
Evan memejamkan matanya dengan erat, tangannya merangkul Alexa dengan kuat.
Setelah sekian lama menahan semua rasa sakit serta rasa bersalah di dadanya, kini pada akhirnya Alexa kembali mengingat semuanya.
"Maafkan aku karena membuatmu harus seperti ini," bisik Evan.
Alexa menggeleng. Ia terus menangis dalam dekapan Evan. Kini Alexa telah mengingat segalanya, ia mengingat kembali semua yang telah hilang dari memori otaknya setelah lima belas tahun silam.
Saat itu, usia Alexa masih lima belas tahun, lebih muda satu tahun dari usia Evan. Meskipun Evan dilahirkan oleh pelayan di keluarga Vincent, namun Evan sudah dianggap seperti keluarga oleh orang tua Alexa.
Ayah Evan telah mengabdi sebagai sopir serta orang kepercayaan Vincent sejak muda. Ibu Evan meninggal saat Evan berusia sepuluh tahun karena sebuah penyakit, sementara ayah Evan meninggal dalam sebuah kecelakaan saat bertugas mengantar ibu Alexa ke luar kota.
Dengan semua yang telah terjadi, Vincent bersikukuh untuk merawat dan membesarkan Evan layaknya keluarga sendiri. Hingga pada akhirnya sebuah tragedi membuat keadaan menjadi sangat sulit.
Suatu malam, saat kedua orang tua Alexa sedang menghadiri sebuah pesta, sementara kediaman Vincent sepi. Alexa memaksa Evan untuk mengajaknya berkeliling karena bosan di rumah. Di usia remaja dengan pemikiran yang masih labil, Evan yang baru saja bisa mengemudikan mobil pun menuruti keinginan Alexa.
__ADS_1
Mereka berdua diam-diam meninggalkan rumah mengendarai mobil mewah. Meskipun sudah dilarang oleh penjaga, Alexa bersikukuh untuk pergi dan mengancam akan membuat mereka dipecat jika berani mengadu pada Vincent.
Naas, kecelakaan pun terjadi. Mobil yang mereka tumpangi menabrak pembatas jalan karena Evan yang masih belum mahir berkendara di jalanan yang ramai. Evan mengalami cidera patah tulang pada lengan kanannya, sementara Alexa mengalami pendarahan di kepala yang menyebabkan dirinya koma selama hampir satu bulan lamanya hingga kehilangan sebagian besar ingatannya.
Setelah Evan pulih, ia pun memohon ampun atas kecerobohannya serta kenakalannya pada keluarga Alexa. Evan merasa sangat bersalah hingga ingin mengakhiri hidupnya saat itu juga.
Terlebih, Evan mendapati Alexa sadar dari koma dan tidak bisa mengenali dirinya. Evan merasa sangat bersalah dan hancur. Ia telah merusak kebahagiaan keluarga yang telah merawat dan menjaganya.
Demi menebus kesalahan yang telah ia perbuat, Evan berencana untuk meninggalkan keluarga Vincent dan pergi menjauh. Namun Vincent tidak sejahat itu, ia memaafkan semua kesalahan Evan dan mengirim laki-laki itu menempuh pendidikan yang jauh di luar pulau sesuai keinginan Evan.
...****************...
"Kau baik-baik saja, Sayang? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Vincent. Ia memeluk Alexa. Sementara Asmita memegang erat tangan putrinya.
Evan pun langsung berdiri mendekati Vincent dan menunduk.
__ADS_1
"Ini semua salahku, Paman. Maafkan aku," ucap Evan dengan nada bergetar.
"Tidak, Pa. Ini salahku," sela Alexa. "Kecelakaan hari ini, dan kecelakaan lima belas tahun silam. Semuanya salahku," lanjut Alexa.
Sontak, Asmita dan Vincent terkejut.
"A-apa?" tanya Asmita terbata-bata.
"Aku mengingat semuanya, Ma, Pa. Saat itu, aku yang memaksa Evan untuk mengajakku berkeliling dengan mengendarai mobil Papa. Aku memaksanya meskipun aku tahu kalau dia belum benar-benar mahir mengemudi. Semuanya salahku."
"Saat itu kami masih remaja, kami bertindak tanpa banyak berpikir. Maafkan kami," lanjut Alexa.
Seketika, Vincent dan Asmita menangis. Mereka memeluk Alexa bersama dan mencium putri mereka satu-satunya.
"Kau ingat semuanya, Sayang?" tanya Asmita.
__ADS_1
"Hmm." Alexa mengangguk dengan air mata berderai. "Aku bahkan mengingat semua orang yang pernah bersama kita, aku mengingat semuanya, Ma."
...****************...