
Setelah kejadian Ara ketahuan menggunakan suntik KB, Sean semakin ketat mengawasi Ara. Sean tidak mau hal serupa kembali terjadi. Ara pun sudah tidak pernah lagi pulang sampai larut malam.
Ya meskipun dia masih sering terlihat pergi ke luar bersama Ghea dan teman teman nya, tidak enak jika langsung memutuskan untuk tidak berteman lagi dengan mereka.
Ara baru sadar kebiasaan Ghea dan teman teman nya berbanding terbalik dengan sahabat sahabatnya. Walaupun sahabat Ara pikirannya rada gesrek namun mereka tidak pernah menjerumuskan Ara ke lubang kesesatan.
"guys" panggil Ara lirih ketika sampai di depan sahabat nya yang sedang berkumpul di kantin seperti biasa.
Mereka menoleh serentak, mereka terkejut melihat Ara, karena hampir satu bulan ini Ara tidak bergabung dengan mereka, malah cenderung mengabaikan mereka. Ara kerap kali terlihat bersama Ghea, entah itu makan siang di kantin, ataupun pulang bersama.
"Eh Ara, duduk Ra" ucap Bimo.
"thanks" ucap Ara sedikit canggung.
"Lo apa kabar Ra? " ucap Tita.
"Gu-gue mau minta maaf sama kalian hiks... " ucap Ara terisak.
"Eh eh jangan nangis dong Ra" ucap Yuki.
"Sorry, selama satu bulan ini gue ga pernah gabung sama kalian lagi, gue selalu abaikan teguran kalian, gue jahat banget hiks.. " ujar Ara.
"Cuma karena teman baru yang menurut gue mengerti dengan apa yang gue mau, gue jadi nyakitin kalian, nyakitin mas Sean, gue jahat banget kan Ta" ujar Ara lagi.
"Udah Ra udah, lo ga perlu salahin diri lo sendiri gini. Kita tau lo masih pengen bergerak bebas tanpa di kekang oleh suami lo, tapi lo juga harus tu kalo suami lo ngelarang lo pasti ada alasan nya. Dia sayang sama lo Ra, kita juga sama kita sayang sama lo" ujar Tita menasehati Ara.
"Oke, sekarang cerita sama kita, kenapa lo tiba tiba dateng kesini nangis nangis, what happen?" tanya Tita.
Ara menunduk, dia cukup malu jika harus memberitahu jika dia di suruh minum alkohol oleh teman baru nya itu.
"emm.. guee"
"gue di ajak minum alkohol oleh mereka, gue baru tau kalau itu udah jadi kebiasaan mereka" gumam Ara namun masih terdengar jelas oleh mereka semua.
"Anjing!, siapa yang ngajakin lo begitu?" ujar Bimo emosi.
"Siapaa Ra?? " teriak Bimo lagi.
__ADS_1
Semua isi kantin menoleh ke arah mereka berlima.
"Bim, udah bim" ucap Tita.
"Tau nih, noh di liatin orang se kantin, kaga malu lo" ucap Yuki.
"Lo bilang ke kita, siapa orang yang udah berani ngajakin lo mabok mabok kan, gue hajar tu orang." ucap Bimo lagi.
"Mereka semua Bim" ucap Ara lemas.
"Lo tunggu sini, biar gue hajar tu Ghea" ucap Bimo makin emosi.
"eh udah udah, bro tenang Ghea tu cewek" ucap Yuda.
"Bodo amat Yud! mau cewek, mau bencong bodo amat! kelewatan banget tu orang" ucap Bimo berapi api.
"Bim udah, yang berlalu biarkan berlalu, gue juga udah jarang keluar sama mereka, keluar pun kalau benar benar perlu aja" ucap Ara.
"Gabisa Ra, Dia harus di beri pelajaran. Kita kaga pernah ngajakin kalian cewek cewek minum alkohol, kita selalu jagain kalian, jemput kalian juga kudu pamitan dulu sama orang tua kalian. Gue kaga terima lo di gini in" ujar Bimo.
"Ini ga sepenuhnya salah mereka Bim, gue juga ikut andil disini. Seandainya gue ga nurutin apa kata mereka, yang kaya gini ga bakalan terjadi."
"Gue juga mikir kalo gue bisa dapetin dunia yang kalian ga bisa kasih ke gue dari Ghea dan Tama. Di pikiran gue saat itu kalo kalian cuma buat gue selalu inget dengan pernikahan gue, kalian selalu suruh gue nurut sama Sean, berbakti sama dia, sedangkan gue aja belom sepenuh nya bisa nerima dia di hidup gue."
"Tapi sekrang gue sadar Bim, Yud, Ta, Ki, cuma kalian yang bener bener sahabat gue, gue minta maaf hikss... " ujar Ara panjang lebar.
Tita dan Yuki mengusap kedua sisi bahu Ara, mereka menenangkan Ara.
"Udah Ra, lo tenang aja kita semua udah maafin lo kok. Selama satu bulan ini kita selalu nyoba buat bisa komunikasi lagi kaya gini sama lo, tapi kita pikir mungkin lo lagi pengen cari suasana baru dengan teman baru lo, tapi kita ga tau kalo mereka bakal jerumusin lo kaya gini." ucap Yuki.
"Iya Ra, kita udah mafin lo dan kita selamanya akan jadi sahabat terbaik buat lo" ujar Tita.
Mereka semua berpelukan melepas rindu dengan sahabat mereka.
***
Sepulangnya dari kampus Ara berencana akan mampir ke kantor nya Sean. Namun, sebelum itu Ara melipir terlebih dahulu ke restoran cepat saji, ia ingin membelikan makan siang untuk suami nya itu.
__ADS_1
Setelah selesai membeli apa yang Ara butuhkan, Ara langsung menuju ke kantor Sean.
Tak butuh waktu lama dia sudah sampai di lobby, di sana dia di cegat oleh satpam yang tengah berjaga saat itu.
"Maaf, anda ada keperluan apa kemari? " tanya Satpam tersebut.
"Saya mau ketemu Mas Sean" ucap Ara polos.
"Kamu siapa nya pak Sean? " tanya Satpam itu lagi.
"Sayaa... " ucapan Ara terhenti ketika ada suara lain yang menginterupsinya.
"Dia istri saya" ucap Sean yang muncul dari pintu masuk.
Satpam itupun terkejut melihat CEO mereka tiba tiba muncul dan mengaku kalau perempuan muda di hadapan nya ini adalah istri nya.
"tu-tuan, maaf tuan saya tidak tau kalo adek ini eh nyonya ini adalah istri tuan" ujar satpam itu seraya menunduk.
"Tidak apa apa, memang saya belum sepenuhnya mengumumkan pernikahan saya" ucap Sean.
"Ayo sayang" ajak Sean sembari merangkul pundak Ara.
Karyawan yang tak sengaja mendengar percakapan antara Sean dan Satpam tersebut terkejut, mendengar bahwa Sean sudah menikah, terlebih lagi dengan wanita muda yang ada di samping nya itu.
"mas ih, jangan rangkul rangkul gini, malu di liatin karyawan kamu" ucap Ara risih di pandang oleh seluruh orang yang ada di lobby.
"memangnya kenapa , kamu kan istri saya" ucap Sean.
Ara hanya pasrah dengan perlakuan Sean.
"Kamu bawa apa?" tanya Sean ketika melihat paper bag yang ada di tangan Ara.
"Makan siang buat mas, tapi Ara beli sih bukan masak sendiri muehehe" ucap Ara.
"Ga papa, yang penting perhatian nya" ucap Sean.
Setelah sampai di ruangan Sean, mereka langsung memakan makanan yang di bawa oleh Ara, walaupun sejujur nya Sean sudah makan siang di luar ketika meeting di luar tadi. Namun, Sean tidak mau mengecewakan Ara yang sudah susah payah membawakan makanan untuk nya kemari.
__ADS_1
***