
“Bagaimana perkembangan kasusnya Sean?” Tanya Bagas ketika para wanita sudah terlelap di kamarnya.
“Masih di selidiki pa, tapi Sean sudah dapar kabar bahwa Monik dan Ghea sedang berada di luar kota, mereka bersembunyi di sebuah villa yang berada di tengah hutan di Jawa Barat” jawab Sean.
“Lalu, mengapa belum segera kau tangkap mereka” tanya Bagas tak sabaran.
“Nanti pa, Sean mau menangkap mereka secara langsung tapi sebelum itu Sean mau menyelesaikan dulu permasalahan Sean dengan Monik lalu setelah itu baru Sean akan bawa mereka ke kantor polisi” Sean berencana mau menemui langsung Monik dan Ghea, dia mau memberi mereka kejutan yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.
“Baik, papa serahkan semuanya kepada kamu Sean, papa mau mereka segera di jebloskan ke penjara agar Ara tidak terancam lagi. Jangan biarkan mereka lolos!” Ucap Bagas penuh penekanan.
“Iya pa, papa tenang aja Sean akan segera menyelesaikan masalah ini” ucap Sean.
“Bagus itu, Yaudah papa ke kamar dulu ya” Bagas pamit dengan Sean dan Kelvin.
“Iya pa” jawab mereka serempak.
Kelvin menolehkan kepalanya kepada Sean, “gue ikut” ucapnya tiba-tiba.
Sean mengerutkan dahinya, bingung dengan perkataan Kelvin “kemana?“ tanyanya.
“Nangkep merekalah, gue tau lo mau nemuin mereka sendiri kesana” ucap Kelvin, Dia bisa membaca dari raut wajah sabahatnya itu, dan Kelvin juga mengetahui tentang hubungan Sean dan Monik dulu, dia tau bahwa Monik telah mengkhianati Sean padahal Sean begitu mencintai Monik dulu.
“Gak usah Vin, gue bisa sendiri” tolak Sean.
“Ara adik gue, siapapun yang berani ganggu adik kesayangan gue, gak akan gue biarin menghirup udara bebas di luar sana, pokoknya gue ikut!” Ucap Kelvin penuh dengan penekanan.
“Oke oke lo ikut, tapi inget jangan main hakim sendiri” Sean memperingati.
“Iyee gue tau, lo pikir gue bocah” ucap Kelvin.
*
Pagi ini Ara sudah bangun dan mencari cari keberadaan suaminya, pasalnya saat dia membuka mata nya dia tidak menemukan suaminya disana “mas, mas Sean” dia memanggil nama suami nya namun tidak di temukan keberadaannya.
Ara turun kebawah menemui mamanya yang sedang berada di dapur, “ma mas Sean mana?” Tanyanya saat sudah berada di dapur.
__ADS_1
“Tadi pagi-pagi banget udah berangkat” jawab Ayu.
“Kemana kok ga bangunin Ara dulu?” Tanyanya lagi.
“Tadi katanya mau bangunin kamu tapi kamu tidur nya nyenyak banget, jadi dia ga tega bangunin kamu” ucap Ayu.
Ara hanya ber-oh ria, “trus abang Kelvin mana?” Ara mencari keberadaan Kelvin tapi tidak ada juga.
“Abang juga udah berangkat ke kantor tadi, udah ah dari pada kamu banyak tanya kayak bocah mending bantuin mama aja sini” ucap Ayu mengajak anaknya membuat kue.
“Aneh banget, pagi-pagi udah pada ngilang aja” ucap Ara bermonolog.
“Buat kue mulu deh ma perasaan, mama mau jualan apa gimana?” Tanya Ara bingung dengan mamanya yang akhir-akhir ini selalu membuat kue.
“Mama baru liat resep di youtube, kayanya sih enak jadi mama buat deh” jawab Ayu.
“Enak ga nih kuenya?” Tanya Ara memastikan.
“Mana mana tau, kan belum jadi, gimana sih” ucap Ayu.
“Nah pas banget, kue mama jadi ada yang bisa cicipin” pucuk dicinta ulam pun tiba pikir Ayu.
“Ara kan ada buat jadi korban tukang icip kue buatan mama” ujar Ara sembari menuang tepung.
“Mama ga percaya sama review kamu, suka di lebih - lebihin alias L3B4Y” jawab Ayu dengan nada yang menyebalkan bagi Ara.
“Ishh mama menyebelin deh” ucap Ara dan Ayu hanya cekikikan mendengarnya.
*
Pagi-pagi sekali Sean dan Kelvin menuju ke sebuah villa yang ada di luar kota Jakarta, dia ingin memastikan sendiri keberadaan Monik dan Ghea. Sean sengaja tidak membangunkan istrinya takut jika nanti dia terganggu.
“Lo udah tau pasti dimana villa nya?” Tanya Kelvin.
Sean mengangguk mengiyakan, “gue udah tau dari orang suruhan gue” jawabnya.
__ADS_1
Sean mendapat info bahwa mereka sembunyi sejak malam kejadian itu, tidak ada yang tau mereka disini tapi berkat keahlian orang suruhan Sean sehingga mereka bisa dengan mudah menemukan Monik dan Ghea.
Lama perjalanan Sean dan Kelvin akhirnya mereka sudah sampai di Villa yang mereka tuju, villa tersebut terletak di penghujung daerah yang ada di Jawa Barat, letaknya pun sangat tersembunyi tidak ada satu orang pun yang bisa menyangka bahwa di tenpat seperti ini akan ada villa mewah.
Sean berjalan menuju pintu masuk di villa itu, villa yang sangat luas itu di kelilingi oleh tembok besar pembatas antara bangunan dan hutan.
“Buset dah, ini villa atau tempat uji nyali serem amat. Kita masuk lewat mana nih?” Tanya Kelvin
“Di belakang ada sebuah pintu kecil menuju ke teras belakang, kita masuk lewat sana. Lo hubungi polisi daerah sini dan koordinasi sama mereka, setelah gue selesai dengan urusan gue langsung tangkap mereka.” Perintah Sean.
“Oke” ucap Kelvin menyetujui.
Sean mengendap masuk melalui pintu yang ada di sana, dilihatnya sekeliling tidak ada siapapun disana, hanya ada bekas makanan dan minuman yang berserakan di lantai, ruangan itupun menimbulkan bau tidak sedap dan juga aroma alkohol yang sangat menyengat di indra penciuman.
“Buset jorok banget, najis banget gue liat kelakuan cewek-cewek gila disini” ucap Kelvin seraya menutup hidung dan mulutnya.
“Sttttt” Sean memperingati Kelvin agar tidak berisik.
Mereka berdua menyusuri segala ruangan yang ada di villa tersebut, sampai ketika mereka tiba di depan sebuah ruangan yang mereka duga adalah kamar, mereka mendengar sayup-sayup suara perempuan sedang bercerita di sana.
“Gimana kabar Arsya?” Tanya Monik.
“Gue denger dia di tangkep polisi pas malem itu, bego banget kan” ucap Ghea.
“Ya terserah lah, yang penting kita selamat dari polisi, dan Arsya juga udah dapet apa yang dia inginkan.” Ucap Monik lagi.
Sean san Kelvin menempelkan daun telinga mereka guna untuk mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka bicarakan dalam ruangan tersebut.
“Tapi kak, kita mau sampai kapan disini? Gue bosen tau udah berminggu-minggu kita ga keluar-keluar” keluh Ghea.
“Lo sabar aja dulu sampai keadaan membaik” ucap Monik.
“Tapi gue akui lo hebat sih kak, bisa nyusun rencana besar kayak gini, ya walaupun si Arsya yang bego itu ketangkep polisi. Tapi gue berharap Arsya udah berhasil perkosa cewek murahan itu hahaha” mereka tertawa girang mengingat kejadian pada malam itu.
“Siapa yang kalian sebut murahan?!” Ucap Sean yang tiba-tiba membuka pintu itu dengan kasar.
__ADS_1
***