OHHH MY LECTURE

OHHH MY LECTURE
Bab 18


__ADS_3

Sean menepati janjinya pada Ara, terbukti mereka sekarang sedang menonton film Horor kesukaan Sean, "apaan sih mas, milih film yang bener dikit napa, hobi banget perasaan nonton film setan" gerutu Ara.


"Biar makin harmonis" ucap Sean.


Harmonis gigi lu maju, bilang aja modus pengen di peluk.


"Bilang aja modus" ucap Ara.


"Ya sekalianlah"


"sekalian - sekalian, udah yok mas keluar aja, saya takut ini" rengek Ara.


"ayo apaan, orang film nya baru mulai"


"Ya tapi kan saya takut"


"film bagus begini, udah nikmatin aja"


"Mas yang nikmat, saya mah enggak"


Mereka fokus menonton dan menikmati setiap scene yang ada. Tapi catat! cuma Sean yang menikmati film nya, sedangkan Ara lagi - lagi hanya sembunyi di balik ketiak suaminya.


Tanpa mereka sadari ada dua pasang bola mata yang sedari tadi memperhatikan pergerakan mereka bedua.


"Eh Yud itu Ara bukan sih? " ucap Tita yang duduk dengan Yuda tak jauh dari tempat Ara dan Sean duduk.


"Mana? "


"itu yang duduk di situ" tunjuk Tita.


"Oh iyaa bener beb, dia sama siapa? tumben banget nonton bioskop ga sama kita, biasanya juga merengek - rengek minta di temenin nonton, film horor pula" ucap Yuda.


"Ga tau deh sama siapa, aku dari tadi coba ngeliat ke sebelahnya, tapi ga keliatan" ucap Tita.


"Nanti kita ikutin setelah film nya abis" ucap Yuda yang di angguki oleh Tita.


Sejam berlalu akhirnya film yang mereka tonton habis, "Yuk beb cepetan" ucap Tita mengajak Yuda.


"Sabar beb elah, rame ini"


"Nanti mereka keburu ilanggg"


Ara dan Sean keluar dari studio tempat mereka menonton film, "Kamu mau beli apa?" tanya Sean.


"emm.. apa ya? bingung deh kalo udah di tawarin gini" ucap Ara bingung menentukan untuk membeli apa.


"Cari baju deh mas"


"Yok"


Mereka masuk ke sebuah store yang menyediakan berbagai jenis pakaian mahal, "ini cocok ga mas? " tanya Ara.

__ADS_1


"cocok" jawab Sean


"ihhh serius"


"Kamu coba saja dulu di fitting room, baru bisa liat cocok atau enggak, kalo cuma di tempel - tempelin di badan mana keliatan cocok apa enggak" ucap Sean.


"Terus tadi kenapa mas bilang cocok? " ucap Ara sewot.


Ara pun melenggang masuk ke dalam fitting room untuk mencoba pakaian yang ia pilih.


"Bep mana tadi Ara nya, kamu sih lama banget jalannya" ucap Yuda sembari masuk ke store yang sama dengan Ara.


"Lah yang ada juga kamu yang lama" protes Tita.


"bep bep liat deh, itu kaya pak Sean, bener ga sih? " tanya Yuda yang melihat Sean sedang berdiri di depan fitting room.


"eh iyaa bener itu pak Sean, tapi dia ngapain di sini? lagi nungguin siapa?" ucap Tita.


"Belanja lah, masak ziarah" ucap Yuda ngaco.


"ish nyebelin banget sih, iya aku tau dia belanja, tapi sama siapa, atau jangan - jangan? " ucap Tita menggantung.


"SAMA ARA! " ucap mereka bersamaan.


Mereka menutup. mulut mereka karna orang - orang di sana memusatkan perhatian nya kepada mereka.


"Tapi Ara nya kemana? "


"Kita tungguin aja siapa yang keluar dari fitting room itu" usul Yuda yang di angguki Tita.


Ara sudah selesai mencoba pakaian yang di pilihnya, lalu dia keluar dan menanyakan pada Sean perihal cocok atau tidaknya.


"Mas gimana bagus ga? "


"bagus, ambil yang ini" ucap Sean.


"Okedehh, tapi yang satunya belum di coba, mas masuk aja deh biar saya ga bolak balik keluar masuk buat nanyain" ucap Ara yang di angguki Sean.


Seketika Tita dan Yuda membulatkan matanya ketika melihat Ara lah yang keluar dari ruangan tersebut, dan yang lebih mengejutkan lagi Sean ikut masuk ke dalam ruangan fitting tersebut.


"Loh beneran Ara beb, tapi kenapa mereka bisa jalan bareng, terus itu kenapa pak Sean ikutan masuk ke fitting room, ada hubungan apa mereka? tanya Tita.


"Berarti yang nonton bioskop sama Ara tadi pak Sean?" tanya Yuda yang di angguki Tita.


"Samperin beb" ajak Yuda.


Mereka berjalan menuju tempat dimana Ara dan Sean tadi berada, mereka menunggu tepat di depan pintu fitting room Ara.


Tak lama mereka pun keluar dan melihat Tita dan Yuda sudah berada di depan mereka.


Mata Ara membulat ketika melihat kedua temannya itu, "Ti-tita, Yuda ka-kalian ngapain? " tanya Ara gelagapan.

__ADS_1


"Kamu ngapain di dalem sama pak Sean Ra?" ucap Tita dengan wajah kecewanya, karna melihat sahabatnya beduaan dengan dosen di ruang fitting.


"eh enggak, kalian salah paham" ucap Ara yang mengerti dengan maksud perkataan Tita.


"Lo tadi di bioskop sama pak Sean Ra?" tanya Yuda.


Ara mengangguk, "Lo ada main sama pak Sean Ra? kenapa lo ga cerita sama gue, gue temen lo bukan Ra? " tanya Tita yang sudah kecewa dengan Ara.


"udah beb udah jangan ngomong gitu, ga enak sama pak Sean" ucap Yuda menenangkan.


Ara mengernyit bingung "Beb? " tanya Ara.


Yuda tersadar dengan panggilannya untuk Tita, karena sejujurnya Yuda dan Tita memang sudah berpacaran sejak satu bulan yang lalu, tapi mereka merahasiakan nya dari teman - temannya.


"Ehh.."


"Kalian... pacaran? " tanya Ara.


"Kita udah jadian dari satu bulan yang lalu" ucap Tita.


"kok gue ga tau? "


"Nanti gue jelasin, sekarang lo jelasin ada hubungan apa lo sama pak Sean" desak Tita.


Ara menatap ke arah Sean dan menunduk, dia sudah tertangkap basah oleh teman - temannya, mau bohong juga percuma.


"Saya suaminya" jawab Sean yang jengah melihat perdebatan mereka.


Lagi - lagi Yuda dan Tita di buat terkejut mendengarnya, "APA!! " pekik Tita.


Yuda menutup. mulut Tita dengan tangannya "Beb berisik, orang - orang pada ngeliatin" ucap Yuda.


"ini serius Ra? tanya Yuda.


" Iya Yud, gue udah nikah sama pak Sean" jawab Ara.


"Sejak kapan? " tanya Tita.


"2 bulan yang lalu" ucap Ara.


"Ya allah Ara, udah selama itu lu ga cerita sama kita, kita ini temen lo"


"iya sorry I know, ini sulit buat gue, nanti gue ceritain ke kalian semua, tapi ga sekarang. Tolong jangan kasih tau yang lain dulu, baru kalian berdua doang yang tau" ucap Ara.


Tita mengusap bahu Ara yang sedikit lagi meneteskan air matanya, "iya Ra gue ngerti kok, gue dan Yuda bakal ngerahasia in dari temen - temen" ucap Tita yang di angguki Yuda.


Sean yang melihat istrinya bersedih, ia langsung membawa Ara keluar, "Maaf istri saya harus istirahat, kami permisi" ucap Sean.


"iya pak" ucap Tita dan Yuda.


***

__ADS_1


__ADS_2