OHHH MY LECTURE

OHHH MY LECTURE
Bab 42


__ADS_3

Hari ini Ara tidak pergi ke kampus melainkan dia ikut suaminya ke kantor, dia sengaja ingin ikut karena penasaran dengan dengan kantornya Sean.


"Ayo cepet udah jam 7" ucap Sean.


"Iya sabar dongg mas pake sepatu dulu. Masa istri CEO nyeker" ucap Ara.


"Jadi sekarang udah mengakui kalau kamu istri saya" ucap Sean.


"ish.. apaan si mas" ucap Ara.


Mereka berangkat menuju kantor Sean, dia penasaran apa yang di kerjakan suami nya, sekalian refreshing otak pikir nya.


Setelah sampai Sean segera menyerahkan kunci mobilnya kepada Satpam agar di parkirkan di tempat khusus CEO.


Puluhan pasang mata menatap ke arah Sean dan Ara, pasalnya CEO baru mereka ini tidak pernah terlihat membawa perempuan manapun ke kantor.


Mereka tidak ada yang tahu jika Sean sudah menikah, karena Sean sama sekali tidak bisa tersentuh oleh apapun, sikapnya yang dingin, cuek dan kejam sudah terkenal seantero gedung kantornya.


itu siapa ?


loh kok pak Sean bawa cewek.


itu pacarnya ya?


mungkin itu istri nya ?


adeknya kali, masih muda gitu.


atau simpanan nya?


begitulah pertanyaan pertanyaan yang terlontar dari karyawan kantor Sean.


"Mas orang orang kenapa pada ngeliatin kita? saya jadi ngerasa kaya lagi mau Gala Premier." ucap Ara berbisik.


"Jalan aja jangan cerewet" ujar Sean.


"ish.. nanya aja ga boleh" gerutu Ara.


Mereka memasuki lift khusus petinggi di kantor tersebut. Setelah sampai di lantai paling atas ada dua petugas yang membukakan pintu berukuran besar di hadapan Ara dan Sean.


Ya itu ruangan CEO di kantor ini, pintu berukuran besar yang di hiasi oleh ukiran ukiran berlapis emas.


Mereka memasuki ruang kerja Sean.


"WOWWW, masss Kok Ara ga tau kalo kantor mas sebagus dan semewah ini ?" tanya Ara yang terus mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan itu.


"emangnya kamu pernah nanya" ucap Sean. .


"Kalo ini sih namanya Kaya bangettt" ucap Ara girang.


"sudah saya bilang, uang saya banyak" ucap Sean sombong.


"mulai deh sombongnya" ucap Ara.


"Kamu duduk aja di sana, kalo ngantuk tidur nya ke kamar di sebelah" ucap Sean memberi tahu.


"hah? kamar? di sini ada kamar juga mas? " tanya Ara tidak percaya.


"jangankan kamar, dapur juga ada" ucap Sean.


"mau liat dongggg" ucap Ara sembari berlari ke Arah kamar yang di maksud Sean.


"MASSS! ini sih lebih gede dari kamar kita di apartemen namanya" teriak Ara histeris.


"Norak banget si kamu, dari tadi teriak teriak" ucap Sean.


Ara menatap ke jendela kaca besar yang mendindingi ruangan ini, disana terlihat jelas pemandangan Kota Jakarta yang indah jika di lihat siang ataupun malam.


Ara menghampiri Sean yang sedang duduk di meja kerjanya.


"Mas, papa Alex ga pernah dateng ke kantor lagi?" tanya Ara.


"enggak, jantung nya semakin hari semakin parah, kesehatan nya pun semakin memprihatinkan" ucap Sean lemah.

__ADS_1


Ara mengusap punggung suaminya dan menyalurkan kekuatan untuknya.


"Pulang dari sini kita jenguk papa ya mas" ucap Ara sembari tersenyum.


Sean mendongak menatap Ara, "kamu serius? " ucap Sean.


"iya mas, kita udah lama ga berkunjung ke rumah papa Alex" ujar Ara.


"Iya nanti kita ke sana" ucap Sean.


Hari itu Ara menemani suaminya seharian di kantor, dia menyaksikan betapa sibuknya Sean saat di kantor. Pantas saja setiap pulang ke rumah Sean selalu terlihat lesu.


Ara jadi merasa bersalah karena mengingat tingkah tingkah tidak sopan nya pada Sean.


"Kamu mau makan apa? " tanya Sean pada Ara.


"Apa aja deh mas yang penting banyak" ucap Ara.


"yang penting banyak? kaya kuli aja kamu" ucap Sean.


"Mas Ara mau jalan jalan ke luar boleh ga? mau liat liat aja" izin Ara.


"mau kemana? " tanya Sean.


"mau keliling kantor aja" ucap Ara.


"Yasudah jangan lama lama" ucap Sean.


"Siap bos" ucap Ara.


Setelah Ara keluar dari ruangan Sean, Sean terlihat memencet tombol telepon kantor.


"iya Tuan? " jawab orang di seberang sana.


"Awasi istri saya, jangan biarkan dia keluar dari gedung" perintah Sean pada orang tersebut.


"Baik tuan"


Dia adalah Asisten pribadi Sean, namanya Pras. Dia sudah lama mengabdi pada keluarga Sean. Pras pun sudah mengetahui tentang pernikahan Sean dan Ara.


"ni gedung gede amat kaya dosa gue"


Banyak pasang mata memandang pada Ara, mereka tidak tahu siapa Ara dan ada hubungan apa Ara dengan CEO mereka.


Tapi mereka tidak cukup berani untuk menanyakan langsung pada Ara pasal siapa dirinya.


Ara sudah lelah berjalan jalan di kantor itu, dia memutuskan untuk kembali ke ruangan Sean, dia naik menggunakan Lift karyawan, dia lupa jika dia bisa menggunakan lift petinggi jika mau ke ruangan suaminya.


Pintu lift pun terbuka, Ara segera masuk. Ada beberapa karyawan yang hendak menggunakan lift juga namun mereka tidak berani masuk dan satu lift dengan Ara.


Ara mengerutkan dahi bingung, kok ga masuk.


"Mbak mas masuk aja ga papa masih kosong nih" ucap Ara pada karyawan itu.


mereka tersenyum dan mempersilahkan Ara menggunakan lift terlebih dahulu. Mereka takut tidak sopan jika berada satu lift dengan seseorang yang di bawa oleh CEO mereka, dan sepertinya orang tersebut adalah orang yang spesial.


Aneh banget, emangnya gue setan sampe di hindari segala.


Setelah sampai di ruangan Sean, di meja terlihat sudah terhidang beberapa box makanan dari restoran Jepang kesukaan Ara.


"Widihh, banyak amat" ucap Ara.


"Ayok mas makan, laper nih" ucap Ara lagi.


Mereka makan dengan hening, menghadap ke pemandangan luar kantor yang sangat indah.


"Mas tadi aneh deh, masa ga ada satupun yang mau satu lift sama Ara, emangnya Ara setan" gerutu Ara.


"Kamu ngapain juga pakai lift mereka, kan kamu bisa pakai lift khusus" ucap Sean.


"Oh iyaa yaa, Ara lupa mas muehehe" ucap Ara cengengesan.


"nih" Sean menyuapkan makanan nya ke mulut Ara.

__ADS_1


"ihh sok romantis banget sih" ucap Ara menggoda Sean.


"kali aja kamu masih kurang" ujar Sean sembari menyuapi Ara.


Setelah kegiatan makan siang mereka lakukan, Sean lanjut mengerjakan pekerjaan nya.


Pukul 3 sore Sean pamit meeting di lantai 15.


"Kamu jangan kemana mana, saya tinggal meeting sebentar" ucap Sean.


"iyaa mas, Ara ga akan kemana mana kok" ucap Ara.


Sean berlalu pergi, kini tinggal Ara sendiri di ruangan itu.


Duh bosen juga ternyata, hoaammmm...


Ara mengantuk karena menunggu terlalu lama di sana, dia memutuskan untuk pergi ke kamar dan merebahkan dirinya di kasur sembari menunggu Sean selesai meeting.


Lama Ara tertidur tak terasa hari sudah petang, Sean sudah selesai dengan kegiatan meeting nya.


Sean mencari Ara ke sana kemari di ruangan tersebut.


Kemana dia.


Sean membuka pintu kamar dan terlihatlah Ara sedang tertidur di sana. Sean menghampiri istrinya dan memperhatikan setiap sudut wajahnya.


Sean mengelus puncak kepala Ara, Ara menggeliat saat mendapatkan sentuhan dari Sean.


Sean mendekatkan bibirnya ke kening Ara dan memberikan satu kecupan di sana.


Ara terbangun ketika Sean mencium nya, "mas, udah selesai meeting nya?" tanya Ara masih setengah mengantuk.


"udah" jawab Sean.


"mau pulang ga?" tanya Sean.


"emm? tapi Ara masih ngantuk mas, 5 menit lagi ya" tawar Ara.


Sean tersenyum mendengar suara serak istrinya yang khas orang bangun tidur.


Sean mendekatkan wajahnya ke wajah Ara, dan memberikan satu lagi ciuman di pipinya.


"ish.. mass ngantuk jangan cium cium" ucap


Ara.


Sean terus memberikan ciuman bertubi tubi di muka Ara.


"masss ish ud..."


CUP


Sean mendaratkan bibirnya di bibir Ara, lama menempel dan lama lama berubah menjadi sebuah ******* ******* kecil.


Dan gerakan tersebut lama kelamaan menjadi sebuah adegan panas yang biasa mereka lakukan di apartemen, namun kali ini mereka mencoba melakukan nya di kamar ruangan Sean.


setengah jam berlalu kini mereka sudah selesai dengan kegiatan panas tersebut. Sean berbaring di samping Ara dan mengecup kening nya.


"Mas harus banget ya disini" ucap ara.


"hehe maaf sayang, ga kuat" ucap Sean cengengesan.


"ishh.. trus sekarang gimana dong baju Ara, kan udah kotor" ucap Ara.


"Kamu tenang aja, di lemari ada beberapa baju untuk kamu" ucap Sean.


"Baju siapa? mas pernah bawa siapa aja ke sini? " tanya Ara emosi.


"engga sayang, saya sengaja menyiapkan baju baru untuk kamu, jika suatu saat kamu main kesini" jelas Sean.


"ohhh, kirain" ucap Ara lega.


"jangan berpikiran macam macam" ujar Sean.

__ADS_1


Sore itu mereka mandi dan membersihkan diri mereka masing masing, karena setelah ini mereka akan mengunjungi rumah orang tua Sean.


***


__ADS_2