
Ara berjalan menuju kantin kampusnya, "ngapain banget gue harus nunggu di luar, mending gue ke kantin" gerutu Ara.
Setelah sampai di kantin, Ara memesan nasi goreng dan susu panas, lalu dia berjalan menuju kursi ujung tempat dia dan teman - temannya biasa duduk.
"Ngeselin banget tu orang, gue kan telat juga gara - gara dia ga bangunin gue" ucap Ara bersungut - sungut.
"Ra, kamu kemana aja seminggu ini ga ada kabar?"
Ara menoleh dan mendapati Arsya sedang berdiri di belakangnya, "Eh Arsya, lu ga masuk kelas?" tanya Ara dengan pertanyaan.
"lu belum jawab pertanyaan gue, lu kemana aja" Desak Arsya.
"Emm.. gue sibuk ngurusin nikahan sepupu gue di Bandung" ucap Ara asal - asalan.
"Kenapa chat kita ga pernah kamu bales? di telpon juga ga di angkat, kita semua khawatir sama kamu" ucap Arsya tulus.
Ara melihat ada kekhawatiran di mata Arsya, "Sorry sya gue seminggu ini emang bener - bener sibuk, dan jarang banget yang namanya pegang ponsel, maaf udah buat kalian khawatir" sesal Ara.
Sebenarnya tadi Arsya juga sama dengan Ara, sama - sama terlambat, tapi Arsya memilih untuk tidak masuk kelas karena dia tau pasti tidak akan di perbolehkan masuk oleh pak Sean dan lebih memilih menunggu teman - temannya di kantin.
Arsya melihat Ara berjalan memasuki kantin sambil mengoceh tidak jelas, lalu Arsya langsung menyusulnya duduk di tempat duduk Ara.
Arsya memegang tangan Ara "lain kali kabarin kita ra, jangan bikin khawatir" ucap Arsya.
Ara tersenyum dan melepaskan pegangan tangan Arsya "iya Sya".
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jauh.
Tak lama teman - teman Ara datang dan bergabung dengannya dan Arsya, "Wah gila lo ra, berani banget lo masuk padahal udah telat sejam" ucap Bimo.
"iya parah lo, kalo gue mending ga usah masuk aja sekalian" tambah Yuda.
"Gue udah seminggu ga masuk, masa hari ini ga masuk lagi" jawab Ara.
"Lagian lu kemana si ra seminggu ini ga ada kabar, kita chat ga di bales, di telpon ga di angkat, di samperin ke rumah lu nya ga ada" ucap Tita.
Memang pada waktu itu bi Sumi bilang Kalau ada teman Ara yang datang ke rumah, tapi Ara tidak mau menemuinya dan malah meminta bi Sumi mengatakan bahwa dirinya sedang tidak ada di rumah.
__ADS_1
"iya jadi seminggu kemarin gue sibuk ngurusin nikahan sepupu gue di Bandung" ucap Ara bohong lagi.
Yuki mengernyit curiga "Sepupu lo atau lo yang nikah?" tuduh Yuki saat melihat ada cincin yang melingkar di jari tengah Ara
Seketika wajah Ara memucat, "apaan si ki, ya sepupu gue lah, emang gue mau nikah sama siapa, pacar aja ga punya" elak Ara.
"Itu cincin apaan? gue ga pernah liat lo make cincin" seketika mereka melirik ke Arah jari Ara.
"Eh, i.. ini cincin dari nyokap gue, baru di beli in pas kita lagi di bandung. Lagian kalo cincin nikah itu dipasangnya di jari manis bukan di jari tengah" ucap Ara yang sebenarnya sebelum berangkat ke kampus dia memang sudah memindahkan cincinnya ke jari tengah, agar teman - temannya tidak curiga.
"sembarangan aja lu ki, ntar babang Arsya gimana kalo neng Ara udah nikah" ucap Bimo.
"Apaan sih" ucap Arsya ketus.
"Ya kan kali aja Si Ara nikah ga ngomong - ngomong lagi sama kita" ucap Yuki.
"ga mungkinlah" jawab Ara.
"Eh lo banyak ketinggalan berita tau" ucap Tita.
"berita apaan?" jawab Ara penasaran.
"Gila ya pak Sean, makin lengket aja sama bu Monik" sambung Tita.
Ara mengernyit bingung mendengar apa yang Tita katakan, "kapan pak Sean jalan sama bu Monik, bukannya mereka seminggu ini sama - sama sibuk mempersiapkan pernikahan mereka berdua, dan pak Sean kan pernah bilang kalo mereka udah ga ada hubungan apa - apa lagi" pikir Ara.
"Masa sih? salah liat kali" tanya Ara memastikan
"iya Ra Tita ga bohong, mana kata anak - anak mereka jalan pake gandengan tangan segala, sweet banget ya pak Sean. hemm... jadi pengen gantiin posisi bu Monik deh" ucap Yuki sambil senyum - senyum membayangkan kemesraan pak Sean dan bu Monik.
"iya gua punya fotonya" ucap Tita sembari memperlihatkan sebuah foto di ponselnya.
Di foto tersebut terlihat bu Monik sedang memegang tangan Sean di mall, dan di tangan kanan Sean terlihat sedang menenteng sebuah paper bag.
"Mereka itu pasangan serasi banget ya, pak Sean ganteng dan bu Monik juga cantik banget" ucap Yuki.
"Dasar cowok Brengsek ! ngakunya udah ga ada hubungan apa - apa lagi, tapi nyatanya masih sering jalan bareng, nyesel gue nikah sama dia" ucap Ara dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Alasan Tita marah bukan karena cemburu mendengar gosip pak Sean dan bu Monik jalan bareng di mall, tapi pak Sean sudah berbohong kepadanya.
"Kalo gue tau dia masih sering ketemu diam - diam dengan bu Monik, ga akan mau gue terima dia jadi suami gue, SIALAANNNNN !!!!" umpat Ara dalam hati.
"Ra"
"Raaa"
"Araaaa" panggil Yuda sembari menepuk - nepuk punggung tangan Ara, karena sedari tadi Ara hanya diam mendengar ocehan teman - teman nya soal Sean dan bu Monik.
"Eh.... iya yud kenapa? sorry sorry gue ga fokus" ucap Ara yang baru tersadar dari lamunannya.
"lo kenapa ra, cemburu denger pak Sean dan bu Monik jalan bareng?" tanya Bimo sambil terkekeh.
"Dih... ngapain banget gue cemburu ngeliat mereka jalan" ucap Ara ketus.
"iya nih emang Ara siapanya pak Sean" sela Yuki sembari tertawa.
"gue istrinya anjirrr" Ucap Ara dalam hati.
Mereka berenam larut dalam obrolan - obrolan random yang mereka lontarkan, saling bertukar cerita melepas rindu dengan Ara yang sudah satu minggu ini tidak bertemu.
"Permisi, maaf kak ganggu waktunya, di sini ada yang namanya kak Ara ga? ucap salah satu mahasiswa yang mereka tebak adalah maba di kampus itu.
Mereka menoleh ke arah anak itu, "Saya Ara, ada apa?" ucap Ara seraya menunjuk dirinya.
"Kakak di panggil ke ruangan pak Sean" ucap anak itu.
"Oh iya sebentar lagi saya ke sana, makasih ya informasinya" ucap Ara sopan.
"iya kak sama - sama, saya permisi" pamit anak itu yang di balas anggukan oleh mereka.
"Duh males banget gue ke ruangan pak Sean, pasti kena marah lagi" keluh Ara.
"Lu sih pake acara telat segala, udah sana temuin. Tapi awas jangan deket - deket ntar kena labrak bu Monik hahaha" ucap Tita sembari menertawakan Ara.
"Sialan lu" ucap Ara ketus, "yang ada gue yang harusnya ngelabrak bu Monik" sambung Ara dalam hati seraya meninggalkan kantin menuju ruangan Sean.
__ADS_1
***