
"Mas, Sarapan dulu" ucap Ara ketika Sean buru buru keluar dari kamar.
"iya sayang" ucap Sean yang menyendok nasi goreng nya dengan terburu buru.
"Pelan pelan dong mas" Ara memperingati.
"Maaf sayang, Mas buru buru ada meeting setengah jam lagi, kamu naik taksi ke kampusnya gapapa kan?" ucap Sean karena dia benar benar sedang terburu buru.
"iya mas gapapa kok" ucap Ara.
"Yaudah, mas berangkat ya assalamualaikum" ucap Sean sembari mengecup kening istrinya.
"Waalaikumsalam" jawab Ara.
Kegiatan Ara ke kampus hari ini adalah bimbingan bab terakhir dengan pak Yono. Dia sebelumnya sudah memiliki janji akan bimbingan pukul 9 pagi, jadi dia sekarang harus cepat cepat bersiap.
Ara pergi ke kampus menggunakan ojek online, dia sudah tidak lagi di antar jemput oleh Ghea.
"Pak ini ongkosnya" ucap Ara pada pengemudi ojek online ketika sudah sampai di depan fakultasnya.
Ara segera masuk dan menemui pak Yono. Di ruangan pak Yono sudah ada Tama yang sudah sampai terlebih dahulu.
"Ra, baru dateng? " ucap Tama.
"Iya Tam, pak Yono ada? " tanya Ara karena dia tidak melihat pak Yono di sana.
"Ada kok, lagi ke toilet sebentar katanya sekalian nungguin lo dateng juga" ujar Tama.
"oh oke" cap Ara singkat.
Sejak kejadian pada hari itu, Ara cukup menjaga jarak dari Tama, Ghea dan teman teman nya. Dia tidak mau sering sering berurusan dengan mereka.
"eh Ra, ngomong ngomong lo udah di undang oleh Ghea? " tanya Tama.
"undang apa? " tanya Ara bingung.
"Jadi 2 minggu lagi Ghea ulang tahun, rencananya mau di raya in. Gue kira lo udah di undang, mungkin belom aja kali ya" ujar Tama.
"Oh gitu, mungkin hhee" ucap Ara canggung.
"Lo kenapa Ra?" Tanya Tama.
"Kenapa apanya? " Ara balik bertanya.
"Semenjak pulang dari rumah Dinda waktu itu sikap lo jadi berubah ke kita, ga se hangat dulu. Lo cenderung menjauh" ujar Tama.
"Perasaan lo aja kali Tam, gue biasa aja kok" ucap Ara.
"Silahkan masuk" ucap Pak Yono menginterupsi pembicaraan mereka.
Setelah selesai bimbingan Ara menuju ke Kantin tempat sahabatnya biasa duduk.
"Ra makan siang bareng yuk" ajak Tama.
"Sorry Tam, gue udah ada janji" tolak Ara.
"Yaudah deh lo ati ati ya" ucap Tama.
"oke" ucap Ara singkat.
Setelah sampai di kantin.
__ADS_1
"Woy, bagi minum napa" ucap Bimo meronta ronta karena kepedasan.
"Beli sendiri, modal dikit ngapa Bim elah" ucap Yuki.
"Bagi dulu, nanti gue beli, keburu ilang pedes nya"
"Ribut banget sih, gue kawinin lo bedua tau rasa" ucap Yuda.
"Ogahh! " ucap Yuki
"Dih siapa juga yang mau sama lo" balas Bimo
"Kalian ngapain sih ribut banget, kedengeran sampe kemana mana" ujar Ara yang baru sampai.
"Tau ni minta di kawinin" tunjuk Tita.
"Lo dari mana Ra? " tanya Tita lagi.
"Bimbingan" jawab Ara.
"Bareng Tama lagi? " tanya Yuda.
Ara mengangguk "Ya gimana, emang udah ketentuan dari si botak harus bimbingan bareng dia" ucap Ara
"Baek baek lu ntar cinta" ucap Bimo Asal.
"hush.. mulut lo minta di kerok" ucap Yuki.
"Tauni Bimo, gue udah nikah kali" ucap Ara tidak terima.
"Cieee.. jadi udah ngaku nih kalo udah nikah" ledek Tita.
"Iyalah Ta, mau ga mau, siap ga siap harus tetap di akui kan? " ucap Ara.
Seperti biasa mereka menghabiskan waktu dengan bercerita satu sama lain sampai sore hari tiba.
"Ra balik sama siapa? " tanya Yuda.
"sama ojol, mas Sean kaya nya lagi sibuk jadi ga bisa jemput" jawab Ara.
"Yaudah bareng gue sama Tita aja, sekalian kita mau jalan juga" Ajak Yuda.
"Eh engga deh, gapapa gue naik ojol aja. Kalian jalan aja gapapa" tolak Ara, dia tidak enak jika mengganggu acara jalan mereka berdua.
"Balik sama kita, titik! " putus Tita.
"Serem amat lo" ejek Bimo.
"Apa lo" ucap Tita melotot kan matanya.
"Kabuuuurrrrrrrr!!!!!! " teriak Bimo sembari berlari meninggalkan mereka di kantin.
"Sialann" ucap Tita kesal.
"Yuk Ra" ajak Yuda dan Tita.
"Yaudah deh" ucap Ara.
Mereka bertiga berjalan menuju parkiran mobil, saat setengah perjalanan, mereka di hentikan oleh Ghea dan teman teman nya.
"Ara" panggil Ghea.
__ADS_1
Ara menoleh ke sumber suara.
"Eh Ghea, ada apa ? " tanya Ara.
"Mau kemana? " tanya Ghea.
"Mau pulang" jawab Ara.
"Bareng kita aja yuk" ajak Lita.
"Iya Ra, kita udah lama ga pulang bareng, sekalian jalan yuk, kangennnn" ucap Dinda.
"Sorry guys, Tapi Ara balik sama kita, yuk Ra." ucap Tita memotong pembicaraan mereka.
"Tunggu" ucap Ghea.
Ghea menyodorkan sebuah undangan kepada Ara.
"Dua minggu lagi gue ulang tahun, lo jangan lupa dateng ya, gue bakal kecewa banget kalo lo ga dateng Ra" ujar Ghea.
Ara menerima undangan tersebut, "Iya, gue usahain ya Ghe" ucap Ara.
"ekhemm.. udah kan? oke let's go" ucap Tita seraya menarik tangan Ara.
Ara pun pulang di antar oleh Yuda dan Ara. Di mobil Ara hanya diam tak berbicara apapun.
"Kenapa hem? " tanya Tita pada Ara
"Ga papa, gue bingung aja" ucap Ara.
"Bingung soal? " tanya Tita lagi
Ara mengangkat undangan dari Ghea tadi " gue bingung mau dateng atau engga" ucap Ara.
"Kalo lo ragu, ga usah dateng. Gue juga khawatir nanti di sana lo di ajak macem macem lagi oleh mereka" ucap Tita.
"Tapi gue ga enak Ta" ucap Aram
"Lo kaya nya ga enakan banget ya jadi orang" ucap Tita.
"Sebaiknya lo ga usah dateng deh Ra" ucap Yuda yang sedari tadi hanya diam mendengarkan mereka berbicara.
"Kenapa? give me a reason." ucap Ara.
"Feeling gue ga enak" ucap Yuda.
"Yang lebih spesifik Yud, agak ga make sense kalo gue ga dateng cuma karna feeling lo ga enak." ucap Ara yang semakin bingung.
"Sekarang gue tanya deh sama lo, seandainya mereka ngajakin lo melakukan sesuatu yang lebih gila dari drunk gimana?" tanya Yuda.
"Yaa, gue gamau. Tapi gue juga ga enak kalo ga dateng" ucap Ara.
"Terserah lo deh Ra" ucap Tita pasrah.
"Gue bakal dateng, untuk yang terakhir kalinya" ucap Ara memutuskan.
"Good luck deh Ra" ucap Tita.
Ara memutuskan bahwa dia akan datang ke acara ulang tahun Ghea, dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ini yang terakhir kali nya dia bergabung dengan Ghea dan teman teman nya. Ini adalah sebagai bentuk terimakasih Ara kepada Ghea karena dia sudah baik dengan Ara selama ini.
Ara hanya tidak enak jika menolak datang ke acara ulang tahun Ghea sedangkan selama ini Ghea sudah sangat baik padanya dan mengerti dengan kemauan Ara.
__ADS_1
Tapi tentu saja atas persetujuan suami nya, namun jika Sean tidak mengizinkan Ara pergi, Ara tidak akan eprgi