OHHH MY LECTURE

OHHH MY LECTURE
Bab 30


__ADS_3

Ara berjalan memasuki pekarangan villa tersebut,


dia melihat di seluruh pekarangan di tanami oleh bunga - bunga yang bermekaran.


"Bagus bangettt bunga - bunga nya" ucap Ara sembari menyentuh bunga berwarna merah disana.


Ara berjalan memasuki villa tersebut, "Buset besar banget villa nya, bisa nyasar gue"


Ara menelpon Tita untuk mengabarkan bahwa dirinya sudah sampai di villa.


"Hallo ta, gue udah di villa ni, kalian dimana ? " ucap Ara melalui sambungan telpon.


"Bentar gue ke depan" jawab Tita.


Ara menunggu di ruangan luas villa itu, "eh Ra udah lama sampe? " tanya Tita.


"Baru kok, mana yang lain? tanya Ara. .


" mereka di halaman belakang lagi nyiapin buat BBQ-an nanti malem, yuk" ajak Tita.


Mereka berjalan menuju taman belakang yang di maksud Tita.


"Woy ra dateng juga lu akhirnya" ucap Bimo


"Yoi bim, sorry telat soalnya tadi kejebak macet" ucap Ara.


"udah santuy, sini tolongin kita bersihin daging, atau lo siapin arang aja, sesuai banget sama nama lo" ucap Bimo.


"sialan lo"


Jadi inget abang Kelvin


"Sini Ra duduk deket gue" Ucap Arsya sembari menepuk kursi di sebelahnya.


Ara mendekat ke arah Arsya. Sore itu mereka bersama - sama menyiapkan segala sesuatu untuk acara BBQ nanti malam.


"Bro nanti malem jadi kaga? " tanya Bimo pada Arsya saat mereka sedang menyiapkan panggangan.


"Jadilah, lu pada bantuin gue yak" ucap Arsya.


"Beres" ucap Bimo sembari memberi jempol pada Arsya.


Malam ini tepat pada saat acara berlangsung Arsya berencana akan menyatakan perasaan nya pada Ara. Dia sudah tidak dapat menahan perasaannya yang sudah timbul sejak 3 tahun yang lalu.


Malam yang di tunggu akhirnya datang juga , mereka berenam mulai memanggang daging yang mereka siapkan tadi sore, ada yang memanggang jagung, ada pula yang menyiapkan minuman dan snack.


Mereka larut dalam keseruan, setelah semuanya selesai di panggang dan di siapkan. Mereka menghidangkan semuanya di meja besar di halaman belakang villa tersebut.


"widihhhh banyak juga hasil panggangan gue" ucap Bimo.


"Panggangan lo ? perasaan tadi lo cuma bantuin makan doang deh" ucap Yuki.


"Sembarangan lu"


"Ra sini" ucap Arsya melihat Ara baru datang dari mengambil minum.


"iyaa"


"Woy yud bagi napa tu jagung, makan sendiri lu"


"ambil sendiri elahh, pegel gue"


"Sya nyanyi dong" ucap Yuki.

__ADS_1


Diantara mereka berenam, suara Arsya lah yang paling bisa di andalkan dari pada yang lain.


"Gue aja yang nyari" ucap Bimo


"kaga mau gue, lepas kuping gue ntar"


"iya suara lo burik Bim"


"Sialan lu pada"


"Okey gue akan nyanyi sebuah lagi yang spesial"


"buat gue yak? " ucap Yuki.


"geer banget si lu nyet" ucap Bimo.


Arsya tersenyum sembari melihat ke Ara.


Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan selalu memujamu


Di setiap langkahku, 'ku kan selalu memikirkan dirimu


'Tak bisa 'ku bayangkan hidupku tanpa cintamu


Arsya mulai bernyanyi, dia duduk di depan teman - temannya, lebih tepatnya duduk menghadap ke Ara.


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu 'ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku


Oh, sayangku, kau begitu sempurna


Sempurna


Setelah mengucapkan kata sempurna yang terakhir, Arsya langsung berdiri dari duduknya menuju ke tempat Ara duduk.


Arsya berlutut di hadapan kaki Ara sembari meraih kedua tangan Ara, "Ra, udah lama banget gue mendem perasaan gue ke lo, udah 3 tahun gue pendem sendirian. Karena gue takut nanti persahabatan kita jadi canggung, tapi malam ini gue udah ga bisa lagi membendung perasaan gue yang sedikit lagi akan meledak ini, di bawah langit berbintang di villa puncak LO MAU GA JADI PACAR GUE? " ucap Arsya menyatakan cintanya.


"cieeeeee"


"uhuuuyyyyy"


"Terima... Terima" ucap Yuki dan Bimo.


Ara bingung harus berbuat apa, akhirnya yang dia takutkan terjadi juga. Dia memang sudah memprediksi kejadian ini pasti akan terjadi, tapi dia tidak menyangka jika Arsya akan menyatakan cintanya setelah dia menikah.


Ara memandang ke arah Tita dan Yuda, dia bingung harus berkata apa.


Begitu juga Tita dan Yuda, mereka juga tidak tahu harus berbuat apa, mereka takut salah berbicara.


Ara menarik tangannya dari genggaman Arsya, "Maaf sya, ta-tapi gue ga bisa" ucap Ara.


Mereka yang ada di sana terkejut mendengar perkataan Ara, kecuali Yuda dan Tita.

__ADS_1


Selama ini mereka mengira bahwa Ara juga suka dengan Arsya, karena mereka sering terlihat berduaan saat yang lain lagi tidak ada, entah itu pergi ke bioskop berdua ataupun hanya sekedar mengobrol. Tapi itu dulu sebelum Ara menikah.


Arsya berdiri dari duduknya "Tapi kenapa Ra? " tanya Arsya kecewa.


"gue ga bisa" jawab Ara lagi.


"iya ga bisa kenapa? " desak Arsya.


Ara memejamkan matanya sejenak sebelum menjawab pertanyaan Arsya, "ka-karna gue udah nikah. " ucap Ara yang membuat mereka semua membulatkan mata.


"hah? nikah? "


"Srius lo Ra?


" Nikah sama siapa?


"kok lo ga cerita - cerita sama kita"


Tanya mereka bertubi - tubi. Tita tidak menyangka jika Ara akan mengatakan pada mereka secepat ini.


"Lo nikah sama siapa Ra? ucap Arsya kecewa.


Ara mengusap air matanya yang sudah mulai membasahi pipinya.


Tita menghampiri Ara dan mengusap bahunya, " udah Ra, kalo lo belum siap buat cerita jangan di paksain ya" ucap Tita.


Air mata Ara semakin turun deras, "udah udah, yok kita ke kamar aja, kaya nya lo butuh istirahat" ajak Tita.


Tita membawa Ara pergi ke salah satu kamar di villa tersebut.


"ARGGGGGHHHHH.... " Teriak Arsya.


"Tenang bro" ucap Bimo.


"Tenang gimana bim? gue udah 3 tahun nunggu momen ini, tapi sekarang apa? dia udah nikah dengan orang lain" ucap Arsya dengan penuh amarah.


"Lo tenang dulu, jangan pake emosi. Kita ga tau alasan apa yang mendasari Ara menikah tanpa ngasih tau kita." ucap Yuda.


"lo semua tau kan kalo gue suka sama dia dari lama? lo semua paham kan perasan gue?"


"ARGGGHHH BRENGSEKKK! " umpat Arsya sembari melempar - lemparkan barang di halaman belakang itu.


"Ki lo mending susul Tita sama Ara aja, di sini bahaya" ucap Bimo.


Yuki pergi menyusul Tita dan Ara ke kamar.


"Lo kenapa bilang ke Arsya kalo lo udah nikah Ra?" tanya Tita


bersamaan dengan itu Yuki memasuki kamar dan langsung duduk bergabung dengan Tita dan Ara.


"Karna gue ga mau nyembunyi in ini lebih lama lagi dari kalian, gue capek berpura - pura di depan kalian." ucap Ara sembari menangis.


"Lo kenapa nikah ga bilang sama kita Ra?" tanya Yuki


"Karna gue di jodoh in Ki, gue bingung harus apa. Papa gue minta gue menikah dengan anak temen nya, dan gue ga tega ngeliat Papa memohon - mohon dengan gue" ucap Ara terisak.


"udah - udah kita ngerti kok perasaan lo Ra, sekarang lo istirahat. Masalah Arsya jangan lo pikirin dulu besok kita selesain sama - sama" ucap Tita.


"Iya Ra sekarang lo tidur ya, kita temenin" ucap Yuki.


Ara tersenyum, "Makasih ya" ucap Ara sembari berpelukan dengan Tita dan Yuki.


***

__ADS_1


__ADS_2