
Alexa menatap dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Ia memperhatikan setiap gerakan tubuh Evan. Dengan wajah tampan, penampilan yang mempesona dan sikap penuh wibawa, Alexa heran. Dari mana orang tuanya mendapatkan laki-laki seperti Evan?
Dari balkon lantai dua rumah Alexa, Evan terlihat berulang kali duduk dan berdiri, lalu mengibaskan kemeja hingga rambutnya. yang tak kunjung kering.
Kedua bola mata Alexa seakan terpaku, ia bahkan tidak berkedip sama sekali. Alexa merasakan detak jantungnya bergerak lebih cepat. Wanita itu menggigit kuku karena gelisah.
"Ah, aku pasti sudah gila!" batin Alexa memaki diri sendiri. Wanita itu berbalik, masuk ke dalam rumah dan berjalan memasuki kamar.
Namun seakan ada yang menarik tubuhnya, Alexa berbalik dan menuruni anak tangga dengan cepat. Ia keluar dan menghampiri Evan di halaman depan rumahnya.
"Cepat ganti pakaianmu!" seru Alexa.
"Maaf, Nona. Aku tidak pernah membawa pakaian ganti," jawab Evan.
"Lalu kenapa kau tidak pulang saja? Lagi pula ini hari liburku, aku tidak akan pergi ke mana-mana. Jadi, kau juga bisa pulang dan tidur!"
"Tidak, aku tidak punya hari libur," jawab Evan sambil tersenyum.
"Apa? Laki-laki ini masih bisa tersenyum padahal tubuhnya menggigil?" tanya Alexa dalam hati. Wanita itu memperhatikan Evan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Wajah Evan terlihat pucat.
Meskipun matahari bersinar cukup hangat, namun hal itu sama sekali tidak bisa membantu Evan mengeringkan tubuh dan pakaiannya dengan sempurna. Terlebih, musim dingin telah tiba dan suhu di luar rumah cukup rendah.
"Ayo masuk!" ajak Alexa.
__ADS_1
"Ke mana?" tanya Evan tidak mengerti.
"Jangan banyak tanya! Kau seperti Meera!" gerutu wanita cantik itu. Evan mengikuti langkah kaki Alexa masuk ke dalam rumah.
Alexa masuk ke dalam kamar tamu terlebih dahulu, sementara Evan berdiri di dekat pintu.
"Nana, prepare warm water!" ucap Alexa sedikit keras.
Dengan cepat, bath up di dalam kamar mandi segera terisi penuh dengan air hangat. Sementara itu, Alexa sibuk memilih pakaian di dalam lemari.
"Ini milik papa, semoga ukurannya cocok denganmu. Kau bisa memakainya," ujar Alexa sambil menyerahkan satu setel pakaian ke tangan Evan.
"Tapi, Nona. Aku tidak ...." Evan ragu-ragu.
"Jika kau mau mati kedinginan di luar sana dengan pakaian basah, tidak apa jika kau tidak mau!"
"Nana menyiapkan air hangat untukmu."
"Apa aku juga harus mandi?"
Alexa menarik napas panjang dan menghembuskannya kasar. "Terserah!" jawabnya ketus.
Evan tersenyum, ia menatap punggung Alexa yang meninggalkannya ke arah dapur.
__ADS_1
Dengan langkah seribu, Evan segera pergi ke kamar mandi di kamar tamu. Ia mandi dengan cepat, berendam beberapa detik untuk menaikkan suhu tubuhnya, lalu berganti pakaian sesegera mungkin.
Dalam waktu kurang dari lima belas menit, laki-laki itu sudah kembali siap dengan pakaian rapi. Setelah itu, Evan mencari keberadaan Alexa di dapur, laki-laki itu lalu melihat Alexa tengah sibuk membuat sesuatu.
"Nona, terima kasih untuk pakaiannya. Aku akan mencucinya nanti dan mengembalikannya besok pagi," ucap Evan.
"Simpan saja. Ada banyak pakaian papa yang tidak terpakai di rumah ini."
"Ah, begitu. Terima kasih." Lagi-lagi Evan tersenyum.
Alexa terdiam sesaat, lalu menggeser secangkir kopi di atas meja.
"Hangatkan tubuhmu!" serunya tanpa menatap Evan.
"Untukku?"
"Pergi saja jika tidak mau!" ketus Alexa.
"Aku akan meminumnya, Nona," jawab Evan.
Meskipun Alexa selalu bersikap acuh, ketus, dan menjengkelkan. Namun Evan senang karena wanita itu masih memiliki secuil hati yang hangat dan penuh perhatian. Secara tidak sadar, Alexa telah menerima kehadiran Evan dan memahami bahwa keberadaan Evan memang ia butuhkan.
Setelah menghabiskan secangkir kopi panasnya, Evan keluar dari rumah Alexa dan berjaga di luar rumah. Laki-laki itu telah menyiapkan beberapa kamera CCTV tambahan dan akan memasangnya hari ini juga.
__ADS_1
Sementara Alexa, ia membuat sarapan sederhana dan menikmati hari liburnya dengan bersantai, menonton televisi, serta membaca buku. Wanita itu berusaha mengalihkan pikirannya dari sesuatu yang sedang mengganggu konsentrasinya.
...****************...