
“Silahkan pak” ujar seorang anggota kepolisian mempersilahkan Sean untuk menemui Arsya di dalam sel.
“Terimakasih” ucap Sean.
Sean menatap tajam ke arah Arsya, begitu juga sebaliknya. “Lepasin gue!” Ucap Arsya jam.
“Tidak! Apa maksudmu memperkosa istri saya!” Tanya Sean dengan tatapan menusuk.
“Heh” Arsya menyeringai.
“Karna gue cinta sama Ara, dan lo udah ngerebut dia dari gue!” Ucap Arsya tak kalah menusuk.
“Saya tidak merebut dia dari siapapun, bahkan dia tidak mencintaimu, bagaimana mungkin kamu bisa terlalu percaya diri Arsya” ucap Sean santai.
“Bangsat lo! Gue ga akan buat hidup kalian tenang, inget lo” teriak Arsya dari dalam jeruji besi.
“Saya akan pastikan kamu akan membusuk di penjara” ucap Sean seraya melenggang pergi meninggalkan Arsya yang sedang emosi.
*
Berhari hari Sean tidak pernah absen untuk mencari dimana keberadaan Monik dan Ghea, dia tidak akan melepaskan mereka dengan begitu mudahnya.
Ara sudah satu minggu tidak masuk kuliah karena masih dalam keadaan trauma, Sean membiarkan teman-teman nya berkunjung ke apartemen mereka agar Ara bisa terhibur dengan adanya mereka, sehingga Ara bisa dengan cepat melupakan kejadian pada malam itu. Semua teman-teman Ara pun sudah tau kejadian yang menimpa Ara, mereka semua murka kepada Arsya.
“Ra, minum dong aus gue. Lo sebagai tuan rumah kaga pengertian banget dah” ucap Bimo yang baru saja sampai di apartemen Sean.
“Set dah Bim baru juga duduk” sela Tita.
“Tau nih belalang sembah, banyak banget maunya” timpal Yuki.
“Biarin, biar Ara ada kerjaannya jadi kaga nganggur doang” ucap Bimo santai.
“Iya bentar gue ambil minum dulu” ucap Ara segera ke dapur mengambil minum berserta cemilan untuk mereka semua.
“Ra kita bantu ya” ucap Tita dan Yuki seraya menyusul Ara.
“Ra lo udah oke kan?” Tanya Yuki memastikan.
“Iya Ki gue udah lebih baik kok, ga terlalu kepikiran lagi” ucap Ara.
“Bagus deh Ra, kita khawatir banget lo bakal trauma lama gara-gara kejadian itu” ucap Tita.
Mereka sudah berkumpul di ruang TV sambil menonton film seperti yang sering mereka lakukan dulu saat Ara masih tinggal di rumah orang tua nya.
“Woy bagi lah cemilannya, Bim minta anjir jangan lo ketekin toplesnya” ucap Yuki sembari menyambar toples cemilan di Bimo.
__ADS_1
“Eh Yuli sini in gak toplesnya” ucap Bimo tidak terima cemilannya di rampas.
“Yuli Yuli pala lo! Nama gue Yuki bego” ucap Yuki tidak terima namanya di ganti.
“Bodo amat, sini toplesnya” Bimo dan Yuki saling berebut toples yang berisi cemilan itu sampai menimbulkan kegaduhan.
“Udah udah jangan pada berantem, ini gue pesenin kalian pizza sama chicken popcorn buat kalian” ucap Ara melerai Yuki dan Bimo.
“Nah gitu dong, tuh lo makan sama toples-toplesnya” ucap Bimo menyerahkan toples pada Yuki.
“Ishhh.” Yuki memberengut kesal.
“Ra btw kemarin kita ke kantor polisi nemuin Arsya” ucap Yuda.
Ara menoleh kearah Yuda, “Terus dia bilang apa?” Tanya Ara penasaran.
“Dia ngejelasin ke kita kalo dia kerja sama dengan Bu Monik dan Ghea buat ngehancurin lo dan pak Sean” ucap Yuda.
Ara mengangguk, “iya Yud, dia juga bilang gitu ke gue waktu dia mau perkosa gue” ucap Ara menunduk.
“Arsya bener-bener ya, tampang doang ganteng tapi kelakuan kayak setan” umpat Yuki.
“Lo jangan kemana-mana dulu deh Ra, soalnya bu Monik sama Ghea masih belom ketemu, takutnya mereka ngincer lo lagi” ucap Tita.
“Iya Ta, tapi kuliah gue gimana, gue udah sering banget cuti” ucap Ara.
“Makasih ya guys, kalian semua emang sahabat terbaik yang gue punya selama gue hidup, gue ga bakal lupa dengan segala kebaikan kalian” ucap Ara dan mereka semua berpelukan.
*
“Permisi tuan, saya ingin melaporkan bahwa Monik dan Ghea telah di temukan, mereka sedang berada di luar kota bersembunyi di sebuah Villa milik keluarga mereka.” ucap seseorang suruhan Sean yang bertugas untuk mencari dimana keberadaan Monik dan Ghea.
“Bawa mereka ke hadapan saya!” Ucap Sean dengan tatapan tajam.
“Baik tuan, kami akan segera membawa mereka kemari” ucap pria itu dan setelah itu dia pergi dari ruangan Sean.
“Kamu tidak akan lolos dariku Monik” ucap Sean bermonolog.
Siang itu Sean pulang lebih awal karena untuk menemui istrinya di Apartemen. Ara tadi mengirim pesan bahwa dia di apartemen sendirian, teman-temannya sudah pulang satu jam yang lalu.
“Assalamualaikum” ucap Sean saat masuk ke apartemen.
“Waalaikumsalam, mas udah pulang?” Tanya Ara seraya menyalimi suaminya.
“Iya sayang, kamu sudah makan?” Tanya Sean.
__ADS_1
“Udah kok mas tadi sama temen-temen, mas mau makan apa nanti Ara masakin” ucap Ara menawari.
“Tidak usah sayang, mas udah makan” ucap Sean.
“Ra, gimana kalo kita untuk sementara tinggal di rumah orang tua kamu” usul Sean.
“Loh emangnya kenapa mas? Mas mau pulangin Ara ke rumah mama ya” ucap Ara mulai berkaca-kaca.
“Enggak sayang maksudnya gini, kita tinggal sementara di rumah mama karna untuk seminggu kedepan mas bakal agak sibuk di kantor. Mas khawatir ninggalin kamu sendirian di apartemen, kalo di rumah mama kan ada mama, kelvin dan lain-lain jadi kamu ga akan kesepian” jelas Sean, karena Sean akan sangat sibuk mengurus pekerjaannya dan masalah kasus percobaan pemerkosaan Ara tempo hari.
“Oh gitu, yaudah deh terserah mas yang mana baiknya aja, Ara nurut kata mas Sean” ucap Ara patuh.
Sean tersenyum mendengarnya, dan malam ini juga mereka langsung berangkat ke rumah orang tua Ara. Berita mengenai Ara hampir di perkosa telah di ketahui oleh keluarga mereka, baik dari keluarga Ara maupun keluarga Sean. Dan mereka sangat murka terhadap semua tersangka dan bekerja sama untuk melakukan pencarian Monik dan Ghea.
“Assalamualaikum” ucap Sean dan Ara bersamaan ketika sampai di rumah orang tua Ara.
“Waalaikumsalam” ucap Ayu mamanya Ara.
“Araa, sayangg ya allah mama kangen sama kamu” ucap Ayu lagi sambil memeluk putri satu-satunya itu.
“Mama, Ara juga kangen sama mama. Papa sama abang Kelvin mana ma? Ara juga kangen banget sama mereka” tanya Ara.
“Mereka ada di dalem. Yuk masuk, Sean ayo masuk” ajak Ayu.
“Iya ma” Sean mengangguk dan mengikuti Ara dan Ayu.
“Papa” ucap Ara ketika sampai di ruang TV.
“Ara, anak papa” ucap Bagas seraya memeluk Ara.
“Ara kangen sama papa” ucap Ara.
“Papa juga kangen sama Ara” ucap Bagas.
“Sama gue kangen juga gak?” Ucap Kelvin menunjuk dirinya sendiri.
“Abanggg, Ara kangen banget sama abang” ucap Ara berbaik memeluk abangnya, jujur Ara sangat rindu dengan abangnya ini, karena dulu Ara paling dekat dengan abangnya.
“Udah udah jangan mewek, malu sama laki lo” ucap Kelvin ketika Ara mulai berkaca-kaca.
“Ma, Pa Sean mau izin untuk tinggal sementara disini bersama Ara, karena untuk seminggu kedepan Sean akan sangat sibuk mengurusi perusahaan dan juga kasus Ara tempo hari. Sean takut ninggalin Ara sendirian di apartemen, kalau disini Sean bisa tenang karna ada Mama, Papa dan Kelvin yang bisa menjaga Ara” ucap Sean.
“Iya Sean papa setuju, biarkan kalian untuk sementara kalian tinggal disini dulu sampai semua pelaku di tangkap” ucap Bagas yang di angguki semua orang.
***
__ADS_1
Maaf ya semuanya aku baru bisa upload setelah sekian lama, karena ada suatu hal yang membuat aku ga bisa mikir.
Inshaallah aku akan rutin upload sampai cerita ini tamat, semoga kalian suka ya.