perbelanjaan. Mereka turun dari mobil . Maria menggunakan jaket oversize dan topi juga menggunakan masker. Sedangkan kevin melepaskan jas nya dan memakai masker juga.
Saat kevin membuka jas nya “ oh my god….!!!!! Apaan tuh ?apaan tuh? . Roti sobek atau apaan? Ahhh pengen pegang” tapa sadar Maria memandangi tubuh kevin sambil tangannya meremas ujung dress nya.
“ kamu kenapa? Kesambet?” Tanya kevin membuyarkan lamunan Maria.
“ ahahaha enggak. Itu tadi ada abang abang diluar kok cakep banget “. Ucap maria berbohong.
“ oh ya?? Jelas jelas kamu memandangku sampai air liurmu menetes” ucap Kevin santai.
“ hah, masak sih??” Maria auto menyentuh bibirnya yang sebenarnya tidak ada apa-apa.
“ hahaha” Kevin tergelak puas melihat tingkah Maria. Benar benat menyenangkan menurutnya. kevin turun terlebih dahulu dan disusul maria. Mereka mengambil stroler belanja lalu masuk ke area bahan bahan makanan.
Maria dengan lihai mengambil apa saja yang di butuhkan. Sementara Kevin mendorong stroler belanja di belakangnya. Mereka benar-benar seperti sepasang kekasih. Setelah selesai bebelanja mereka pulang ke apartemen Maria. kevin memutuskan menunggu bowo di unit milik Maria.
“ hufff, akhirnya nyampe juga” Maria meletakkan barang barang belanjaan di bantu oleh Kevin di dapur. Maria beranjak ke kamar dan akan berganti baju santai.
__ADS_1