OHHH MY LECTURE

OHHH MY LECTURE
Bab 50


__ADS_3

Ara merebahkan tubuhnya di ranjang kamar itu, kepala nya terasa sangat nyeri di tambah lagi suara musik yang terdengar sangat memekakkan telinga.


Ara memejamkan matanya dan berniat untuk segera tertidur, namun ranjang tempat ia tidur terasa bergerak seperti ada orang lain yang menaikinya.


Tak hanya itu, Ara merasa ada sebuah tangan yang melingkar memeluk perutnya. Ara tersentak kaget ketika tersadar bahwa benar benar ada seseorang yang memeluk tubuhnya.


"AAAAAAAA!!!!" teriak Ara histeris dan melompat ke pojok kasur.


"Hai, Apa kabar?" ucap seorang laki laki yang sangat amat Ara kenali. Seorang laki laki yang sudah beberapa bulan terakhir tidak pernah menampakkan batang hidungnya.


"ARSYA! Lo ngapain di sini? ngapain lo peluk peluk gue." tanya Ara..


Arsya hanya tersenyum mendengar teriakan Ara.


"Udah lama banget kita ga ketemu ya Ra, Gue kangen sama lo" ucap Arsya beringsut mendekat ke Ara.


"Stop! jangan mendekat. Lo ga usah macem macem sya!" ucap Ara.


"Kenapa? cuma ada kita berdua di sini di kamar ini, kita bisa lakuin yang biasa lo lakuin sama suami lo kan?" ucap Arsya santai.


"BRENGSEK! BAJINGAN! apa maksud lo" ucap Ara yang emosinya sudah memuncak.


"Lo udah tau maksud gue, lo ga usah pura pura bodoh. Ayo Ra puasin gue" ucap Arsya yang mulai meraba raba tubuh Ara.


"Lepasinnn, gue ga sudi. Inget Sya lo sahabat gue, gue juga udah nikah" ucap Ara yang air matanya mulai mengalir deras.


"Justru lo udah nikah, gue ga terima. Kalo gue ga bisa dapetin lo secara baik baik, berarti gue harus pake cara lain buat dapetin lo" ujar Arsya.


Ara yang ketakutan mulai mengambil ponselnya dan memencet nomor suaminya di sana, panggilannya pun tersambung.


"Haloo.." ucap Sean di sebrang sana.


"Hallo mas, mas tolongin Ara mass.."


BRAKK....


Ponsel Ara di rampas dan di banting oleh Arsya ke lantai, Ponsel Ara pun sudah tidak berbentuk lagi. Ara menangis dia sangat ketakutan sekarang.


Dia menyesal datang ke tempat ini, dia menyesal tidak mendengarkan perkataan suami dan teman teman nya saat mereka melarang Ara untuk datang ke tempat terkutuk ini.


"Percuma lo nelpon suami lo, kalo pun dia dateng pas sampai ke sini pasti nya lo udah jadi milik gue seutuh nya" ucap Arsya dengan seringaian di wajahnya.


"Sya, please lo jangan macem macem, jangan apa apa in gue, gue udah nikah hikss.." ucap Ara menangis.


"Bodo amat! gue ga peduli lo udah nikah atau belom, lo harus jadi milik gue!" ucap Arsya.

__ADS_1


"AAAAAA!!!"


Arsya mulai menindih tubuh Ara dengan kakinya mengunci kedua kaki Ara, tubuhnya menghimpit tubuh Ara. Arsya mulai menyingkapkan rok yang di pakai Ara hingga terlihat dalaman yang melekat di tubuhnya.


Ara memberontak ketika Arsya mulai mencumbui wajahnya. Arsya merobek baju Ara dan mulai terlihat lekuk lekuk yang menonjol di tubuh Ara. Ara menangis sesenggukan, dia tidak kuat melawan tenaga Arsya yang begitu kuat.


"TOLONGGGGG!!" Teriak Ara.


"Teriak aja sayang, ga akan ada yang bisa denger suara lo di sini hahahaha" ucap Arsya.


"Arsya lepasinn, lo jahattttt!" teriak Ara memukul mukul lengan Arsya.


"Gue ga jahat, tapi lo yang udah buat gue jahat" bentak Arsya.


"Gue ngapain lo bangsat!" teriak Ara memberontak di bawah kungkungan Arsya.


"Lo nolak cinta gue Ra, Lo nolak perasaan gue yang udah gue simpen rapi selama 3 tahun!" ucap Arsya.


"Gue gak salah, gue di jodohin dan gue cinta sama Sean" ucap Ara.


"ARGHHHH.." PLAKK.. geram Arsya dan menampar pipi Ara.


"Jangan sebut sebut nama bajingan itu" ucap Arsya.


"Lo yang bajingan!" ucap Ara.


"Rencana? lo kerja sama dengan siapa anjing!" ucap Ara emosi.


"Hahahah" Arsya tertawa dan bergerak berdiri sejenak.


"Lo ternyata bego banget ya Ra, Lo bahkan ga sadar kalo Ghea dan Tama cuma mancing lo buat sampai ke hari ini" ucap Arsya.


"Apa maksud lo?" tanya Ara tidak mengerti.


"Mereka deketin lo cuma mau buat lo hadir ke sini dan menyukseskan rencana kita, rencana gue dan bu monik" ucap Arsya menekankan nama Monik di sana.


"Bu monik?" apa hubungan nya sama bu monik?" tanya Ara.


"Gue udah kasih tau Bu Monik kalo Sean udah nikah sama lo, dan kita kerja sama buat hancurin kalian berdua. Dia mau liat Sean hancur ngeliat istrinya udah tidur sama gue HAHAHAHA!" ucap Arsya dengan bangga.


"BRENGSEK LO! kita salah apa sama kalian hah?" tanya Ara..


"Jangan banyak omong lo" ucap Arsya yang langsung menerkam Ara lagi dan menindih tubuh Ara.


"LEPASIN, TOLONGGGGG"

__ADS_1


"Arsya stop"


Arsya gelap mata dia mencumbui segala sudut tubuh Ara. Dia akan segera memiliki Ara seutuhnya pikirnya.


Ara menangis dia sudah tidak kuat menahan tubuh Arsya yang hendak memperkosa nya.


"hikss.. mas Sean tolongin Ara mas hiks.." ucap Ara terisak.


BRAKKKK...... suara pintu di dobrak dari luar.


Di sana terlihat Sean dan beberapa polisi sudah mengepung tempat itu.


Arsya tersentak kaget dan langsung melompat hendak melarikan diri, tubuhnya langsung di tangkap oleh Sean dan di hajar habis habisan oleh Sean. Hidung dan mulut Arsya mengeluarkan darah segar akibat pukulan brutal dari Sean.


Sean tidak terima melihat istrinya di perlakukan seperti binatang oleh Arsya. Sean seperti kesetanan memukuli Arsya, hingga perkelahian tersebut di lerai oleh Polisi.


"Hentikan pak, anda jangan main hakim sendiri. Biarkan ini menjadi urusan pihak yang berwajib" ucap salah satu Polisi di sana.


Sean tersadar dan langsung menghampiri istrinya, melihat keadaaan Ara yang sudah tidak karuan Sean langsung menarik selimut dan menutupi tubuh Ara.


"Kamu di apain aja sama dia? yang mana yang sakit, ngomong sama saya kamu udah di perkosa sama dia?" tanya Sean bertubi tubi.


Ara menggeleng, "engga mas, Arsya ga sampe perkosa Ara, tapi dia udah ngeraba raba tubuh Ara hiks" ucap Ara menangis.


"Ara mau pulanggg hikss.." ucap Ara yang makin terisak.


"iya sayang kita pulang" ucap Sean langsung menggendong tubuh Ara.


Keadaan di club tersebut cukup kacau karna banyak yang di tangkap oleh Polisi. Salah satunya Tama, dia ketauan oleh Polisi ketika sedang mengkonsumsi narkoba bersama teman teman nya. Sedangkan Monik dan Ghea sudah kabur entah kemana.


Ara sudah di mobil bersama Sean, dia masih nangis sesenggukan. Dia tidak menyangka jika sahabatnya sendiri bisa jadi monster yang menyeramkan. Dia juga tidak menyangka selama ini Arsya sudah menyimpan dendam padanya bahkan sudah merencanakan sesuatu untuk membalaskan dendamnya.


Lagi lagi Ara mendapatkan buah dari perbuatan nya, buah dari ketidak percayaan nya pada orang orang yang menyayanginya.


Setelah sampai di apartemen Sean langsung membersihkan dan menggantikan pakaian Ara. Dia membaringkan Ara di ranjang mereka, Sean memeluk istrinya yang masih sangat syok karna kejadian barusan.


"hikss.."


"Sudah, sekarang kamu tidur, jangan di ingat lagi yang tadi" ucap Sean sembari memeluk Ara.


"ma-maafin Ara lagi mas hiks..., ara ga nurut sama mas hiks..." ucap Ara terisak.


"Sudah sudah, kita bahas besok ya, sekarang kamu tidur" ucap Sean.


Tak berselang lama Ara pun tertidur di pelukan Sean, tubuhnya begitu lemas tak berdaya setelah kejadian yang menimpanya.

__ADS_1


***


__ADS_2