
Matahari telah menunjukkan sinar nya, namun Ara tak kunjung membuka matanya. Dirinya terlelap nyenyak semalaman seakan tidak ingin bangun lagi dan mengingat kejadian menjijikan yang terjadi tadi malam. Wanita itu terlalu malu untuk sekedar memandang suami nya yang telah ia abaikan itu.
"Ara, bangun sayang" ujar Sean sembari mengelus pipi mulus istrinya.
"Ara" panggil Sean lagi.
Kelopak mata Ara perlahan membuka dan perlahan menyesuaikan dengan cahaya yang masuk menerobos ke bola matanya.
"Mas" panggil Ara lirih.
Ara tak kuasa menahan air matanya yang jatuh begitu saja ketika melihat wajah suaminya itu. Matanya belum terbuka sempurna namun ingatan nya begitu tajam langsung mengingat kejadian menjijikkan semalam. Dia merasa malu atas kejadian yang menimpa dirinya itu.
"Hei, kenapa nangis" ucap Sean pelan.
"Maafin Ara mas, Ara malu, Ara takut mas marah, Ara takut mas kecewa, maafin Ara mas" ucap Ara makin terisak.
"Sssttt.. udah sayang udah. Mas udah maafin kamu, mas ga marah sama kamu. Tapi mas minta setelah ini kamu harus lebih hati hati dalam berteman, kamu harus nurut apa kata mas, firasat seorang suami itu jarang meleset" ucap Sean menasehati Ara.
Ara mengangguk cepat, Ara bersumpah pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan bertindak jika suaminya melarang. Dia baru sadar jika ridho suami juga ridho allah, karena dia sudah menikah maka dia harus menuruti perkataan suaminya selagi itu benar.
"Iya mas, Ara janji Ara ga akan melakukan sesuatu yang mas sendiri ga ridho, sekali lagi maafin Ara ya mas, tolong bimbing Ara supaya bisa jadi istri yang baik untuk kamu" ujar Ara seraya memeluk Sean.
"Iya sayang, sudah sekarang kamu bangun, mandi terus kita sarapan ya" ucap Sean mengelus punggung Ara.
"Mas ga ke kantor?" tanya Ara.
"Hari ini Mas mau jagain kamu, dan menyelesaikan masalah kamu semalam dengan orang yang ada di balik kejadian itu" ucap Sean dingin.
"Maksud mas? kan Arsya udah di tangkep polisi" ucap Ara bingung.
"Monik" ucap Sean singkat namun penuh penekanan.
Sean tidak menyangka jika Monik memiliki dendam kepada nya. Ya, walaupun Sean sadar bahwa dirinya tidak pernah bersikap hangat kepada Monik. Mungkin karena itulah Monik jadi melakukan tindakan yang sangat merugikan orang lain.
Pagi itu badan Ara terasa panas, dia menggigil kedinginan, dan tidak kuasa turun dari tempat tidur. Ara demam, tubuhnya drop karena kejadian semalam.
Seharian Sean hanya menemani istrinya di rumah, dia dengan telaten merawat Ara, mulai dari menyuapi makan, membantu Ara untuk mandi, memberi obat, dan lain lain.
"udah?" tanya Sean sembari menyuapkan bubur untuk Ara.
__ADS_1
"udah mas, Ara udah kenyang" ucap Ara.
"Yaudah sekarang kamu istirahat ya, mas mau keluar sebentar" ucap Sean.
Ara menarik tangan Suaminya itu "mas mau kemana?" tanya Ara
"Mas mau ke kantor polisi untuk melengkapi keterangan atas masalah kamu semalam sayang." ucap Sean.
"Tapi Ara takut sendirian di sini mas" ucap Ara yang benar benar trauma akan kejadian semalam, walaupun di apartemennya sendiri sekalipun.
Sean menggenggam tangan Ara, "kamu jangan khawatir, mas sudah menghubungi Tita untuk menemani kamu disini, mas ga akan lama" ujar Sean.
Ting.. tong..
Bunyi bel Apartemen mereka berbunyi, sudah di pastikan itu adalah Tita, karena setengah jam yang lalu Sean menghubungi Tita melalui Ponsel Ara untuk minta tolong menemani istrinya sebentar selagi dia ke kantor polisi.
Sean membuka pintu dan mempersilahkan Tita masuk, dia menuntun Tita menuju kamar dimana Ara berada.
"Kamu tolong temani Ara sebentar ya, Saya ada urusan yang harus saya selesaikan" ucap Sean pada Tita.
Tita mengangguk "Baik pak" ucap Tita.
"Ra, lo kenapa? lo sakit?" tanya Tita heran, karena tidak biasanya Sean meminta bantuan nya untuk menjaga Ara.
"Taa hiks.." Ara tiba tiba menangis ketika Tita menghampirinya.
"Kenapa Ra? ada masalah apa?" tanya Tita Khawatir.
"Gu-gue" ucap Ara terbata bata.
"Iya lo kenapa?" desak Tita.
"Gue hampir di perkosa Taa... hiksss." air mata Ara semakin turun deras, dia tak kuasa bercerita tentang kejadian ynag menimpa dirinya semalam.
"Hah? diperkosa siapa? Pak Sean? lo kalo ngomong yang bener" ucap Tita tak sabar.
"Apaan banget deh Ta, mas Sean suami gue mana mungkin gue di perkosa oleh dia" ucap Ara kesal.
"Ya abis lo cerita ga jelas banget, lo hampir di perkosa siapa?" tanya Tita lagi.
__ADS_1
"Arsya" ucap Ara singkat.
Deg!
Satu nama yang membuat Tita terdiam dan kaget. Orang yang berbulan bulan tidak pernah ia temui lagi setelah di puncak.
"Maksud lo? gue ga ngerti, coba lo jelasin dari awal" ucap Tita.
Ara pun mencerita kan semua yang terjadi pada dirinya, dari tujuan Ghea dan Tama mendekatinya sampai kejadian semalam Arsya hendak memperkosanya.
"BRENGSEK! bisa bisa nya tu orang lama ga nongol tiba tiba mau perkosa lo. Awas aja Arsya!" umpat Tita.
"Udah Ta, Arsya sekarang udah di penjara" ucap Ar.a
"Tapi lo belom sempet di apa apain kan oleh si bangsat Arsya?" tanya Tita kesal.
"enggak Ta, untung nya mas Sean dateng tepat waktu sama polisi" ucap Ara.
"Syukur deh kalo gitu, tapi gue tetep ga terima. Gue bakal ajak anak anak buat ke kantor polisi nemuin Arsya" ujar Tita.
"Ga usah Ta, lo mau ngapain?"
"Terserah gue Ra, ini urusan gue. Gue ga terima sahabat gue di gituin" ucap Tita makin emosi.
"Ta maafin gue ya, maafin guee Ta, gue ga dengerin omongan lo sama yang lain, gue bego banget Ta, gue lebih percaya sama orang yang baru gue kenal daripada lo semua, hiks" ucap Ara terisak.
"udah udah, yang terjadi biarin deh udah lewat juga. Yang penting sekarang lo harus hati hati, apalagi tadi katanya Bu Monik juga ada dendam sama lo dan Pak Sean" ucap Tita.
"Iya Ta, mungkin gue seminggu ini mau istirahat dulu aja di rumah, gue ga mau ke kampus" ucap Ara.
"Yaudah nanti kita bakal sering kesini kalo di bolehin pak Sean" ucap Tita.
"Iya ta, makasih yaa"
Hari itu Ara di temani oleh Tita saja, karena Sean tak kunjung pulang dari kantor polisi, tadi dia menelpon Ara katanya dia masih di kantor polisi.
Namun yang Ara tidak tahu adalah, Sean hari ini tidak hanya ke kantor polisi, dia sedang menyelidiki tentang Monik dan Ghea berada. Dia tidak akan melepaskan mereka begitu saja setelah apa yang mereka lakukan kepada istri nya.
***
__ADS_1