
Setelah makan malam, Ara dan Sean memutuskan untuk duduk di balkon kamar mereka, sambil menikmati secangkir teh panas untuk menghangatkan malam yang dingin.
"Mas" panggil Ara.
"hemm" jawab Sean dengan gumaman karena dia tengah sibuk mengecek email masuk di iPad nya.
"Ara mau izin, jadi dengerin bentar" ucap Ara.
Sean mengangkat kepala nya dan mengerutkan dahinya bingung " izin? izin apa? " tanya Sean.
"Jadi gini, tadi siang Ghea ngundang Ara dateng ke pesta ulang tahun nya, Ara bingung mau dateng atau engga. Tapi setelah di pikir pikir lebih baik Ara dateng untuk yang terakhir kalinya. Sebagai bentuk terimakasih Ara ke Ghea karna dia udah baik mau bolak balik nganterin ara waktu itu." jelas Ara.
Sean diam tidak menjawab, dia ragu memberikan izin pada Ara. Bukan maksud nya tidak percaya pada istri nya sendiri tapi dia takut jika Ghea dan teman teman nya akan mempengaruhi pikiran Ara lagi
"Kalau saya tidak meng izin kan? " tanya Sean.
"Ya terserah mas, kalo mas ga ngizinin juga gapapa, Ara ga akan pergi. Tapi Ara ga enak aja sama mereka kalo ga dateng, toh di sana kan juga Rame nanti" ucap Ara.
Lama Sean menimbang nimbang akhirnya dia mengizinkan Ara pergi ke acara ulang tahun nya Ghea dengan syarat.
"yasudah, kamu boleh hadir ke acara itu, tapi dengan syarat" ucap Sean.
"apa syaratnya mas? " tanya Ara.
"Pulang dan perginya saya yang antar, dan kamu juga tidak saya izinkan menyentuh minuman haram di sana" ucap Sean.
"SIAPPPP BOS" ucap Ara bersemangat.
"Makasih ya mas" ucap Ara sembari memeluk suami nya itu.
"Tapi janji ya ini untuk yang terakhi kalinya" ujar Sean memastikan
"Iya Suami ku sayanggg, Ara janji ini yang terakhir kalinya" ucap Ara manja.
"imut banget si ngomong nya" ucap Sean sembari menoel noel hidung Ara.
"Bisa aja deh" ucap Ara malu.
"Sayang" panggil Sean.
"Emmm apa mas ganteng" jawab Ara manja.
"Jadi, kamu masih ga mau mengakui suami kamu yang ganteng ini? " tanya Sean.
"Dih narsis banget deh" ucap Ara terkekeh.
"masih malu hem? " tanya Sean lagi.
"Enggak lah mas, Ara udah janji sama diri Ara sendiri kalo Ara akan mengakui pernikahan ini di depan siapa pun. Nanti Ara berdosa kalo ga ngakuin mas dan Ara juga takut nanti duit jajan Ara terancam muehehehe" ucap Ara cengengesan.
"Ohh jadi khawatir sama duit jajan nihh" ucap Sean pura pura merajuk.
"eh enggak enggak haha" ucap Ara.
"Besok mau jalan ga?" tanya Sean.
"Kemana? emang mas ga ke kantor?" tanya Ara.
"Kan saya Bos nya, jadi terserah saya dong" ucap Sean sombong.
"Dih sombong amat" ucap Ara.
"Jadi mau jalan ga?" ujar Sean.
"emmmm... mau deh hehe" ucap Ara
"Dasar kamu" ucap Sean sembari memeluk istrinya.
__ADS_1
Keesokan hari ini Sean menepati perkataan nya yang mengajak Ara jalan jalan.
"Kita mau kemana mas?" tanya Ara ketika mobil mereka membelah jalanan padat ibu kota Jakarta.
"Mau beli apapun yang kamu inginkan" ucap Sean santai.
Ara tersenyum "Bisa aja kamu mas" ucap Ara.
"Serius, kamu mau beli apa? nanti saya bayarin" ucap Sean.
"Yakin nih?" tanya Ara.
"Yakin dong" jawab Sean sombong.
"emmm" Ara mengetuk mengetukkan jarinya ke dagu terlihat seperti berfikir.
"Ara mau eskrim aja deh" ucap Ara asal.
"eh" Sean terkejut, dia mengira bahwa Ara akan menyebutkan ingin minta emas, berlian atau bahkan mall nya sekalian, dan Sean sanggup membelikan nya.
Dia tidak menyangka jika permintaan nya hanya sebuah eskrim.
"Kenapa?" tanya Ara.
"eskrim doang?" tanya Sean.
"Iya mas, Ara mau eskirm" ucap ara.
"Yaudah nanti kita beli" ucap Sean.
"Yeayyyy" ucap Ara girang.
Setelah sampai di mall yang mereka tuju, Sean langsung mengajak Ara ke kedai eskrim kesukaan Ara. Mereka makan eskrim berdua di sana dan berfoto foto layaknya remaja sedang dimabuk asmara.
Sean juga mengajak Ara memasuki semua store yang ada di mall tersebut dan membelikan semua barang yang di inginkan oleh istri nya.
"Udah ah mas Ara capek, pulang yuk" ajak Ara yang tangan nya sudah pegal membawa paper bag berisi belanjaan nya semua.
"Yakin udah? tangan saya masih luang loh buat bawa belanjaan kamu" ucap Sean santai.
"Ihhh mas udah yok, nanti Ara belanja lewat online aja biar ga capek" ucap Ara.
"Yaudah kalo gitu" ucap Sean.
"Tapi mas yang cek out in belanjaan nya mueheheh" ucap Ara cengengesan.
"Siap nyonya" ucap Sean.
"Sip. Yuk pulang" ajak Ara.
Ara dan Sean bergerak menuju parkiran, namun langkah mereka terhenti ketika seseorang yang mereka kenal menyapa Sean.
"Sean" ucap Seorang wanita yang Sean sangat kenali.
"Bu Monik" ucap Ara terkejut.
"Oh, hai kamu asisten nya Sean kan?" tanya Monik.
"eh, iya bu" ucap Ara spontan.
Sean menoleh ke Ara.
"Sudah lama ya ga ketemu" ucap Monik pada Sean yang hanya di balas dengan muka datar Sean saja.
"banyak juga belanjaan kalian, kaya belanjaan rumah tangga ya" ucap Monik.
"bukan urusan kamu" ucap Sean dingin.
__ADS_1
"Jangan jangan kalian pacaran ya? kaya nya kemana mana selalu berdua" tanya Monik.
"sudah saya katakan, bukan urusan kamu" ucap Sean datar.
Ara hanya diam menyaksikan interaksi keduanya, dia tidak tau harus berkata apa. Dia ingin mengatakan bahwa dia adalah istri Sean, tapi sepertinya Sean lebih tau bagaimana bersikap dengan mantan pacarnya itu.
"Okey, saya duluan kalo gitu" ucap Monik meninggalkan mereka berdua.
Setelah Monik pergi, mereka berdua juga pergi dari sana dan menuju ke mobil mereka.
"Mas" panggil Ara sembari memegang pundak Suaminya itu.
"emm?" gumam Sean.
"Are you okay?" tanya Ara.
"Iyaa, saya ga papa kok" jawab Sean.
"Yaudah yuk pulang, kaya ny kamu kecapekan, nanti Ara pijit ya" tawar Ara.
Sean tersenyum mendengarnya, rasa kesal setelah bertemu dengan Monik di mall tadi tergantikan dengan rasa bahagia karena perhatian dari istrinya.
"Bener yaa" ucap Sean.
"Iya mas, yaudah yuk jalan" ucap Ara.
Sean melajukan mobilnya menuju ke Apartemen mereka. Badan nya sudah lelah karena jalan jalan di mall sejak siang sampai sore. Ditambah lagi bertemu dengan seseorang yang tidak dia harapkan membuat emosinya memuncak dan mengakibatkan energinya terkuras.
Namun Sean merasa beruntung karena memiliki istri yang sangat pengertian dengan keadaan nya.
"Mas pinjem HP kamu dong" ucap Ara tiba tiba.
Sean menoleh dan memberikan Ponsel ny pada Ara.
"Mas kok password nya ga bisa, kamu ubah lagi ya?" ucap Ara kesal.
"Iya" jawab Sean singkat.
"Ish nyebelin banget sih, mentang mentang waktu itu HP nya saya cek, sekarang password nya di ganti" ucap Ara merajuk.
Sean tersenyum melihat Ara yang memajukan bibirnya karna merajuk, Ara terlihat sangat imut pikirnya.
"Jangan ngambek dong, password nya saya ubah jadi Ara sayang, coba deh buka kalo ga percaya" ujar Sean.
Ara mengerutkan dahinya, namun tak urung dia mencoba membuka Ponsel Sean menggunakan password baru yang di sebutkan oleh suaminya barusan.
Dan ternyata benar, Ponsel Sean terbuka. Ara senyum senyum setelahnya.
"Kenapa? kok sekarang senyum senyum" ucap Sean.
"Ga papa" ucap Ara.
"Emang kamu mau ngapain? mau cek instagram lagi?" tanya Sean.
Ara hanya diam sambil mengotak atik Ponselnya dan Ponsel milik Sean. Tak lama urusan nya pun selesai.
Ara menyodorkan Ponsel milik Sean ke depan wajah Sean.
"Bagus ga mas?" tanya Ara.
Di sana terlihat wallpaper Ponsel Sean di ubah menjadi foto selfie mereka berdua yang sedang berpose menghadap ke kamera sambil keduanya memegang eskrim di tangan masing masing.
Sean tersenyum melihatnya "Bagus" ucap Sean.
" iya dong, jangan di ganti ya" ucap Ara seraya mengembalikan ponsel suaminya.
"Iya sayangg" jawab Sean sembari mengelus puncak kepala Ara.
__ADS_1
***