OHHH MY LECTURE

OHHH MY LECTURE
Bab 43


__ADS_3

Setelah dari kantor Ara dan Sean langsung melajukan mobil mereka ke rumah Alex. Akhir akhir ini kesehatan Alex mulai menurun, dia sering bolak balik masuk rumah sakit di karenakan jantung nya bermasalah.


"Assalamualaikum" ucap Ara dan Sean saat sampai di rumah Alex.


"waalaikumsalam, kalian kesini? " tanya Alya mama nya Sean.


Ara dan Sean bergiliran menyalami Alya.


"iya ma, gimana papa ma?" tanya Sean.


Alya menunduk sedih, dia tidak kuasa menceritakan keadaan suami nya kepada Sean.


"Mom, Are you okay? " tanya Sean sembari memeluk mama nya.


"Papa kamu Sean" Alya menangis.


"Papa kenapa ma?" tanya Sean.


"Keadaannya semakin memburuk, dia sudah tidak mau di bawa ke rumah sakit, katanya udah capek bolak balik tapi ga ada perubahan" jelas Alya pada Sean.


"where's dad? " tanya Sean.


"Di kamar" ucap Alya.


Sean segera berjalan menuju kamar Alex.


"Pa" panggil Sean ketika sudah sampai di kamar Alex.


Alex membuka mata nya, dia melihat ke arah Sean.


"Sean, sini papa mau bicara" ucap Alex.


"Pa, papa baik baik aja kan? yang mana yang sakit pa? " tanya Sean khawatir.


"Papa baik baik saja Sean, gimana hubungan kamu sama Ara? " tanya Alex.


"Kita juga baik baik aja pa, sekarang papa ke rumah sakit ya, biar dokter bisa periksa keadaan papa" ucap Sean.


"Tidak perlu Sean, papa baik baik saja, cuma perlu istirahat sebentar, dimana istri kamu? " tanya Alex yang bertepatan dengan Ara masuk ke kamar.


"Pa, are you okay? maaf kita baru bisa jenguk papa hari ini" ucap Ara menghampiri Alex.


Dia prihatin melihat keadaan Alex yang sudah terbaring lemah di ranjang nya. Lelaki yang dulunya dia kenal gagah dan kuat, kini sudah terkulai lemah tak berdaya di atas tempat tidur.


"iya Ara, papa oke. Kamu gimana sama Sean, udah bisa menerima Sean sebagai suami kamu?" tanya Alex


"iya Pa, kita udah bisa menerima satu sama lain kok pa, papa tenang aja ya jangan berpikiran yang macem macem, sekarang papa ke rumah sakit ya, kita antar." ujar Ara.

__ADS_1


"Tidak usah Ara, Papa sehat kok" ucap Alex menolak.


Mereka tidak tau lagi harus dengan cara apa membujuk Alex untuk mau ke rumah sakit, sedangkan keadaannya sudah sangat memprihatinkan.


"Sean, Ara papa mau bicara sama kalian, umur papa sudah tua, sudah sakit sakitan juga, mungkin umur papa udah ga lama lagi" ucap Alex.


"Pa, please jangan ngomong gitu, papa harus semangat , papa harus sembuh, kita semua sayang sama papa, Sean mau papa nanti bisa gendong anak Sean dan Ara Pa" ujar Sean berkaca kaca.


Deg!


Jantung Ara berdetak mendengar penuturan lirih Sean kepada Papa nya.


Alex tersenyum mendengarnya, "Sean, kita tidak bisa melawan Takdir, Papa mau tetap bersama dengan kalian semua, tapi jika nanti Tuhan berkata lain, kita bisa apa?" ujar Alex.


"iya tapi papa harus semangat untuk sehat ya" ucap Sean.


"iyaa, Sean Ara Papa tau kalian menikah atas dasar perjohoan. Papa minta satu hal kepada kalian berdua, papa ingin kalian tetap menjaga pernikahan kalian. Papa mau kalian tetap melanjutkan hidup dalam pernikahan kalian walaupun papa sudah tiada, papa sadar perjodohan ini adalah permintaan papa pada Bagas, Papa ingin kalian hidup rukun dan saling mencintai" ucap Alex bergetar.


"Pah udah pa, Sean dan Ara berjanji akan mempertahankan rumah tanpa kita apapun yang terjadi, iyakan Ra? " tanya Sean pada Ara.


"i-iya Pa Ara janji" ucap Ara.


Alex menghembuskan nafas pelan "Papa tenang dengernya, maafkan papa sudah membebankan kalian, terutama kamu Ara, maafin papa ya" ucap Alex.


"engga kok Pa, Papa sama sekali ga bebanin kita, yang harus papa pikirin sekarang gimana caranya papa bisa sehat lagi kaya dulu" ucap Ara.


***


Hari itu di Kampus seperti biasa Ara sedang makan di kantin bersama teman teman nya, membahas dari hal hal penting sampai hal yang tidak penting untuk di bahas.


"eh ngomong ngomong Arsya ngapa dah akhir akhir ini selalu menghindar dari kita" ujar Bimo.


"Masih galau kali" timpal Yuki.


"Ya galau sih galau, tapi kaga usah menghindar juga" ucap Bimo.


"Lagian kalo galau tu harusnya sering sering kumpul sama temen ya, biar ga kepikiran" ucap Tita.


"Iya emang, tapi kalo di antara temen temen nya ada sumber kegalauan dia ya percuma juga" ucap Yuda.


"Iya sih"


"Gue jadi ga enak sama Arsya, dia ngejauh dari kita itu karna gue" ucap Ara murung.


"Enggak Ra, bukan salah siapa siapa, emang udah takdirnya lo dan Arsya ga bisa sama sama" ucap Tita menenangkan.


"iya Ra, kan lo juga udah nikah, jadi ga bisa memaksakan kehendak" ucap Yuki.

__ADS_1


Ara menunduk "Gue juga ga mau kaya gini, gue juga terpaksa nerima perjodohan ini, gue masih mau kaya kalian yang masih bisa bebas" ucap Ara lemas.


Tita dan Yuki mengusap bahu Ara untuk menenangkan nya.


"Udah Ra, yang udah terjadi biarlah terjadi, lo mau nolak pun ga bisa, lo udah sah jadi istri pak Sean" ucap Yuki.


"iya Ra, yang harus lo lakuin sekarang cuma lo harus nurut sama laki lo, lo udah ga lajang lagi" ucap Tita.


Ara hanya mengangguk mengiyakan.


"Ara" panggil seseorang dari kejauhan.


Ara menoleh pada orang tersebut, "eh Ghe, kenapa? " tanya Ara pada Ghea yang ternyata memanggil dirinya.


"Ikut kita yuk" ajak Ghea.


"Mau kemana? " tanya Ara.


"Jalan, yuk lo kan lagi pusing sama skripsi lo, jadi harus banyak jalan jalan" ucap Ghea.


"Yaudah yuk, eh guys gue duluan ya" ucap Ara sembari berlalu pergi dari teman teman nya, karena Ara risih jika sudah membahas soal Suami.


Mereka hanya mengangguk mengiyakan.


"Ara kaya nya udah akrab banget sama tu orang" ucap Yuki.


"Iya, kaya ayo ayo aja kalo di ajak jalan" ujar Yuda.


"Gue ga suka deh sama siapa tadi nama tu cewek? Sea, Tea, Ghae?" ucap Bimo belepotan menyebut nama Ghea.


"Ghea bego" ralat Yuki.


"Iya itu maksudnya" ucap Bimo.


"Ho'oh gue juga, muka nya songong bet dah, sok kecakepan" ucap Yuki.


"Ya semoga aja Ara ga ikut ikutan songong kaya tu orang"


Hari hari berlalu Ara semakin dekat dengan Ghea, bahkan Ara sudah tidak pernah lagi terlihat berkumpul bersama teman teman nya dk kantin.


Ara selalu bersama dengan Ghea jika ingin kemana mana, mulai dari jalan, nonton bioskop, makan siang, bahkan pulang pergi ke kampus pun Ghea yang menjemput Ara.


Interaksinya dengan Sean pun hanya terjalin pada saat malam hari, Ara selalu terlihat pulang larut saat pergi dengan Ghea. Sean sudah sering menasehati Ara agar ia tidak boleh selalu pulang larut malam, untuk sekedar menyiapkan makan malam dan pagi Sean pun Ara tak sempat karna pulang terlalu larut dan bangun selalu kesiangan.


Ara berubah !


Ya, semenjak mengenal Ghea dan teman teman nya sikap Ara berubah.

__ADS_1


***


__ADS_2