
Monik dan Ghea tersentak kaget melihat Sean dan Kelvin yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Ghea yang ketakutan langsung melarikan diri keluar dari kamar tersebut. Dengan sigap Kelvin mengejar ghea.
“Se..sean kamu kok bisa tau aku ada di sini?” Tanya Monik gugup.
“Bahkan jika kamu ada di lubang semutpun saya bisa dengan mudah menemukan mu Monik” Ucap Sean dengan tatapan dingin.
“Mau apa kamu, aku ga terlibat dalam pemerkosaan istri kamu” ucap Monik lagi.
“Bahkan saya belum menbahas soal itu, mengapa kamu begitu gugup saat melihatku” ucap Sean seraya berjalan perlahan mendekati Monik yang juga perlahan berjalan mundur.
“Enggak, kamu salah paham. Aku ga ada sangkut paut nya sama masalah itu” ucap Monik membela diri, jelas-jelas dia yang sudah menyusun rencana ini.
“Masih bisa mengelak rupanya. Tapi sayang sekali saya sudah merekam pembicaraan kamu dan adikmu dan kamu bisa jelaskan semua pembelaan kamu di kantor polisi.” Ucapan Sean seketika membuat Monik terdiam, dia tidak bisa kengelak lagi.
“Sean, aku cinta sama kamu, aku ga mau kita putus. Aku sudah melakukan berbagai macam cara untuk buat kamu balik lagi ke aku, tapi nyatanya kamu malah menikah dengan asisten mu itu!” Ucap Monik yang mulai berkaca-kaca.
“Apakah sebegitu besarnya kesalahanku di masa lalu sehingga kamu menutup rapat pintu hatimu untuk ku?” Tanya Monik yang sudah mulai menangis.
“Kamu masih bertanya apakah kesalahanmu begitu besar?“ tanya Sean dengan penuh penekanan.
Monik mengangguk, “sudah ku bilang dari awal sejak kita bersama, saya tidak suka pengkhianatan. Bukan sekali dua kali kamu mengkhianatiku Monika, entah sudah berapa laki-laki yang kau ajak berkencan di belakangku” ucap Sean dengan amarah yang memburu.
“Sean aku melakukan itu karena kamu tidak pernah ada waktu untuk ku, setiap aku ajak kamu pergi kamu selalu menolak dengan alasan banyak tugas yang harus di kerjakan, kamu begitu sibuk sampai - sampai kamu mengabaikanku Sean. Aku juga butuh kamu pada saat itu Sean hiks..” ucap monik yang menangis kian keras.
“Saya tidak perduli lagi padamu, saya sudah menikah dan saya sangat mencintai istri saya, jadi jangan pernah kamu menggagu dia walau hanya seujung rambutpun” ucap Sean yang menatap dingin pada Monik.
“Sean tolong kembalilah padaku hiks..” Monik memohon pada Sean.
“Tidak, sekarang kamu ikut ke kantor polisi” ucap Sean seraya menarik tangan Monik.
“Enggak, aku ga mau Sean aku mau kamu jadi milikku” Monik meronta ronta dalam genggaman Sean.
Sean seakan menulikan telinganya, dia tidak menanggapi semua ocehan Monik dan sibuk menarik tangan Monik untuk keluar dari ruangan tersebut. Kejadian tak terduga Monik meraih sebilah pisau yang ada di meja dan dengan cepat Monik menodongkan pisau tersebut kepada Sean.
“Aku ga mau ke kantor polisi” ucap Monik seraya mengacungkan pisau ke depan wajah Sean.
“Monika, jangan gila kamu!” Ucap Sean seraya memundurkan badanya karena takut Monik akan bertindak nekat dan menusuk dirinya dengan pisau tersebut.
__ADS_1
“Aku memang sudah lama gila karena kamu Sean, aku ingin kamu, aku ingin bersama kamu, susah payah aku mengurus kepindahanku ke kampus tempat kamu mengajar demi untuk dekat dengan mu, tapi kamu selalu mengabaikan keberadaan ku!” Ucap Monik memburu.
“Jika kamu tidak bisa jadi milikku, berarti orang lain juga tidak boleh memilikimu HAHAHA” ucap Monik dengan tawa nyaringnya.
“Monik sini pisau nya” Sean berusaha meraih pisau itu dari tangan Monik.
“Enggak!” Pekik monik.
“Kamu adalah wanita yang berpendidikan tinggi dan berasal dari keluarga yang terpandang, kamu jangan melakukan hal bodoh seperti ini, kelakuan kamu bisa membuat nama keluarga mu tercoreng” ucap Sean mengingatkan.
“Aku tidak perduli! apapun akan ku lakukan demi kamu Sean ku sayang” ucap Monik.
Sean masih terus berusaha merebut pisau yang ada di tangan Monik, ketika Monik sedang lengah Sean langsung merampas pisau itu dari tangan Monik, tapi sayang Monik lebih dulu menarik pisau itu sebelum tangan Sean sampai. Monik langsung menyayat lengan Sean dan kabur keluar dari villa itu.
“MONIKA!” Teriak Sean.
Tangan Sean terus mengeluarkan darah segar dan terasa sangat perih, namun dia bisa menahannya dan mengejar Monik ke luar.
Ternyata di halaman villa sudah ada Kelvin beserta beberapa polisi yang sudah mengepung tempat itu, dan Ghea sudah di borgol dan diamankan disana. Polisi bergerak mengepung Monik saat dia dia keluar dari dalam villa.
“Jangan bergerak, sebaiknya anda menyerahkan diri sehingga anda juga tidak akan di persulit dalam persidangan nanti” ucap salah satu polisi disana.
“Heh cewek gila! Jangan macem-macem lo, udah di kepung juga masih bisa ngelawan” ucap Kelvin yang geram dengan tingkah Monik.
“Siapa lo! Gue ga ada urusan sama lo” ucap Monik yang merasa tidak mengenal Kelvin.
“Ara adek gue, jadi lo secara tidak langsung lo juga berurusan dengan gue” ucap Kelvin.
“Oh bagus, sini biar gue bunuh lo sekalian, biar adek lo yang murahan itu lebih hancur lagi! HAHA” ucap Monik seperti orang gila.
“Wah bener-bener ni cewek, sini lo anjing!” Ucap Kelvin seraya mendekat ke Monik dan merampas pisau yang ada di tangannya, dengan gerakan cepat Kelvin merebut dan meraih tangan Monik dan memelintirnya kebelakang sehingga dia tidak dapat berkutik lagi.
“Awww.. sakit lepasin gue” ucap Monik merintih.
“Gak! lo cewek gila, sakit jiwa, anak setan, anak dajjal!” Umpat Kelvin seraya memegangi kedua tangan Monik.
Kelvin segera menyerahkan Monik kepada polisi agar segera di borgol sama seperti Ghea.
__ADS_1
“Terimakasih tuan, anda telah membantu kami dalam pencarian DPO” ucap polisi itu kepada Sean dan Kelvin.
“Sama-sama pak, kami juga berterimakasih karena kalian datang tepat waktu ke sini” ucap Sean.
“Baik kami permisi dan mereka berdua akan segera kami proses” ucap Polisi tersebut.
Monik dan Ghea sudah di bawa oleh polisi, Kelvin dan Sean pun akan segera kembali ke Jakarta karena hari sudah sore, dan perjalanan akan memakan waktu yang agak lama untuk sampai ke rumah.
“Sean tangan lo” ucap Kelvin menunjuk lengan Sean.
“Ga papa vin, luka kecil doang” ucap Sean.
“Luka kecil pala lo soek, darah nya banyak banget begitu. Kita ke rumah sakit dulu ya, kita steril in dulu lukanya baru balik” ucap Kelvin menyarankan.
“Ga usah, kita langsung pulang aja.” Tolak Sean.
“Yakin lo?” Tanya Kelvin.
“Yakin, ayo pulang” ucap Sean.
“Yee ngeyel banget sih kalo di bilangin, 11 12 sama bini nya” Kelvin menggerutu.
Sore itu Sean dan Kelvin pulang kerumah dalam keadaan luka Sean yang masih terbuka, dia enggan di bawa ke rumah sakit alasanya dia tidak mau membuat Ara menunggunya lebih lama lagi.
Sesampainya di rumah Sean dan Kelvin segera masuk ke dalam, “assalamualaikum” ucap mereka bersamaan.
“Waalaikumsalam, ehh Sean kenapa ini kenapa bisa luka begini” tanya Ayu dengan nada panik ketika melihat tangan Sean yang masih mengeluarkan darah.
Seketika Ara dan Bagas yang sedang berada di ruang TV menoleh ke sumber suara.
“Mas, kenapa ini, kok bisa begini” ucap Ara panik.
“Gapapa sayang, cuma luka kecil kok” ucap Sean menenangkan.
“Luka kecil gimana, ayo Kita bersihin dulu” ajak Ara.
Mereka berlalu ke dalam kamar untuk mengobati luka Sean, sedangkan Kelvin bertugas menjelaskan kepada kedua orang tua nya tentang apa yang mereka alami hari ini.
__ADS_1
***