Oh My Bodyguard

Oh My Bodyguard
Ingatan Yang Hilang


__ADS_3

Perasaan khawatir, takut, serta rasa bersalah kembali menghantui Evan. Ia dengan segera membawa Alexa ke rumah sakit setelah wanita itu jatuh pingsan di tepi jalan raya.


Beruntung, meskipun sebuah sepeda motor menyerempet tubuhnya. Alexa hanya mengalami lecet di beberapa bagian tubuh dan luka ringan. Namun, Evan menduga wanita itu jatuh pingsan karena terkejut.


Alexa langsung mendapatkan perawatan medis setelah sampai di rumah sakit. Karena keluarga Alexa adalah salah satu donatur terbesar di rumah sakit ini, Alexa bisa mendapatkan perawatan kelas VIP serta pelayanan khusus.


"Bagaimana keadaannya, Dok? Apa Nona baik-baik saja?" tanya Evan pada seorang dokter wanita yang baru saja memeriksa keadaan Alexa.


"Sepertinya Nona Alexa hanya mengalami syok. Dia akan segera sadar. Jangan khawatir," jawab Dokter tersebut.


Evan pun bisa bernapas dengan lega. Ia masuk ke dalam ruang perawatan dan mendapati Alexa berbaring dengan selang infus di tangannya.


Evan duduk di dekat Alexa, menyentuh tangan wanita itu dan menggenggamnya.


"Maaf karena aku melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya," gumam Evan sambil menunduk. Rasa bersalah semakin menguasainya.


Karena kebetulan kedua orang tua Alexa sedang berada di luar kota, maka mereka baru bisa tiba beberapa jam lagi. Evan sudah memberi kabar dan memohon maaf atas kelalaiannya hingga membuat Alexa dalam bahaya.


Dari menit ke menit, Evan terus berada di samping Alexa. Namun wanita itu tak kunjung membuka mata, membuat Evan menjadi semakin cemas.

__ADS_1


Setelah hampir dua jam lamanya, Alexa pun menggerakkan tangannya dan membuka kedua matanya perlahan.


"Nona! Nona! Kau sadar," ucap Evan. Ia segera melepas tangan Alexa dan memanggil dokter. Segera, dokter pun datang dan kembali melakukan pemeriksaan.


Dokter menyatakan kondisi Alexa baik-baik saja. Ia tidak mengalami gangguan atau efek apapun dari kecelakaan tersebut. Namun, terlihat dengan jelas jika Alexa memiliki trauma atas kejadian tersebut. Wanita itu mengeluhkan sakit kepala serta kecemasan berlebihan.


Untuk memulihkan kesehatannya, Alexa tetap diminta untuk opname selama beberapa hari hingga keadaannya membaik.


"Nona, maafkan aku," ucap Evan dengan lirih. Ia lega Alexa sudah kembali sadar, namun ia merasa bersalah karena semua ini adalah salahnya.


"Berani-beraninya kau minta maaf padaku setelah semua yang kau lakukan?" tanya Alexa dengan ketus.


"Apa kau tahu apa kesalahanmu?" tanya Alexa.


"Aku ... Aku ...." Evan tidak bisa menjawab. Ia tidak mungkin berkata jika ini semua karena ia terus menolak pernyataan cinta Alexa hingga membuat wanita itu turun dari mobil dan berjalan kaki di jalan raya.


"Ke mana kau selama hampir lima belas tahun terakhir? Kau pergi begitu saja tanpa kabar, bahkan kau tidak berusaha membuatku mengingatmu!" seru Alexa.


"Alexa," lirih Evan. Seketika, kedua mata laki-laki itu berkaca-kaca. Jantungnya berdebar sangat kencang. Evan terkejut dengan apa yang baru saja Alexa katakan.

__ADS_1


"Ke mana kau selama ini, Evan? Kau tidak mau memberiku jawaban?" tanya Alexa lagi.


"Maafkan aku," ucap Evan. Laki-laki itu mengusap air mata yang tidak sengaja menetes di pipinya.


"Jangan terus meminta maaf, beri aku penjelasan!"


"Kau mengingat kejadian lima belas tahun lalu? Aku pergi setelah kita mengalami kecelakaan. Paman menyuruhku menempuh pendidikan di luar pulau. Aku pergi karena takut, aku pergi karena merasa bersalah telah membuatmu kehilangan ingatanmu," jelas Evan.


"Seharusnya kau berusaha membuatku mengingatmu!" seru Alexa kesal.


Evan menggenggam tangan Alexa, memohon agar wanita itu memaafkannya.


"Aku telah melakukan kesalahan yang sama. Kau mau memaafkanku lagi? Untuk kesalahan di masa lalu dan kesalahanku kali ini?" tanya Evan.


Tiba-tiba Alexa menangis, kedua pipinya dibanjiri oleh air mata bahagia. Ia segera menarik Evan dan memeluk laki-laki itu.


"Meskipun aku tidak pernah mengingatmu, tapi aku merasa sangat merindukanmu," ucap Alexa disela tangisnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2