OHHH MY LECTURE

OHHH MY LECTURE
Bab 19


__ADS_3

Sean menepati janjinya pada Ara, terbukti mereka sekarang sedang menonton film Horor kesukaan Sean, "apaan sih mas, milih film yang bener dikit napa, hobi banget perasaan nonton film setan" gerutu Ara.


"Biar makin harmonis" ucap Sean.


Harmonis gigi lu maju, bilang aja modus pengen di peluk.


"Bilang aja modus" ucap Ara.


"Ya sekalianlah"


"sekalian - sekalian, udah yok mas keluar aja, saya takut ini" rengek Ara.


"ayo apaan, orang film nya baru mulai"


"Ya tapi kan saya takut"


"film bagus begini, udah nikmatin aja"


"Mas yang nikmat, saya mah enggak"


Mereka fokus menonton dan menikmati setiap scene yang ada. Tapi catat! cuma Sean yang menikmati film nya, sedangkan Ara lagi - lagi hanya sembunyi di balik ketiak suaminya.


Tanpa mereka sadari ada dua pasang bola mata yang sedari tadi memperhatikan pergerakan mereka bedua.


"Eh Yud itu Ara bukan sih? " ucap Tita yang duduk dengan Yuda tak jauh dari tempat Ara dan Sean duduk.


"Mana? "


"itu yang duduk di situ" tunjuk Tita.


"Oh iyaa bener beb, dia sama siapa? tumben banget nonton bioskop ga sama kita, biasanya juga merengek - rengek minta di temenin nonton, film horor pula" ucap Yuda.


"Ga tau deh sama siapa, aku dari tadi coba ngeliat ke sebelahnya, tapi ga keliatan" ucap Tita.


"Nanti kita ikutin setelah film nya abis" ucap Yuda yang di angguki oleh Tita.


Sejam berlalu akhirnya film yang mereka tonton habis, "Yuk beb cepetan" ucap Tita mengajak Yuda.


"Sabar beb elah, rame ini"


"Nanti mereka keburu ilanggg"


Ara dan Sean keluar dari studio tempat mereka menonton film, "Kamu mau beli apa?" tanya Sean.


"emm.. apa ya? bingung deh kalo udah di tawarin gini" ucap Ara bingung menentukan untuk membeli apa.


"Cari baju deh mas"


"Yok"


Mereka masuk ke sebuah store yang menyediakan berbagai jenis pakaian mahal, "ini cocok ga mas? " tanya Ara.


"cocok" jawab Sean


"ihhh serius"


"Kamu coba saja dulu di fitting room, baru bisa liat cocok atau enggak, kalo cuma di tempel - tempelin di badan mana keliatan cocok apa enggak" ucap Sean.


"Terus tadi kenapa mas bilang cocok? " ucap Ara sewot.


Ara pun melenggang masuk ke dalam fitting room untuk mencoba pakaian yang ia pilih.


"Bep mana tadi Ara nya, kamu sih lama banget jalannya" ucap Yuda sembari masuk ke store yang sama dengan Ara.


"Lah yang ada juga kamu yang lama" protes Tita.


"bep bep liat deh, itu kaya pak Sean, bener ga sih? " tanya Yuda yang melihat Sean sedang berdiri di depan fitting room.


"eh iyaa bener itu pak Sean, tapi dia ngapain di sini? lagi nungguin siapa?" ucap Tita.


"Belanja lah, masak ziarah" ucap Yuda ngaco.


"ish nyebelin banget sih, iya aku tau dia belanja, tapi sama siapa, atau jangan - jangan? " ucap Tita menggantung.


"SAMA ARA! " ucap mereka bersamaan.


Mereka menutup. mulut mereka karna orang - orang di sana memusatkan perhatian nya kepada mereka.


"Tapi Ara nya kemana? "


"Bukan kali, masak dia sama Ara. Ada hubungan apa Ara sama pak Sean." ucap Tita.


"Kita tungguin aja siapa yang keluar dari fitting room itu" usul Yuda yang di angguki Tita.


Ara sudah selesai mencoba pakaian yang di pilihnya, lalu dia keluar dan menanyakan pada Sean perihal cocok atau tidaknya.


"Mas gimana bagus ga? "


"bagus, ambil yang ini" ucap Sean.


"Okedehh, tapi yang satunya belum di coba, mas masuk aja deh biar saya ga bolak balik keluar masuk buat nanyain" ucap Ara yang di angguki Sean.


Seketika Tita dan Yuda membulatkan matanya ketika melihat Ara lah yang keluar dari ruangan tersebut, dan yang lebih mengejutkan lagi Sean ikut masuk ke dalam ruangan fitting tersebut.


"Loh beneran Ara beb, tapi kenapa mereka bisa jalan bareng, terus itu kenapa pak Sean ikutan masuk ke fitting room, ada hubungan apa mereka? tanya Tita.


"Berarti yang nonton bioskop sama Ara tadi pak Sean?" tanya Yuda yang di angguki Tita.


"Samperin beb" ajak Yuda.


Mereka berjalan menuju tempat dimana Ara dan Sean tadi berada, mereka menunggu tepat di depan pintu fitting room Ara.


Tak lama mereka pun keluar dan melihat Tita dan Yuda sudah berada di depan mereka.


Mata Ara membulat ketika melihat kedua temannya itu, "Ti-tita, Yuda ka-kalian ngapain? " tanya Ara gelagapan.


"Kamu ngapain di dalem sama pak Sean Ra?" ucap Tita dengan wajah kecewanya, karna melihat sahabatnya beduaan dengan dosen di ruang fitting.


"eh enggak, kalian salah paham" ucap Ara yang mengerti dengan maksud perkataan Tita.


"Lo tadi di bioskop sama pak Sean Ra?" tanya Yuda.


Ara mengangguk, "Lo ada main sama pak Sean Ra? kenapa lo ga cerita sama gue, gue temen lo bukan Ra? " tanya Tita yang sudah kecewa dengan Ara.

__ADS_1


"udah beb udah jangan ngomong gitu, ga enak sama pak Sean" ucap Yuda menenangkan.


Ara mengernyit bingung "Beb? " tanya Ara.


Yuda tersadar dengan panggilannya untuk Tita, karena sejujurnya Yuda dan Tita memang sudah berpacaran sejak satu bulan yang lalu, tapi mereka merahasiakan nya dari teman - temannya.


"Ehh.."


"Kalian... pacaran? " tanya Ara.


"Kita udah jadian dari satu bulan yang lalu" ucap Tita.


"kok gue ga tau? "


"Nanti gue jelasin, sekarang lo jelasin ada hubungan apa lo sama pak Sean" desak Tita.


Ara menatap ke arah Sean dan menunduk, dia sudah tertangkap basah oleh teman - temannya, mau bohong juga percuma.


"Saya suaminya" jawab Sean yang jengah melihat perdebatan mereka.


Lagi - lagi Yuda dan Tita di buat terkejut mendengarnya, "APA!! " pekik Tita.


Yuda menutup. mulut Tita dengan tangannya "Beb berisik, orang - orang pada ngeliatin" ucap Yuda.


"ini serius Ra? tanya Yuda.


" Iya Yud, gue udah nikah sama pak Sean" jawab Ara.


"Sejak kapan? " tanya Tita.


"2 bulan yang lalu" ucap Ara.


"Ya allah Ara, udah selama itu lu ga cerita sama kita, kita ini temen lo"


"iya sorry I know, ini sulit buat gue, nanti gue ceritain ke kalian semua, tapi ga sekarang. Tolong jangan kasih tau yang lain dulu, baru kalian berdua doang yang tau" ucap Ara.


Tita mengusap bahu Ara yang sedikit lagi meneteskan air matanya, "iya Ra gue ngerti kok, gue dan Yuda bakal ngerahasia in dari temen - temen" ucap Tita yang di angguki Yuda.


Sean yang melihat istrinya bersedih, ia langsung membawa Ara keluar, "Maaf istri saya harus istirahat, kami permisi" ucap Sean.


"iya pak" ucap Tita dan Yuda.


***


Ara dan Sean memutuskan untuk kembali ke Apartemen mereka, mengingat mood Ara sudah hancur karena ketahuan oleh dua teman nya tadi.


"Are you okay? " ucap Sean memastikan.


Ara hanya mengangguk menimpali pertanyaan Sean, "Yasudah, jangan terlalu di pikirkan. Kerena lambat laun semua nya juga pasti akan tau tentang pernikahan ini" ucap Sean lagi.


"Tapi saya belum siap mas" ucap Ara.


"iya saya mengerti kekhawatiran kamu, tapi kita juga tidak bisa menolak takdir jika suatu saat semua orang tau dengan sendirinya" Jelas Sean.


"Sekarang kamu tenang ya, lebih baik kita tidur besok kamu kuliah pagi kan? " tanya Sean lagi yang hanya di angguki Ara.


Mereka tidur dengan Sean memeluk Ara dari belakang, semacam memberikan perlindungan dari segala sesuatu yang akan menyakiti istrinya.


Keesokan harinya saat di kampus Ara tidak sesedih kemarin, pasalnya Tita dan Yuda benar - benar menepati janji mereka. Mereka sama sekali tidak menyinggung soal pernikahannya dengan Sean.


"Lu sih tidur aja, yaudah kita tinggal" ucap Yuki.


"eh bentar lagi libur semester nih, ga ada rencana kemana gitu? " tanya Tita.


"Lah iya yak, kuy kita buat acara" ucap Bimo.


"Acara apaan? " timpal Ara.


"Gimana kalo kita maraton film aja di rumah lo Ra, udah lama ni kita kaga main ke rumah lu" usul Bimo.


"eh iya bener ke rumah Ara aja, sekalian silaturahmi sama bokap nyokap, by the way bang Kelvin ada di rumah kan dek Ara" ucap Yuki.


"Dih... kapan emak gue ngelahirin lu" ucap Ara.


"iya nih maen dak dek dak dek aje lu" ucap Bimo


"Ada yang tiba - tiba mau silaturahmi" ujar Tita


"Kasian. Kasih tak sampai" Ucap Yuda


"Calon Kakak ipar lu ni Ra" Ucap Arsya.


"Gamau guee" ucap Ara.


"Kalo abang lo yang mau sama gue gimana?" tanya Yuki pede.


"Kepedean lu, kaga mau bang Kelvin sama cewe bar bar kaya elu" ucap Bimo


"Eh babi got, bisa diem ga lu, gue tampol ni ya" ucap Yuki pada Bimo


"Jadi gimana Ra" ucap Arsya, "setuju ga maraton film di rumah lu? " sambungnya lagi.


"ehh emm." Ara bingung harus menjawab apa.


"Guys bosen ke rumah Ara mulu ga seru, ketempat lain aja" ucap Tita yang mengerti dengan kebingungan Ara.


"Jadi kemana dong? " tanya Bimo.


"Gimana kalo kita BBQ-an di puncak aja?, ntar kita sewa villa" usul Yuki.


"SETUJU! " ucap mereka setuju kecuali Ara.


gue ikut ga ya? kira - kira kalo gue ikut di bolehin ga sama pak Sean.


Arsya memegang pundak Ara "Ra lo ikut kan? "


"eh.. em gue pikir - pikir dulu ya, gue mau tanya dulu sama mama boleh apa enggak, soalnya akhir - akhir ini gue sering di ajak ke luar kota" ucap Ara.


Padahal Ara ingin sekali ikut teman - temannya itu, sudah lama mereka tidak kumpul - kumpul. Biasanya kalau sudah memasuki libur semester mereka akan BBQ-an di rumah Ara, atau minimal maraton film di sana.


Tita dan Yuda mengerti dengan maksud perkataan Ara, "iya gapapa kok Ra, tapi kalo di bolehin kabarin kita ya" ucap Tita.


"iya beres"

__ADS_1


"Ra nanti balik kuliah lu mau nemenin gue ga?" ucap Arsya tiba - tiba.


Ara menoleh ke Arsya "temenin kemana sya? " tanya Ara.


"Temenin gue cari kado buat temen gue, sekalian nonton"


"Tau dehhhh yang mau nonton bareng" ucap Bimo menimbrung.


"iya nih, berdua doang? ga ngajak - ngajak nih? " ucap Yuki.


"Sorry guys gue pengen Quality time sama Ara" ucap Arsya.


"Yeee lagak lu Quality Time, emang lu pacarnya Ara" ujar Bimo


"Ya belom, makanya jangan ganggu"


Ara yang mendengar perkataan Arsya langsung menolak ajakan nya, "Sorry sya bukannya gue ga mau, tapi lo tau sendiri sekarang gue udah jadi asistennya pak Sean, kadang gue sampe sore belom pulang gara - gara nolongin dia, jadi gue kayanya ga bisa nemenin lo, Maaf ya" ucap Ara lembut.


"Apa ga bisa, sehari aja izin Ra? " tanya Arsya lagi.


"Sorry sya, gue bener - bener ga bisa, gue ga mau nilai gue C" ucap Ara


Mereka yang ada di sana menatap intens interaksi antara Ara dan Rasya. Mereka miris dengan nasib Arsya, sudah hampir 3 tahun ia mengejar Ara namun sampai sekarang Ara tidak pernah meresponnya.


"Yaudah deh Ra kalo gitu"


"Sabar bro" ucap Yuda menepuk pundak Arsya


" Guys gue ke ruangan pak Sean dulu ya, takutnya dia nyariin. Tau sendiri mulutnya gimana" pamit Ara.


"iya Ra ati - ati ya"


"iya, bye"


Tok.. tok.. tok..


"Masuk"


Ara menghempaskan bokongnya ke sofa ruangan Sean, "kenapa kamu? kusut banget kaya ****** basah " tanya Sean


Ara mendelik tajam "ish.. nyebelin"


Sean meletakkan pulpen yang sedang ia gunakan lalu beranjak menyusul Ara duduk di sofa.


"Kamu 2 minggu lagi udah mulai libur kan? tanya Sean.


" Hmm.." gumam Ara menanggapi ucapan Sean.


"Kamu mau liburan? tanya Sean lagi.


Ara sontak menegakkan badannya dengan mata yang berbinar - binar.


" Mas mau ngajakin saya liburan? " tanya Ara antusias.


"Engga saya cuma tanya" jawab Sean datar.


"ishhh.. kirain mau ngajak liburan" gumam Ara.


"Memangnya kamu mau kemana?


" yang lain ngajakin BBQ-an di puncak, saya boleh ikut ga mas? tanya Ara.


"ga"


"yahhh mas plissss sekali ini aja" mohon Ara.


"ga bisa"


"kenapa ga bisa"


di sana pasti banyak laki - lakinya"


"emang kenapa kalo banyak cowok?"


"Ya gak boleh"


"mas pelit! " rajuk Ara.


Sean menoleh ke Ara, "Kita BBQ-an di Apartemen aja" ajak Sean


"ya ga seru dong mas, masa cuma ber dua"


"makanya buat anak biar bertiga" ucap Sean


Seketika wajah Ara berubah pucat mendengar kata anak, "kamu kenapa? " tanya Sean.


"eh.. eng-enggak"


Sean tak ambil pusing, dia beranjak menuju meja kerjanya lagi dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Ternyata Pak Sean mau cepet punya anak, enggak enggak, aku ga mau, aku masih mau kuliah dan kerja.


"Ra"


"Raa"


"Araaaa" panggil Sean


"eh iya mas, kenapa? tanya Ara yang baru tersadar dari lamunannya.


" kenapa melamun? "


"ya ga papa, masa melamun aja ga boleh"


"bukan begitu, dari pada kamu sibuk melamun, mending bantuin saya rekap nilai. "


"tumben, biasanya di suruh koreksi lembar ujian"


" ya kalo kamu mau itu masih ada yang belum di koreksi, nanti kamu koreksi setelah merekap nilai"


Nyesel gue nanya


Ara duduk di hadapan Sean, mereka tenggelam dengan kesibukkan masing - masing hingga waktu sore telah tiba.

__ADS_1


***


__ADS_2