OHHH MY LECTURE

OHHH MY LECTURE
Bab 49


__ADS_3

Hari hari berlalu, hingga hari ulang tahun Ghea pun tiba. Malam ini adalah malam di mana pesta Ghea di adakan.


-Pejuang Toga-


Tita : Ra lo yakin hadir ke pesta ny Ghea?


Ara : Yakin Ta, untuk yang terakhir kalinya.


Yuda : Menurut gue mending ga usah deh.


Ara : Gue di antar jemput Mas Sean kok, jadi kalian jangan khawatir ya.


Bimo : Mau kemana dah, rusuh bener.


Bimo : woy gue dateng, lo pada pegi


Bimo : ngajak berantem lu pada.


Bimo : Awas lu ya.


Yuda : Ara malem ini mau pergi ke pesta ulang tahun Ghea.


Bimo : Lahh, masih mau pegi lo Ra? ntar di ajak mabok lagi gimane, bisa berabe lo. kaga kapok kapok ni bocah


Ara : Engga Bim, gue minta anter laki gue, jadi gapapa


Bimo : Gapapa gimana, kan dia cuma nganter jemput doang, kalo lo diapa apa in di dalem gimana?


Ara : Mereka bukan kriminal Bim, lagian di sana pasti rame kok ga mungkin mereka macem macem, gue bisa jaga diri kok.


Tita : Hati hati Ra, perasaan gue rada ga enak.


Ara : iya iya bawell.


Ara menutup Ponsel nya dan menuju lemari nya untuk menentukan baju mana yang akan dia pakai malam ini. Pilihan Ara jatuh ke Dress biru muda selutut, baju yang di belikan oleh Sean bulan lalu sebagai hadiah.


"Nanti acaranya di mana Ra?" tanya Sean yang baru masuk ke kamar.


"di Lucy's club mas" ucap Ara.


"Club?" tanya Sean memastikan


Ara mengangguk mengiyakan, "emang kenapa mas?" tanya Ara polos.


"No, Big No jika tempatnya di Club" ucap Sean.


"Loh kenapa mas?" tanya Ara masih bingung.


"Kamu tau sendiri club itu tempat apa" ucap Sean. .


"Iya Ara tau, tapi salah nya di mana?" ujar Ara.


Sean menggeleng "engga, kamu ga boleh pergi" ucap Sean datar.


"Mass, kan mas udah ngebolehin Ara pergi" ucap Ara kecewa.


"Iya, tapi itu sebelum saya tau kalau acara nya di club" ucap Sean.


"Kan di sana rame mas, mareka ga akan macem macem kok, Ara bisa jaga diri. Ara udah janji sama Ghea mas, Please Untuk yang terakhir kali nya mas." ucap Ara memohon.

__ADS_1


Sean menghela nafas, dia tidak tega melihat istrinya murung.


"Baiklah, tapi saya tidak izinkan kamu terlalu lama di sana, jam 8 kamu saya jemput" ucap Sean.


"Ara tersenyum dan mengangguk mengiyakan, " Makasih banyak ya mas, Ara janji ga macem macem" ucap Ara.


"Iya sayang" ucap Sean.


Jam 6 sore Ara tengah bersiap siap untuk pergi ke tempat di mana pesta Ghea di adakan. Setelah bersiap tepat pukul 7 malam Ara di antar oleh Sean ke sana.


"Jam 8 kamu saya jemput" ucap Sean setelah sampai di depan Club yang di sebutkan oleh Ara tadi siang.


"Iya mas bawel, yaudah Ara masuk ya" ucap Ara sembari mencium punggung tangan suaminya.


Sean menarik tangan Ara "Hati hati" ucap Sean seakan tidak rela melepaskan istrinya.


"Iya mas" ucap Ara dan segera turun dari mobil.


Ara memasuki club yang cukup ternama di Jakarta itu, club yang tidak pernah sepi dari pengunjung.


Ara celingak celinguk melihat ke sana kemari, mencari keberadaan Ghea dan teman teman nya.


"Ra" panggil Lita dari arah dalam.


Ara menoleh ke Lita dan segera menuju ke tempat Lita berada. Di sana sudah ada Ghea, Lita, Dinda dan perempuan lain nya yang Ara tidak kenal, dan di sana juga ada...


"Bu Monik?" ucap Ara terkejut ketika melihat ada Monik juga di sana.


"Kok bu Monik juga ada di sini" Tanya Ara yang merasa bingung.


"Kak Monik kakak gue Ra" ucap Ghea yang paham dengan kebingungan Ara.


"Kakak? kok lo ga pernah cerita" tanya Ara.


"Oh gitu" ucap Ara mengerti.


"ngomong ngomong kamu ga sama Sean?" tanya Monik tiba tiba.


"eh eng-engga bu, saya sendiri" ucap Ara terbata.


Mereka duduk di semacam sofa besar melingkar di tengah tengah club, melihat ke arah panggung yang sedang menampilkan para wanita wanita minim busana tengah menari di sana.


"By the way Ghe, Happy birthday ya, nih" ucap Ara sembari memberikan kado untuk Ghea.


"Eh pake kado segala, ga usah repot repot Ra" ucap Ghea.


"Engga repot kok" ucap Ara sembari tersenyum.


"duduk Ra" ajak Ghea.


"eh iya" ucap Ara.


Ara duduk diantara mereka semua, dia merasa tidak nyaman berada di sana, dengan musik yang berdentum nyaring dan riuh pengunjung yang makin lama makin bertambah, kepala nya terasa pusing mendadak.


Ara merasa bosan dengan suasana di dalam club tersebut, dia memutuskan untuk menghubungi suaminya.


Ara : Mas lagi ngapain?


Mas Sean : kenapa? kamu mau saya jemput sekarang?

__ADS_1


Ara : engga kok mas, Ara iseng aja.


Ara segera menutup ponselnya dia semakin pusing melihat ke Ponsel.


"Ghe, acaranya kapan di mulai?" tanya Ara yang sudah tidak tahan.


"bentar lagi Ra, lo kenapa?" tanya Ghea


"Gapapa kok, agak pusing aja denger musik gede gini" ucap Ara jujur.


"Lo minum aja dulu" ucap Ghea sembari menyodorkan segelas air kepada Ara.


Ara ragu ragu menerima uluran gelas dari Ghea.


"Lo tenang aja, ini air biasa kok bukan alkohol" ucap Ghea yang paham dengan ke khawatiran Ara.


"Thanks" ucap Ara


Ara segera meminum air yang di berikan oleh Ghea, diri nya merasa haus karena kepalanya pusing. Namun, bukan nya merasa baikan, entah mengapa kepala nya tambah pusing setelah minum air tersebut.


"Ra lo kenapa?" tanya Ghea.


"Ga tau ni kepala gue pusing banget, gue pulang aja ya Ghe" ujar Ara sembari memegang kepalanya.


"eh, nanti lo kenapa napa di jalan. Mending lo istrihat dulu aja di kamar yang ada di sini, tenang aja club ini udah gue booking full kok semalaman" ucap Ghea.


Tanpa pikir panjang Ara langsung menerima tawaran Ghea untuk beristirahat di kamar yang ada di sini. Dirinya ingin segera mengistirahatkan kepalanya yang terasa sangat nyeri.


"Tam, Tamaa" panggil Ghea


"Kenapa?" ucap Tama setelah di depan Ghea.


"Lo tolong anterin Ara ke atas ya, katanya dia pusing" ucap Ghea.


"Oke, yuk Ra gue bantu" ucap Tama.


Ara mengangguk dan segera berdiri, dia di bantu oleh Tama menuju ke kamar yang Ghea maksud. Ara memapah Ara menuju tangga. Tubuh Ara lama kelamaan semakin lemas, dia tidak kuat untuk sekedar naik ke tangga.


"Eh Ra, lo kenapa?" tanya Tama ketika melihat Ara hampir jatuh dari tangga.


"kepala gue kok makin pusing ya Tam" ujar Ara.


"Lo nanti tidur aja di sana, nanti pulang gue antar" ucap Tama.


Mendengar kata antar, Ara teringat dengan suaminya. Dia segera mengambil ponselnya dan membuka room chat ia dan Sean.


Ara : mas


Ketika baru mengetik nama Sean dan mengirimnya, Mereka sudah sampai di depan pintu kamar yang Ghea maksud.


"Ra, ini kamar nya, lo masuk gih trus istirahat" ucap Tama.


"Iya Tam, thanks ya" ucap Ara.


"oke, kalo butuh apa apa, gue ada di bawah ya" ucap Tama.


"iyaa" ucap Ara dan segera masuk ke dalam kamar tersebut dan menutup pintunya.


Cklek...

__ADS_1


Terdengar suara pintu yang terkunci, Ara menoleh namun di abaikan nya. mungkin pintunya otomatis ngunci dari dalam ketika di tutup pikirnya. Tak pikir panjang Ara langsung menuju kasur yang tersedia dan membaringkan tubuhnya di sana.


***


__ADS_2