
Evan diam selama beberapa saat, pertanyaan Alexa cukup aneh dan mengejutkan.Hal itu membuat Evan merasa bingung.
"Jawab aku! Apa kau memiliki kekasih?" ulang Alexa tidak sabar.
"Ah, tidak, Nona." Evan tersenyum.
"Kenapa tidak?" tanya Alexa lagi.
"Karena aku ingin fokus pada diriku dan pekerjaanku. Jadi, aku memutuskan untuk tidak jatuh pada kisah-kisah seperti itu," terang Evan.
"Apa kau sedang menyukai seseorang?" tanya Alexa penasaran.
"Hmm, bisa jadi."
"Apa dia cantik?"
"Ya." Evan mengangguk.
"Bagaimana denganku?"
"Tentu saja kau cantik, Nona." Evan tersenyum.
"Dia atau aku yang lebih cantik?" tanya Alexa memastikan. Hal itu membuat Evan bingung, sikap Alexa tiba-tiba berubah dan aneh.
"Evan, jawab aku!" seru Alexa.
"Ah, kau yang paling cantik, Nona," jawab Evan. Senyum menawan tidak pernah lepas dari bibirnya.
"Jangan bohong!"
"Aku tidak bohong, Nona. Sungguh!"
__ADS_1
"Hah! Wajahmu menunjukkan jika kau bohong!" gumam Alexa sambil memalingkan muka. Ia merasa sedikit kesal. Namun Evan seakan tidak menanggapi sikap Alexa, laki-laki itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala pelan.
"Aku akan keluar, beristirahatlah," ujar Evan.
"Kau akan pulang?"
"Tidak, aku akan menginap sampai kau benar-benar sembuh. Aku sudah memberi kabar pada orang tuamu dan mengatakan pada mereka jika keadaanmu sudah membaik. Sayangnya, mereka sedang ada keperluan di luar kota. Jadi, mereka belum bisa datang menjengukmu," jelas Evan.
"Tidurlah di kamar tamu," pinta Alexa.
"Tidak, aku akan menjagamu di ruang tengah."
"Baiklah." Alexa mengangguk, ia membiarkan Evan berjalan keluar meninggalkan kamarnya.
Kini perutnya telah kenyang, namun hatinya seakan terasa kosong dan hampa. Alexa menjadi kesal, bingung, dan gelisah pada saat bersamaan.
...****************...
Pagi-pagi sekali, Meera telah tiba di rumah Alexa dengan membawa paper bag berisi berbagai jenis makanan yang telah ia masak sendiri.
"Kau datang pagi sekali," sapa Evan.
"Hmm." Meera mengangguk. "Bagaimana keadaan Nona? Apa dia sudah lebih baik?" tanya Meera.
"Sepertinya dia tidur dengan nyenyak," jawab Evan.
"Kau sudah makan? Aku memasak beberapa jenis lauk dan sayur. Mari makan bersama, aku akan melihat Nona terlebih dahulu," ujar Meera. Evan pun mengangguk.
Karena Evan harus menginap, maka ia menyuruh orang lain untuk pergi ke apartemennya dan membawa beberapa pakaian ganti. Evan tidak tega jika harus meninggalkan Alexa dengan kondisinya yang seperti itu. Meskipun luka di kaki Alexa tidak terlalu mengkhawatirkan, namun Evan merasa cemas.
Di kamarnya, Alexa sudah selesai mandi. Wanita itu duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya.
__ADS_1
Tok ... Tok ... Tok ....
Alexa terkejut, ia dengan cepat merapikan rambutnya dan menaburkan bedak di wajahnya.
"Nona, ini aku!" teriak Meera dari luar kamar. Ia pun membuka pintu dan melihat Alexa.
"Hah! Meera! Kau membuatku kaget," keluh Alexa. Wajahnya cemberut.
"Kenapa? Apa kau berharap jika Evan yang datang?" tanya Meera menggoda.
Alexa menyipitkan mata, menatap sinis pada sekretarisnya.
"Bagaimana kau bisa pergi mandi? Aku datang pagi-pagi sekali karena khawatir. Aku berniat membantumu," ujar Meera.
"Ini tidak terlalu sakit, aku masih bisa berjalan sendiri."
Meera memperhatikan kaki Alexa, perban lukanya terlihat basah. Alexa berjalan perlahan dengan kaki pincang untuk sampai ke tempat tidurnya. Meera juga membantu wanita itu agar tidak kesulitan.
"Aku akan mengganti perban kakimu, Nona. Berbaringlah," ujar Meera.
"Evan akan menggantinya," tolak Alexa.
"Ah, dia membuatku cemburu. Apa sekarang dia lebih berharga bagimu, Nona?" keluh Meera. Ia mencebik.
Sebelum Alexa menjawab, Evan telah berdiri di depan pintu kamarnya sambil membawa kotak P3K.
"Hei, masuklah!" seru Meera menyambut kedatangan Evan. Alexa melirik, ia menatap sinis pada sekretarisnya.
"Aku akan mengganti perbannya, Nona," ucap Evan.
"Hmm." Alexa mengangguk dan tersenyum pada Evan.
__ADS_1
Meera melotot, bibirnya manyun melihat Alexa. Secepat itu bosnya bisa berubah sikap. Kini singa betina yang ganas telah berubah menjadi kucing jinak yang menggemaskan.
...****************...