
"Pulang malam lagi? " tanya Sean saat Ara memasuki kamar mereka.
"eh mas, maaf mas tadi di jalan macet" ucap Ara.
"ini sudah jam berapa? " tanya Sean lagi.
"Jam 10 mas" jawab Ara.
"Kamu itu perempuan, tidak baik pulang larut malam, apalagi sekarang kamu sudah menikah" ujar Sean.
Ara hanya diam mendengarkan perkataan Sean.
"Kenapa diam? " tanya Sean lagi.
"Ya terus saya harus apa mas? mau jawab pun semuanya udah terjadi" ucap Ara yang mulai emosi.
Sean diam sejenak, "kenapa Ara jadi begini, kenapa sifatnya berubah" ucap Sean dalam hati.
"Yasudah, sekarang kamu mandi dan bersihkan tubuh kamu, abis itu istirahat" ujar Sean.
"iya mas" jawab Ara dan langsung berlalu pergi ke kamar mandi.
Setelah membersihkan tubuhnya, Ara menuju ranjangnya dengan Sean.
"Ra" panggil Sean.
"iya mas? " jawab Ara.
"Besok kita jenguk Papa ya, kan besok hari minggu" ujar Sean.
Ara menoleh. "emm, maaf mas besok Ara udah ada janji sama Ghea" ucap Ara.
"Mau kemana? " tanya Sean.
"Ke rumahnya Dinda ada party kecil kecilan, dia udah ngundang dari lama" jawab Ara.
"Yaudah kalo gitu saya pergi sendiri aja" ucap Sean.
"Maaf ya mas, Ara ga bisa nemenin besok" ucap Ara.
"Iya tidak apa apa, tapi kamu jangan pulang malam" ucap Sean memperingati.
"iya mas" ucap Ara.
***
Jam 10 pagi Sean pergi ke rumah Orang tua nya tanpa di temani Ara. Karena jam 12 nanti Ara sudah ada janji bersama Ghea untuk hadir ke acara yang di buat oleh Dinda.
"Saya berangkat, kamu hati hati nanti di jalan" ucap Sean yang di balas dengan Ara menyalami tangan Sean.
Di mobil Sean tidak terlalu berkonsentrasi dengan kemudinya, karena pikiran nya di penuhi oleh perubahan sikap Ara akhir akhir ini.
Dia selalu pulang larut malam jika dia pergi bersama Ghea dan teman teman nya, Sean sudah mengecek latar belakang Ghea melalui data kampus. Ghea adalah mahasiswi pindahan dari Luar Negeri, namun alasan kepindahan nya tidak di jelaskan oleh pihak kampus.
Yang dulu nya Ara sudah mulai menerima pernikahan nya dan mulai menjalankan perannya sebagai seorang istri, kini dia seakan lupa dengan statusnya.
Ara memang tidak membantah perkataan Sean dan masih bersikap baik kepada suaminya, tapi kebiasaan nya yang sering pulang larut malam menjadikan Sean takut kalau nanti Ara salah pergaulan.
__ADS_1
Kini tanggung jawab menjaga dan mendidik Ara sudah berpindah tangan kepada dirinya, dia harus menjawab apa jika orang tua Ara mempertanyakan tentang sikap putri mereka kepada Sean.
***
"Yuk Ra masuk" ajak Dinda saat Ara sudah sampai di rumah nya.
"Kok sepi din, katanya lo ngundang yang lain juga" tanya Ara heran karna di rumah nya tidak ada siapa siapa.
"Mereka di taman belakang Ra, udah kumpul semua kok" ucap Dinda.
Mereka berjalan menuju taman belakang rumah Dinda, di sana sudah ada Ghea, Lita, Tama dan 3 laki laki yang Ara sendiri tidak mengenalnya.
"Hei Ra baru dateng? " sapa Ghea.
"Iya ghe tadi macet di jalan" ucap Ara.
"Yuk duduk" ajak Lita.
Party kecil kecilan yang di maksud oleh Ara adalah mereka makan makan, minum soda, nyanyi nyanyi sampai nonton film di rumah Dinda.
Hari itu lagi lagi Ara lupa waktu karena asik mengobrol dengan teman baru nya itu, jam sudah menunjukkan jam 8 malam.
"Eh keluarin donggg" ucap Salah satu laki laki teman Tama di sana.
"Lo yakin? " tanya yang lain.
"Yakin lah, biar lebih asik aja" jawab nya.
Tama mengeluarkan beberapa minuman beralkohol di tengah tengah mereka.
"Nahhhh gitu dong"
"Ra lo ga minum? " tanya Dinda
"Engga Din gue ga mau, kalian aja" Ucap Ara.
"Ayolah Ra, dikit aja" ucap Lita.
"Iya Ra nih" ucap Tama sambil menyodorkan gelas berukuran mini yang di khususkan untuk minuman tersebut.
"engga deh Tam, gue ga biasa minum begituan" tolak Ara lagi.
"Ayolah Ra demi kita, dikit aja yaa. Gue tersinggung lo kalo lo sampe ga minum" ucap Ghea.
Ara menimbang nimbang, apakah dia harus meminum minuman itu atau tidak, jika tidak dia merasa tidak enak dengan Ghea dan yang lain.
"Oke gue minum, tapi bener ya satu gelas ini aja" ucap Ara.
"Iya Ra, nih" ucap Ghea memberikan satu gelas berisi minuman laknat itu.
Ara menenggak minuman tersebut.
"uuekk" Ara hendak muntah ketika cairan pahit itu menerobos masuk ke tenggorokannya.
"Gimana, enak kan? " ucap Tama.
"emm iya enak" ucap Ara.
__ADS_1
Enak pala lu buntung.
"Satu lagi donggg" ucap Lita yang sudah mulai mabok.
"eh udahhh" ucap Dinda.
"gue mau lagiiiii" ujar Lita.
"Kebiasaan banget ni bocah kalo udah mabok" ujar Tama.
Mereka melanjutkan acara minum minuman mereka, Ara di paksa untuk minum satu gelas lagi oleh mereka, dan terpaksa juga Ara turuti lantaran tidak enak jika menolak.
Malam semakin larut Ara pun di antar pulang oleh Ghea. Setelah sampai di apartemen Ara celingak celinguk mencari keberadaan Sean di apartemen mereka.
"Aman" ucap Ara.
"Aman apa?" tiba tiba Sean muncul dari dapur sambil membawa segelas air.
"eh mas, kirain udah tidur" ucap Ara ketika Sean sudah berada tepat si depan nya.
"Kenapa baru pulang, macet? " tanya Sean dingin dan tak lupa dengan muka datarnya.
"enggak mas, tadi party nya belum kelar jadi pulangnya ngaret deh" ucap Ara.
Sean mengernyitkan dahinya, lalu mendekat dan mengendus endus di depan wajah Ara.
"kenapa sih mas" tanya Ara bingung.
Seketika Sean sadar bahwa bau yang dia cium merupakan bau alkohol dari mulut Ara.
"Kamu minum! " ucap Sean.
Ara membulatkan matanya kaget "eh eng-enggak kok mas" ucap Ara terbata.
"Jangan bohong kamu, ngapain aja kalian di sana!? " tanya Sean yang sudah mulai emosi.
"cuma makan dan ngobrol ngobrol doang mas" jawab Ara.
"Saya tidak suka kebohongan!" ucap Sean menekankan kata bohong di sana.
"Jawab saya, kamu minum seberapa banyak?" tanya Sean.
Ara menunduk takut "cu-cuma dua gelas mas" jawab Ara jujur.
Sean mengepalkan tangannya kuat, emosinya sudah sangat memuncak mendengar pengakuan Ara.
Ini sudah kelewatan, satu kali, dua kali Sean diam saat Ara pulang larut, namun kali ini melihat Ara pulang larut dan tercium bau alkohol dari mulutnya, Sean sudah sangat murka dan tidak bisa menahan nya lagi.
"Kamu kelewatan! " ucap Sean dengan nada yang dingin dan menusuk.
"Apaan si mas lebay banget, orang cuma minum dua gelas doang ga sampe mabuk" ucap Ara enteng.
"Ga sampe mabuk? jadi kalau kamu minum 2 botol dan ga mabuk kamu akan tetap minum?" tanya Sean.
Ara hanya diam tak menjawab, hawa dingin kian mencekam diantara mereka berdua.
"Kamu istri saya, sudah berapa kali saya peringatkan untuk tidak pulang larut malam, sekarang kamu pulang jam 12 malam dan bau alkohol pula. Apa kata orang orang, apa kata orang tua kamu, saya mau bilang apa mereka akan mengecap saya gagal dalam mendidik kamu! " ujar Sean yang sudah kecewa dengan istri nya.
__ADS_1
Ara memejamkan matanya "Ya udah kalo gitu kita cerai aja! " jawab Ara tak kalah keras nya.
***