
"Nahh kalo makan gratis gini kan jadi enakk" ujar Yuda.
Semua mengangguk setuju kecuali Bimo yang baru saja di rampok oleh teman - temannya.
Rese lo semua" ucap Bimo.
"Sekali - kali doang bimmm"
"Tau nih"
Setelah makan, mereka bergegas kembali ke kelas "eh masuk yuk, 10 menit lagi mata kuliah nya pak Sean" ajak Tita. Mereka semua beranjak meninggalkan kantin.
"Selamat siang semuanya" sapa Sean sembari menuju kursinya.
"Siang pak" jawab semuanya.
"Maaf saya baru bisa masuk hari ini. Seingat saya sebelum cuti, saya sempat memberikan tugas melalui email penanggung jawab kelas kalian, sekarang kumpulkan ke depan" perintah Sean.
"Eh tugas apaan jir kok gue ga tau" ucap Ara panik.
"Waktu itu pas Pak Sean cuti, dia ngasih tugas ke Robi, udah di share di grup kelas juga, emang lo ga liat? " tanya tita
"enggak, gue emang jarang liat tu grup kelas, soalnya bahasannya kaga ada yang beres" ucap Ara
"Makanya jangan sibuk liburan aje lu" ucap Yuki
Sialan, kenapa dia ga ngasih tau gue sih kalo ada tugas.
"Aduh mampus gue, Bim bim lu ngerjain kaga?" ucap Ara makin panik ketika teman - temannya sudah beranjak ke depan kelas untuk mengumpulkan tugas mereka. Setidaknya dia lega jika ada yang tidak mengerjakan juga.
"Ngerjain lah" ujar Bimo songong. "ngapa? lu gak ngerjain?" tanya Bimo.
"Gue kaga tau kalo ada tugas" Ara menggigit jarinya.
"APA RA? LO GA NGERJAIN TUGAS?" teriak Bimo sengaja.
EH SETAN LU !
Sean mendongak melihat keributan yang di ciptakan Ara dan Bimo, "Siapa yang tidak mengerjakan?" tanya Sean.
"Ara pak" tunjuk Bimo di depan muka Ara.
"Bangsat lu setan" umpat Ara ke arah Bimo.
"apa benar yang di katakan Bimo? tanya Sean.
"I-iya pak" jawab Ara
"Silahkan keluar! untuk yang lain jangan di contoh"
ucap Sean sembari menyusun tugas - tugas di mejanya.
"Ta-tapi pak, saya ga tau kalo ada tugas, soalnya waktu itu saya ga masuk" ucap Ara.
"Kamu punya handphone?" tanya Sean.
__ADS_1
"Punya pak" jawab Ara.
"Ya tanya sama teman - teman kamu, jangan sibuk rebahan aja" semprot Sean.
Sialan! gue juga kan ga masuk gara - gara lu ngajakin gue bulan madu, ga ada toleransinya banget buat gue .
Ara keluar dari kelasnya dan memilih untuk menunggu di ruangan suaminya.
"Rese banget sih jadi suami, gue udah dateng awal masih aja di suruh keluar" gerutu Ara.
Ara duduk di sofa ruangan sean sambil menscroll akun instagramnya.
Lama Ara menunggu di sana hingga terdengar suara pintu di buka, Ara menoleh sekilas lalu langsung membuang muka.
Sean yang sudah selesai mengajar di kelas Ara duduk menghampiri Ara.
"Kusut banget mukanya" ucap Sean dengan watados nya alias wajah tanpa dosa.
"Ini semua gara - gara mas ya, saya kan ga masuk waktu itu, mas juga ga bilang kalo ngasih tugas di kelas saya" ucap Ara.
"Iya maaf, saya lupa"
"ish nyebelin banget, mas yang lupa tapi saya yang keluar kelas" protes Ara
"Kan saya harus profesional, siapa yang tidak mengerjakan tugas ya harus keluar, walaupun istri saya sendiri" ucap Sean
"Ya tapi kan ini salah mas yang lupa ngasih tau aku kalo ada tugass" ucap Araa geram
"Yaudah maaf, sebagai permintaan maaf saya gimana nanti malem kita nonton" bujuk Sean.
"yakin nih? kalo sambil belanja ? ucap Sean sembari menaik turun kan alisnya.
Ara menoleh ke Sean dan mulai tergiur dengan rayuan Sean, tapi kemudian dia langsung mengalihkan pandangannya lagi.
"ah enggak, tetep aja saya ga mau." tolak Ara lagi.
"Yaudah kalo ga mau, padahal saya mau bebasin kamu belanja apa aja yang kamu mau, kan jarang - jarang saya begitu" ucap Sean menyenderkan punggungnya ke sandaran sofa.
Mata Ara berbinar senang mendengarnya, lalu dia beringsut merapatkan diri ke Sean, " emmm.. emangnya mas mau ajak saya nonton sama belanja dimana?" tanya Ara sambil senyum - senyum najis.
Sean menolehkan wajahnya ke Ara " Kenapa muka kamu begitu, katanya ga mau"
"iya tadi emang ga mau, tapi sekarang mau banget"
"Dasar aneh"
" Biarin aneh yang penting belanja sepuasnya, wle.." ucap Ara menjulurkan lidahnya. .
Hari itu Ara hanya berdiam diri di ruangan Sean, membantu segala keperluannya di kampus.
Tok..tok..tok
"Masuk" ucap Sean.
"Permisi pak, saya hari ini ada jadwal bimbingan dengan bapak" ucap mahasiswi yang baru masuk keruangan Sean.
__ADS_1
"Silahkan duduk, mana proposal kamu" pinta Sean.
Ara melirik ke arah perempuan itu, "perasaan gue pernah liat ni orang tapi dimana ya" tanya Ara pada dirinya sendiri.
Ara memperhatikan interaksi mereka dari sofa tepat Sean dan Araa tadi duduk.
"ohhh gue inget, ini kan cewek yang muji - muji laki gue pas di kursi taman waktu itu, yang katanya mau jadi pembimbing hidup nya pak Sean"
Sean dengan teliti membaca proposal mahasiswa bimbingannya itu, dia menjelaskan dimana letak - letak kesalahan dari proposalnya.
"Disini kamu harus tambah lagi referensi bukunya, jangan semuanya copas di internet, besok kamu bawa semua buku untuk referensi proposal kamu ke sini" perintah Sean.
"iya baik pak" ucap Mahasiswi itu sembari senyum - senyum.
"ish... ngapain banget pake senyum - senyum segala, sarap lo" ucap Ara dalam hati.
"Yasudah, bimbingan hari ini sampai di sini dulu, besok bawa yang saya pinta tadi" ucap Sean.
"Siap pak, emm.. ngomong - ngomong bapak udah makan siang belum?" tanya mahasiswi itu.
Sean menoleh dan mengangkat alisnya sebelah pertanda dia tidak mengerti kenapa mahasiswi nya itu menanyakan hal tersebut.
"emm.. ini saya bawakan bapak makan siang, saya takut bapak belum makan siang terus kelaperan, ini pak" dia menyodorkan sekotak makanan dari restoran jepang.
"ekhemmm..."
Mahasiswi itu menoleh pada Ara, lalu berbalik menatap Sean "dia siapa pak?"
"Asisten saya"
"Oh cuma asisten"
Dih, apa maksudnya cuma asisten, gue gibeng juga lu, eneg gue ngeliat muka lu.
"Baik, terimakasih bingkisannya, saya ada pekerjaan lain, silahkan keluar." ucap Sean
Yhaaaaaa di usir
"oh iya baik pak, jangan lupa dimakan ya pak"
"emm" jawab Sean singkat.
Setelah Mahasiwi bimbingan Sean keluar, "enak ya di kasih makan siang sama mahasiswinya" sindir Ara.
Sean hanya menoleh sekilas lalu beranjak dari meja nya, "nih makan" Sean menyodorkan bingkisan yang di berikan mahasiswinya tadi pada Ara.
"Kenapa di kasih ke saya?"
"Buat kamu saja, saya takut ada peletnya" ucap Sean ngaco.
"kalo saya yang makan berarti saya dong yang kena pelet"
"Kan kamu wanita, jadi peletnya ga akan ngaruh"
"paham bener kaya nya soal pelet memelet" ucap Ara sembari meraih bungkusan tersebut.
__ADS_1
*****