
Ara berjalan menjauhi ruangan Sean menyusuri lorong kampus, dia tidak tau mau pergi kemana, tiba - tiba saja dadanya merasakan sesak saat Sean setuju kalau dia harus keluar dari ruangannya, Seolah dia tidak boleh tau apa yang akan terjadi di dalam sana.
"harusnya gue lega bu Monik nyuruh gue keluar dari sana, dan pak Sean bersikap seolah - olah ga ada apa - apa diantara kita berdua, hanya sebatas Dosen dan asisten, biar semua nya ga ke bongkar. Tapi kenapa hati gue sakit saat pak Sean juga setuju kalo gue harus keluar, memangnya apa yang mau mereka lakukan di dalam sana" gumam Ara tidak mengerti dengan suasana hatinya sendiri.
Ara memilih untuk memesan ojek online dan pulang menuju Apartemen milik Sean.
Sedangkan di dalam ruangan Sean terlihat bu Monik sedang berusaha merayu Sean, "Sean aku kangen sama kamu" ucap bu Monik seraya bergelayut manja di tubuh Sean, "apa kamu ga kangen sama pelukan aku" sambung bu Monik.
"Jauhkan tangan mu itu dari tubuh ku !" ucap Sean dingin.
Bu monik langsung menarik tangannya dari dada Sean lalu beralih menggenggam tangan Sean, "Sean aku mohon kembalilah kepadaku" mohon bu Monik.
"Aku minta maaf atas perbuatan ku dulu, aku sangat menyesal, dan aku sangat mencintaimu Sean" ucap bu Monik menangis.
"Aku sudah memaafkan mu" ucap Sean.
Senyum di bibir bu Monik mengembang mendengar perkataan Sean, "Benarkah? kamu memang laki - laki terbaik yang pernah ku kenal, terimakasih kamu sudah memaafkan dan menerimaku kembali Sean" ucap bu Monik seraya memeluk Sean.
Sean melepaskan pelukan Bu Monik "saya hanya mengatakan aku memaafkan mu, bukan menerima mu kembali" ucap Sean menekankan kata kembali.
"Tapi kenapa? aku yakin kamu masih sangat mencintaiku Sean" yakin bu Monik.
Sean menyeringai "Kamu terlalu percaya diri Monika Anastasia" ucap Sean menyebutkan nama bu Monik dengan lengkap.
"Seperti yang sudah saya katakan Minggu lalu kalau saya sudah menikah" ucap Sean sambil mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin nikah yang melingkar di jarinya.
"Dan perlu kamu ketahui, rasa cintaku telah musnah ketika kamu memutuskan untuk mengkhianati ku" ucap Sean penuh penekanan.
"Tidak, tidak, tidak, itu tidak mungkin Sean. Kamu pasti bercanda kan?" ucap bu Monik frustasi.
__ADS_1
"Di bagian mana saya yang bercanda? sudahlah mulai sekarang jangan pernah mendekati ku lagi" ucap Sean.
"Dengan siapa kamu menikah?" tanya bu Monik.
"Kamu tidak perlu tahu" jawab Sean.
"Tidak Sean, kamu tidak boleh menikah dengan perempuan lain, kamu milikku" ucap Bu Monik.
"Teruslah bermimpi Monika, sekarang silahkan keluar dari sini, saya muak melihat mu" Usir Sean seraya menunjuk pintu keluar.
Bu Monik terisak seraya meninggalkan ruangan Sean, "jangan panggil aku Monika kalau aku tidak bisa mendapatkan mu Sean, jika aku tidak bisa mendapatkan mu maka orang lain juga tidak boleh mendapatkan mu, akan ku cari tahu sendiri siapa istri mu" Ucap Bu Monik dalam hati.
Sean merenung di dalam ruangannya, bukan tanpa alasan Sean menyetujui Ara keluar dari ruangannya. Sean ingin segera menyelesaikan semua persoalannya dengan Bu Monik dan menekankan bahwa dia sudah menikah, agar Bu Monik tidak lagi mengejar - ngejar dirinya.
Dia tidak ingin Ara melihat kelakuan bu Monik lebih jauh lagi, karena Sean tau Monik pasti akan melakukan berbagai cara untuk menggoda dirinya, termasuk menggunakan tubuhnya itu.
Jadi dia memutuskan untuk menyuruh Ara keluar dan akan dia jelaskan semuanya setelah dia sampai di Apartemen.
***
Saat ini Ara sudah sampai di Apartemen Sean, dia memencet password yang telah di berikan oleh Sean kemarin, dia masuk menuju kamar dan merebahkan badannya di kasur.
Disepanjang jalan pulang Ara terus menangis, entah apa yang membuat hatinya begitu sedih. Mungkin karena dirinya di usir oleh bu Monik atau dia cemburu melihat bu Monik dan Sean berduaan di ruangannya.
Ara kembali terisak mengingat kejadian di ruangan Sean tadi, dia memang belum lama menikah dengan Sean bahkan untuk cinta pun Ara belum merasakannya. Tapi melihat suaminya di peluk wanita lain di depan matanya, membuat hatinya berdenyut nyeri.
Cukup lama Ara menangis hingga dengkuran halus terdengar dari mulutnya, Ara tertidur dengan membawa rasa sedih dan kecewa di hatinya. Tubuhnya sudah sangat lelah karena seharian ini dia sering sekali menangis.
Tubuh Ara menggeliat ketika dia merasakan tempat tidurnya bergerak seperti ada yang menaikinya, dia melihat ke sampingnya ternyata Sean sudah pulang dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Ara.
__ADS_1
Ara kembali memalingkan tubuhnya menghadap ke Arah lain.
Ara tersentak kaget ketika dia merasakan tangan Sean melingkar di perutnya.
"Kamu kenapa menangis lagi?" tanya Sean lembut di belakang telinga Ara.
"Saya ga nangis pak" jawab Ara
"Jangan bohong sama suami" ucap Sean, "Saya tau apa yang sedang kamu pikirkan, dan pikiran kamu itu salah" sambung Sean.
Ara diam tidak menjawab, Sean membalikkan badan Ara menghadap dirinya "Tidak terjadi apa - apa antara saya dan Monik di ruangan saya tadi siang" jelas Sean, Seketika Air mata Ara turun lagi membasahi pipinya.
"Untuk yang terakhir kalinya saya berinteraksi dengan dia, saya menegaskan padanya bahwa saya sudah menikah, dan saya ingin dia berhenti mengganggu saya, karena saya tidak ingin istri saya salah paham lagi" ucap Sean sambil mengusap rambut Ara.
"terus kenapa saya harus keluar? justru bagus dong kalau saya menyaksikannya langsung, biar bapak gak perlu repot menjelaskannya lagi dengan saya" tanya Ara
"katanya pernikahan ini harus di rahasiakan, jika saya tetap membiarkan kamu di dalam apakah dia tidak curiga, bahkan dia sudah menyuruh kamu keluar dan kamu tetap tidak mau keluar, apa dia akan percaya kalau kamu cuma asisten saya ?" tanya Sean yang di balas gelengan kepala oleh Ara.
"Yasudah yang penting sekarang sudah selesai, kamu jangan salah paham lagi. Tapi jika kamu masih tetap tidak percaya, kamu bisa cek sendiri di CCTV ruangan saya, kamu bisa liat dengan jelas di sana" ucap Sean meyakinkan.
Ara tersenyum "Saya percaya dengan bapak, saya yakin bapak orang yang jujur" ucap Ara.
Sean membawa Ara kedalam pelukannya "Terimakasih" ucap sean mengusap kepala Ara.
Seketika Ara tersadar dan mendorong dada Sean "Iihhhh... bapak modus yaa, pake peluk - peluk segala" ucap Ara Sewot.
Sean menghela nafas "kamu itu merusak suasana saja" keluh Sean.
***
__ADS_1